Home  / 
KPAI: Pendidikan Adalah Pilar Perlindungan Anak
Senin, 8 Januari 2018 | 17:15:55
Jakarta (SIB) -Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sutanto, menilai, pendidikan adalah salah satu pilar perlindungan anak. Sekolah, madrasah, pesantren ramah anak sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk dikembangkan, mulai dari kurikulum, pendidik, hingga budaya yang dibangun di sekolah.

"KPAI mendorong Kemendikbud dan Kementerian Agama menjadi leading sektor penyelenggaraan Sekolah/Madrasah/Pesantren Ramah Anak. KPAI meminta percepatan penerbitan dan pengesahan Rencana Peraturan Presiden Sekolah Ramah Anak, mengingat jumlah Sekolah Ramah Anak saat ini baru mencapai 2800 sekolah dari 260 ribu sekolah atau hanya 0,09%," terangnya melalui pernyataan tertulis di Jakarta, pekan lalu.

Disebutkan Sutanto, sepanjang tahun 2017 pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat sebanyak 3.849 kasus. Jika dilihat dari trend kasus tahunan, pengaduan kasus KPAI mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa kualitas dan kompleksitas kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat misalnya kasus video pornografi yang korbannya lebih dari 750 ribu anak serta kasus-kasus bullying yang masih terjadi di sekolah-sekolah di tanah air.

Hal lain yang harus dicermati adalah tentang radikalisme di kalangan anak, yang salah satunya dipengaruhi sekolah. Berdasarkan kajian KPAI, selain sekolah, keterpaparan anak terhadap paham radikal didapatkan dari akses internet, bahan bacaan, dan keluarga.

"Tanpa dampingan orang tua, sekolah dan masyarakat sebagai satu kesatuan fungsi saling kontrol, anak memiliki kerentanan yang tinggi menjadi korban paham radikal," imbuhnya.

Sutanto juga menyoroti kasus kekerasan seksual anak. Menurutnya, upaya penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan seksual harus tetap ditegakkan.
Bagi pelaku anak, penegakan Sistem Peradilan Pidana Anak menjadi amanat yang harus ditunaikan untuk menjaga kepentingan terbaik bagi anak. Sedangkan bagi korban, KPAI menghimbau pemerintah untuk hadir melakukan upaya rehabilitasi korban secara maksimal. (Edupost/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah akan Segera Angkat PTT Tenaga Medis Jadi PNS
Kunjungi Indonesia, Menhan AS akan Bahas Isu Pertahanan
Tuhan Memberi Hidup Supaya Berguna, Almarhum DR GM Panggabean Telah Memberi yang Terbaik Bagi Bangsa dan Negara
Tak Lagi Pakai Warisan Belanda, DPR Segera Rampungkan KUHP
KPK Jadwalkan Periksa Sejumlah Saksi di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU