Home  / 
Dosen ITS Rancang Alat Pengurai Kemacetan
Senin, 19 Februari 2018 | 18:26:46
Surabaya (SIB) -Tim peneliti dari Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan sebuah inovasi yang diberi nama ITS Smart Vehicle Counter System (ISVeCS). Memanfaatkan aliran frame video dari kamera IP, perangkat ini mampu menghitung jumlah kendaraan secara digital, untuk pengaturan lalu lintas yang lebih efektif dan efisien.

Salah satu tim peneliti ISVeCS Ahmad Zaini menuturkan, penelitian tersebut bedasar pada pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia yang setiap tahunnya meningkat dengan pesat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistika, pada tahun 2011 total kendaraan bermotor sebanyak 85 juta.

Sedangkan pada tahun 2016, total kendaraan bermotor yang tercatat mencapai 129 juta. Dari data tersebut, pertumbuhan total kendaraan bermotor di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun mencapai 43 juta.

"Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk memantau tingkat kepadatan lalu lintas di persimpangan jalan. Dengan mengusung ISVeCS, harapannya teknologi ini dapat membantu dalam mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan jalan," kata Zaini di Surabaya, Jumat (26/1).

Zaini memaparkan, saat ini China dan Jepang pun sudah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi semacam ini. Namun, karena habitual berlalu lintas di Indonesia berbeda dengan negara lainnya, maka diperlukan pengembangan teknologi vehicle counter yang sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia.

Untuk melakukan tugasnya, kata Zaini, ISVeCS mengandalkan kamera-kamera yang terpasang pada persimpangan jalan. Terdapat panel box yang berfungsi untuk menghubungkan kamera di setiap jalur agar data jumlah kendaraan yang terhitung dapat diolah dan dikirim ke pusat kontrol.

"Pusat kontrol akan mengkonversikan data yang diterima sebagai durasi pergantian lampu lalu lintas," kata Zaini

Zaini mengaku, timnya telah mengembangkan alat sendiri sebagai daya dukung fungsi sistem pada kamera yaitu Single Board Computer (SBC). Alat ini tidak hanya berfungsi untuk mengelola jumlah kendaraan, menghitung tingkat kepadatan, mengambil jumlah kendaraan yang lewat dari masing-masing arah.

Tetapi juga berfungsi untuk mengatur state lampu, sehingga pada t (variabel waktu, red) sekian lampu hijau atau merah harus nyala," ujar dosen Teknik Komputer ini.

Misalnya, jalur A menerima durasi lampu hijau 1 menit, sedangkan jalur B menerima durasi lampu hijau 20 detik. Pergantian lampu lalu lintas didasarkan pada tingkat kepadatan kendaraan yang melewati jalur tersebut.

Zaini mengungkapkan, ISVeCS juga menawarkan inovasi tambahan, di mana ketika kamera sistem mengalami error maka sistem kerja akan berubah secara otomatis dengan mengambil data sebelumnya. Yakni data yang mendekati valid tetapi tidak riil.

Zaini mengaku, ISVeCS telah berhasil dipatenkan dan bekerja sama dengan pihak traffic light. Alat tersebuy juga telah dikontrak oleh perusahaan penyedia traffic light yang tertarik bekerja sama, yaitu CV Mekar Hari Suryo.

"ISVeCS nantinya akan diimplementasikan di daerah yang tidak terlalu padat, karena masih dalam proses uji coba," kata Zaini.

Selain Zaini, pencetus dan pengembang ISVeCS ini melibatkan lima dosen Teknik Komputer lainnya. Yaitu I Ketut Eddy Purnama, Christyowidiasmoro, Arief Kurniawan, Muhtadin dan  Reza Fuad Rachmadi. (Rol/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Joshua Pertahankan Sabuk Juara Kelas Berat
Pliskova Kalahkan Osaka di Final Pan Pacific Terbuka
Ihsan Maulana dan Rinov Rivaldy/ Pitha Haningtyas Sumbang Emas
PSMS Amankan 4 Poin dari Persib
KONI Medan Dorong Pegiat Olahraga Lebih Berprestasi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU