Home  / 
Serunya Wisata Murah di Tengah Hamparan Kebun Kopi dan Kakao
Minggu, 7 Oktober 2018 | 13:02:37
SIB/VIVA.co.id/Nur Faishal
Coffee and Cocoa Science Techno Park.
VIVA - Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ada tempat liburan murah dan asyik. Tempat itu berupa perkebunan kopi dan kakao yang dikelola PT Riset Perkebunan Nusantara.

Di sini, pengunjung bisa bersantai, bermain dan belajar tentang kopi dan kakao sekaligus cara membudidayakannya. Pusat penelitian kopi dan kakao ini berada di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, sekitar 20 kilometer dari jantung Kota Jember.

Dari total 168 hektare (ha) lahan yang tersedia, 30 ha di antaranya dipakai sebagai tempat wisata. Di situlah pengunjung bisa berkeliling menikmati suasana sejuk dengan pemandangan pepohonan kakao.

Mengunjungi perkebunan kopi dan kakao ini tidak mahal. Tiket masuk hanya Rp3.000 per orang. Begitu masuk, patung rangka bola dengan ukiran daun dan buah kakao terkelupas siap menyapa pengunjung.

Sementara di bawahnya, air mancur mengelilingi tembok penyangga. Di bawah rangka bola, tertulis Coffee and Cocoa Science Techno Park. Di spot ini, banyak pengunjung berswafoto.

Patung rangka bola menjadi titik temu empat arah jalan menuju area perkebunan kakao. Dekat dari situ, berdiri banyak bangunan. Ada tempat bersantai seperti restoran dan kafe.

Selain itu, ada toko oleh-oleh berbahan dasar kakao, gedung-gedung pusat penelitian dan pengolahan kakao dan kopi. Ada juga gedung-gedung bagian pengepakan. Jika ingin berkeliling melihat hamparan pohon kakao, pengunjung bisa menggunakan mobil atau kereta kayu mesin.

"Kalau mau naik mobil kayu, tiketnya Rp10 ribu per orang," kata Juru Bicara Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Didiek Harijadi, Minggu (23/9).

Di tengah area perkebunan, terdapat beberapa tempat kuliner dan bersantai, tempat permainan dan kolam renang. Gazebo berada di beberapa titik. Di gazebo-gazebo ini banyak pengunjung berhenti sekadar memanjakan mata dengan hijaunya dedaunan pohon kakao.

Banyak pengunjung yang menyusup ke tengah perkebunan, mencari spot apik untuk berswafoto. Bagi yang ingin mengetahui proses budidaya kakao dan kopi, petugas akan memandu. Biasanya, tempat budidaya ini dikunjungi rombongan pelajar.

Dia menjelaskan, Puslit Kopi dan Kakao Jember sudah ada sejak era Kolonial Belanda pada tahun 1911. Setelah merdeka, pengelolaannya diambil alih pemerintah Republik Indonesia sejak tahun 1960-an.

"Di Medan pusat penelitian sawit, di Bogor pusat penelitian karet, di Bandung pusat penelitian teh, di Pasuruan pusat penelitian gula, dan di sini khusus kopi dan kakao," kata Didiek.

Khusus untuk wisata perkebunan, baru dibuka pada 2016 lalu. Pada hari kerja, pengunjung yang datang ke sini sekitar 500 sampai 1.000 orang. Sementara Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjungnya antara 2.000 sampai 4.000 orang.

"Puncaknya di Hari Raya, seminggu saja sekitar 70 ribu orang," kata Didiek. (Viva/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mendarat di Bulan Sudah Basi, Cina akan Ciptakan Bulan
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU