Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kurikulum Jurusan Keuangan Harus Beradaptasi dengan Fintech
Senin, 30 Oktober 2017 | 19:11:26
Bandung (SIB) -Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, banyak membuat berbagai pihak khawatir.  Menurut Ketua STIE Ekuitas, Ina Primiana, saat ini banyak yang galau dengan semua hal yang selalu berbasis online, termasuk, industri keuangan harus terus mempersiapkan diri. Hal itu terutama karena keberadaan fintech yang terus berkembang sehingga menuntut adanya kurikulum jasa keuangan yang sejalan dengan perkembangan tersebut.

"Ternyata tak harus khawatir tapi harus ada terobosan dan inovasi. Termasuk, menyiapkan mahasiswa yang akan turun ke industri keuangan nanti," ujar Ina ditemui usai Acara Wisuda Mahasiswa Lulusan STIE Ekuitas, di Gor Kantor Pusat Bank BJB Jalan Naripan, akhir pekan lalu.

Ina menjelaskan, sebagai perguruan tinggi yang mencetak lulusan untuk terjun di bidang industri keuangan, STIE Ekuitas tentu telah melakukan upaya untuk menciptakan lulusan yang siap menghadapi berbagai tantangan dunia kerja. Termasuk, menghadapi era digital ini, STIE Ekuitas, telah meerubah kurikulum.

"Jadi, kurikulum kami sudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi seperti Fintech," katanya.

Kurikulum baru ini, kata dia, mulai akan diberlakukan pada semester depan. Dengan kurikulum tersebut, ia berharap semua mahasiswa bisa memiliki pemahaman dan pengetahuan yang terus mengikuti perkembangan.

"Tahun depan semua Prodi di STIE Ekuitas menggunakan kurikulum berbasis teknologi. Mahasiswa pun mempelajari bagaimana perbankan menggunakan on line," katanya.

Ina menilai, agar perkembangan teknologi tersebut mau tak mau harus diimbangi dengan kesiapan mahasiswa menghadapinya. Sekarang proses edukasi dan sosialisi terus dilakukan dengan harapan nanti semua mahasiswa akan semakin siap.

"Kami berharap, mahasiswa pun bisa merebut pasar yang ada. Semoga meraka terbuka agar bisa bersaing di dunia kerja. Konvensional bisa berjalan tapi tak kalah dengan online," katanya.

Perubahan kurikulum sendiri, kata dia, tentunya harus disertai dengan pembenahan infrastruktur. "Semua Prodi harus menyesuaikan. Yang terbesar semuanya harus menyesuaikan. Sudah keharusan juga mind set diubah. Karena, ada perubahan pola pikir dan belanja orang," katanya. (RoL/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU