Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Perubahan Pola Pikir
Senin, 2 Oktober 2017 | 21:55:00
SIB/RoL
SEMINAR: Suasana seminar pendidikan dan bedah buku “Kurikulum Untuk Kehidupan” di Palu, Jumat (22/ 9).
Palu (SIB) -Kualitas hasil pendidikan bergantung kepada bagaimana sekolah  mengelola pembelajaran secara efektif  yang menyadarkan setiap peserta didik akan perannya sebagai manusia. Sebagai manusia yang dititipi amanah oleh Ilahi, setiap anak adalah subyek pembelajar yang aktif membangun dan menguatkan dirinya menjadi insan kamil.

Dalam era sekarang ini, di mana tantangan yang dihadapi semakin berat dan beragam, faktor utama yang paling menentukan keberhasilan dunia pendidikan adalah pola pikir (mindset)  para pendidiknya. Perubahan mindset merupakan hal terpenting dan menjadi tujuan utama dari setiap pelatihan, workshop, seminar dan forum-forum pendidikan lainnya.

"Jika mindset para guru belum benar, maka pelatihan-pelatihan teknis menjadi sia-sia. Sebaliknya, apabila mindset guru telah benar, pelatihan-pelatihan teknis akan mudah, dan sifatnya hanya mendukung," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palu, Kamrudin, saat membuka Seminar Nasional dan Bedah Buku Kurikulum untuk Kehidupan di LPMP Palu, Jumat (22/9).

Seminar yang dikuti oleh 200 orang peserta itu menampilkan nara sumber Direktur Institut Indonesia Bermutu Dr Zulfikri Anas MEd. Penulis buku Kurikulum untuk Kehidupan itu didamping oleh Evi Afrizal Sinaro dari Penerbit Almawardi Prima sekaligus mewakili Indonesia Bermutu.

Kabid Perencanaan Dinas Pendidikan Kota Palu Ferry Cahyadi menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Palu yang didukung oleh K3S dan semua guru ingin meningkatkan mutu pelayanan pendidikan kepada setiap warga negara. "Untuk itu, guru-guru perlu penguatan agar tidak lagi menjadikan kurikulum sebagai momok yang menakutkan, merepotkan dan merumitkan," kata Ferry.

Panitia seminar, Muhammad Ilyas mengemukakan, antusiasme para guru membuat para kepala sekolah yang tergabung dalam K3S dan para kepala UPT dari empat wilayah menjadi bersemangat sehingga kegiatan seminar ini berjalan lancar. "Kita berharap, program seperti ini menjadi tradisi sehingga sehingga guru-guru bisa lepas dari "belenggu" dan momok yang menakutkan tentang kurikulum," tuturnya.

Ia menambahkan, Kurikulum untuk Kehidupan yang menjadi tema kegiatan ini menjadi titik temu antara Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. "Selama ini sekolah bingung dengan perubahan kurikulum ini. Namun, setelah dibahas secara gamblang, akhirnya para guru menjadi paham bahwa secara substansial, Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013, yaitu menekankan penguasan kompetensi sebagai patokan keberhasilan pendidikan," paparnya.

Peneliti Indonesia Bermutu Afrizal Sinaro berharap, ke depan, program ini dapat menjadi agenda rutin bagi Indonesia Bermutu, dan kegiatan di Palu ini dapat menjadi model yang melibatkan berbagai elemen. "Melihat sambutan peserta, kita harus memberikan apresiasi yang sebesar-sebasarnya kepada panitia dan Dinas Pendidikan beserta jajarannya yang telah bekerja keras untuk mewujudkan kegiatan ini," ungkap Afrizal Sinaro. (RoL/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU