Home  / 
Temu Ilmiah Nasional di Medan, FK USU Hadirkan Pakar Peduli Isu Kesehatan dan Lingkungan
Senin, 11 Desember 2017 | 19:32:35
Medan (SIB)- Fakultas Kedokteran (FK) USU melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) selama 2 hari di Aula lantai 3 Gedung FK USU Medan.

"Kegiatan yang sangat diminati peserta ini, merupakan bentuk kerja sama FK USU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara," kata Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK USU Dr med dr Yahwardiah Siregar kepada wartawan, Sabtu (2/12).

Dikatakannya, acara yang bertemakan "Biomedical Science on Environment and Human Diseases" dan juga "IPTEK untuk Adaptasi Perubahan Iklim" tersebut diisi para pakar seperti Prof Ocky Karna Radjasa Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti, Prof Sangkot Marzuki PhD DSc President  Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof Dr Zeily Nurrachman MS (ITB), Dra Sri Tantri Arundhati (Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dr Ir Hj  Hidayati MSi (Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Sumut), Dr Yoshitaka Ebie (National Institute for Environmental Studies, Japan) dan Dr Alfi Khatib (IIUM Malaysia).

Selain itu, katanya, diperlombakan sebanyak 52  makalah bebas dan abstrak yang dipresentasikan dalam Temilnas II KIBI ini dan dimenangkan oleh 3 Presenter, masing-masing Fauzul Husna (UI), Elvira Yunita (UI) dan Syaiful Arifin (UB) sebagai pemenang 3, 2 dan 1.

Yahwardiah Siregar mengatakan, kegiatan ini juga didukung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Program Magister Ilmu Biomedik merupakan satu program studi di lingkungan FK USU, yang berorientasi pada interaksi manusia dengan lingkungan dan dunia industri.Temilnas ini merupakan wadah bagi berhimpunnya dosen, peneliti, alumni dan mahasiswa biomedik dari seluruh Indonesia.

"Temilnas memaparkan beragam penelitian dan perkembangan terkini dalam lingkup biologi kedokteran. Aspek yang dibahas juga cukup mendalam, mulai dari aspek biologi molekuler hingga terapi kedokteran mutakhir untuk penyakit yang sulit disembuhkan," ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan Temilnas dilakukan berbagai kegiatan, bekerja sama dengan banyak pihak , ceramah umum dari pakar ITB.

Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan peneliti di FK USU. Pelatihan biologi molekuler berupa teknik real-time PCR juga dilaksanakan.

Kegiatan forum diskusi saintis ini, katanya, untuk membangkitkan budaya ilmiah unggul di Indonesia turut diadakan dengan kerja sama Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selain itu, kunjungan ke kampung iklim diselenggarakan untuk meluaskan wawasan para peserta Temilnas dengan aspek lingkungan.

Menurutnya, modifikasi lingkungan, transportasi, dan perubahan suhu dunia telah mempengaruhi perilaku manusia dalam interaksi manusia dan lingkungan dan turut serta mengubah genetika dan  perilaku agen penyakit.

Penyesuaian prilaku keduanya terhadap keadaan baru, sering bermuara pada ketidakseimbangan baru yang dapat merugikan manusia dan lingkungan.

"Saat ini, kita menjadi saksi bahwa telah ditemukan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan terjadi. Dan, kita juga turut melihat pertambahan populasi agen penyakit yang dahulu tidak begitu banyak jumlahnya. Sebagai contoh, dahulu kita jarang menemukan nyamuk demam berdarah. Namun kini, ceritanya telah berbeda. Sebagai tanggapan terhadap isu lingkungan dan kesehatan yang berdampak kepada manusia, FK USU melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional," katanya. (rel/A01/h)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPD FSPTI-KSPSI Sumut Sosialisasi SK Menkumham RI
Irwan Sihombing Minta Pelaku Pencuri Betor Ditahan Polisi
Kesbangpol Kunjungi Kantor LPHRI Sergai di Bandarkhalifah
Wawako Binjai Mengajak Perangkat Daerah Terus Berinovasi
Ashari Tambunan Dianugerahi Tokoh Kebhinekaan oleh MUI Deliserdang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU