Home  / 
SDM Bidang Industri Dalam Negeri Mesti Dipenuhi
Pendirian Politeknik Ditingkatkan
Senin, 8 Januari 2018 | 17:13:09
Jakarta (SIB) -Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan menggenjot pendirian politeknik dan program studi baru khusus bidang industri. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri dalam negeri di 2018.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk terus meningkatkan kinerja demi mencapai sasaran strategis yaitu meningkatnya kemampuan iptek dan inovasi, meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas pendidikan tinggi, serta terlaksananya reformasi birokrasi.  

"Kami akan fokus pada pelaksanaan dan pencapaian program prioritas 2018 yaitu pendirian politeknik dan prodi khusus untuk kebutuhan industri," tegas Nasir saat melakukan temu media bertajuk "Bedah Kinerja 2017, Fokus Kinerja 2018" di Jakarta, Kamis (4/1).

Sehubungan dengan tenaga kerja yang terampil dan kompeten yang kini sangat dibutuhkan di dunia industri, Nasir mengaku jajarannya telah melakukan revitalisasi terhadap pendidikan vokasi (Politeknik). Revitalisasi dilakukan dengan menjadikan 12 politeknik sebagai pilot project.

"Tercatat sebanyak 132 dosen politeknik diberi pelatihan dan mengambil sertifikat kompetensi internasional, 420 dosen politeknik diberi pelatihan dan mengambil sertifikat kompetensi dalam negeri dan 1.400 mahasiswa politeknik diberi beasiswa untuk mengambil sertifikat kompetensi dalam negeri," papar Nasir.

Selain itu, peningkatan juga ditargetkan untuk pengelolaan/pengembangan PTN baru dan akademi komunitas, pembukaan prodi khusus Blok Masela, revitalisasi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), beasiswa SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal) /PPG (Pendidikan Profesi Guru) /PPGT (Program Pendidikan Guru Terintegrasi) bagi Guru, Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa ADik Papua dan 3T, Pengembangan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi, Pengembangan Teaching Factory, Pengembangan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dan Penguatan Inovasi Litbang di Industri.

Dalam kesempatan itu, Nasir juga mengungkapkan, adanya peningkatan jumlah HKI (hak kekayaan intelektual) yang didaftarkan pada 2017 sebanyak 4.303 meningkat dari tahun 2016 sebanyak 3.184. "Dari program pendanaan riset dan pengembangan, telah dihasilkan inovasi baru dengan Technology Readiness Level (TRL) 6 sebanyak 1.412 dan TRL 7 sebanyak 86," kata Nasir.

Inovasi tersebut di antaranya mesin cetak huruf Braille-ITS, Radar Navigasi-PT. RTI, Flight Contoller Untuk UAV-PT. ATI, Prototip Sendi Panggul (HIP JOINT)-UGM, Serat Beras UGM, Teknologi Paduan Aluminium-BPPT, Produksi Benih dan Buah Melon Unggul- UGM.

Terkait program peningkatan inovasi, sampai tahun 2017 Kemenristekdikti juga berhasil mencapai 661 start up. Untuk pendanaan inovasi di industri di tahun 2017 anggarannya sebesar 65,240 miliar rupiah meningkat dari tahun 2016 yaitu 36,288 miliar rupiah dan 2015 sebesar 18,500 miliar rupiah. "Total ada 129 proposal yang didanai dari tahun 2015-2017," sebut Nasir.

Menurut Nasir, peningkatan inovasi di perguruan tinggi selama ini dilakukan melalui program teaching industry. Tahun 2017 melalui program ini berhasil melahirkan 15 produk inovasi. (KJ/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Guru Besar Pidana USU Heran, Banyak Ditangkapi Tapi Masih Banyak Kasus Korupsi Muncul
Pemko Medan Gelar Dzikir dan Doa Bersama Peringati HUT ke 428
Mendikbud Berencana Terapkan Sistem Zonasi di Sekolah Swasta
Banyaknya Caleg Loncat Partai Bukan Karena Ideologi
Pesan Jokowi: Beri Bangsa yang Terbaik
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU