Home  / 
Mahasiswa ITB Buat Inkubator Jinjing untuk Bayi di Lokasi Bencana
Senin, 13 November 2017 | 21:54:59
Bandung (SIB) -Lazimnya sebuah inkubator digunakan rumah sakit, klinik atau fasilitas kesehatan lain untuk menangani bayi prematur. Namun inkubator yang satu ini lain daripada yang lain.

Inkubator jinjing, begitulah alat tersebut dinamakan. Produk kesehatan itu diciptakan melalui tangan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lima orang mahasiswa yaitu Amanda Putri, Ismail, Aming Yahya dari Teknik Fisika, Isra Ramadani dari teknik kimia dan Dzatia Muti dari Teknik Produk terlibat dalam pembuatan alat itu.

"Sederhananya alat ini dibuat untuk membantu evakuasi bayi di lokasi bencana alam," ucap Amanda Putri (19) saat berbincang dengan wartawan di kampus ITB, Jalan Ganesa, Bandung, Jumat (10/11).

Inkubator jinjing tak ubahnya seperti ransel gendong yang kerap digunakan oleh para pecinta alam. Tapi di dalamnya terdapat ruang kosong yang dapat digunakan oleh bayi.

"Inkubator ini hanya bisa digunakan oleh bayi usia nol tahun sampai maksimal satu tahun," kata Amanda.

Alat tersebut ditempeli aneka teknologi. Meski bukan teknologi mewah, namun alat tersebut dianggap mampu membantu evakuasi bayi di lokasi bencana alam.

Di dalam inkubator jinjing berwarna oranye itu, mahasiswa menempelkan kain berbahan selimut. Ditambah material parafin, membuat sang bayi yang ada di dalam dapat merasa hangat.

Di setiap sisinya juga ditempeli beberapa alat bantu. Ada tiga buah pompa dengan dua selang yang tersambung ke tabung membran yang berada di sisi lainnya.
Alat bantu yang dipergunakan, bukan alat bantu mewah.

"Pompa ini kita menggunakan pompa akuarium. Kegunaannya dia bisa mengambil udara sekitar lalu masuk ke membran penyaring. Karena ini untuk membantu evakuasi di lokasi bencana, kita kan enggak tahu udaranya bagus atau enggak. Jadi sebelum masuk ke dalam, disaring dulu supaya bisa mengeleminasi bakteri atau virus," tuturnya.

Alat tersebut memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan inkubator yang biasa dijumpai di rumah sakit. Inkubator jinjing tak perlu menggunakan listrik dan tidak hanya digunakan untuk bayi prematur. Alat tersebut mulai dirancang sejak tahun lalu hingga selesai beberapa bulan yang lalu.

"Alasannya kita ciptakan ini karena kita melihat selama ini belum ada sistem pengaman terhadap bayi di daerah bencana. Kita memang ingin menekan potensi kematian bayi di lokasi bencana," tandasnya. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Tobasa Resmikan Pasar Rakyat Lumban Julu Senilai Rp 5,5 Miliar
Pemkab Tobasa akan Tertibkan Kafe Remang-remang di Simangkuk
Tim “Keluarga Djoss Bersinar” Kabupaten Tapanuli Tengah Terbentuk
Panwaslih, Parpol dan Ormas Tolak Politik Uang di Nisut
Pengurus Lembaga Adat dan Budaya Padang Lawas Utara Dilantik
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU