Home  / 
Yang Baru di Maros: Kampung Wisata Jaman Old Bertema Bambu
Minggu, 27 Mei 2018 | 15:51:15
SIB/Muhammad Bakri/detikTravel
Kampung Bambu di Maros.
Maros (SIB)- Kabupaten Maros di Sulsel tak hanya punya wisata alam Rammang-Rammang. Yang baru adalah kampung wisata jaman old di Kampung Bambu, Desa Toddopulia.

Selain Bantimurung dan Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki banyak objek wisata menarik. Salah satunya, wisata Kampung Bambu di Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili yang baru dibuka sebulan lalu.

Objek wisata yang satu ini cukup unik, karena selain menyuguhkan pemandangan rimbunan pohon bambu dan hamparan persawahan, di lokasi ini, traveler bisa menikmati ragam permainan tradisional yang semuanya terbuat dari bambu. Mulai dari jungkat-jungkit, hingga tembak-tembakan bambu.

Selain itu, di lokasi wisata yang luasnya sekitar satu hektare ini, juga terdapat sebuah pohon nangka yang dibuat menjadi rumah pohon serta sebuah rumah-rumahan yang terbuat dari ranting bambu untuk berswafoto.

"Ini mungkin satu-satunya dan pertama di Sulawesi Selatan. Ada sebuah objek wisata dengan konsep yang cukup unik. Kami bersama anak-anak senang di sini karena permainannya banyak dan semua masih tradisional," kata seorang pengunjung, Rika Ralisa, Sabtu (12/5).

Tak hanya pemandangan dan ragam permainan tradisional, di Kampung Bambu Toddopulia ini, juga terdapat aneka jajanan tradisional yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Harganya pun terbilang sangat murah, karena semua jajanan itu dibuat oleh warga sekitar.

"Jajanannya banyak, ada makanan berat dan ringan. Murah-murah, karena semuanya, termasuk bahan dasarnya diperoleh di sini dari warga setempat. Anak-anak juga puas bermain karena luas dan aman," lanjutnya.

Destinasi wisata ini serasa semakin komplit dengan aneka buku bacaan yang disiapkan khusus oleh pengelola. Siapapun pengunjung yang datang, dapat meminjam buku bacaan sembari berwisata di dalam areal kampung bambu ini.

"Kami sengaja menyiapkan lapak baca bagi para pengunjung karena kami juga mengusung tema literasi. Jadi bukan hanya sekedar berwisata, pengunjung bisa meluangkan waktunya dengan membaca buku yang kami telah siapkan di sini secara gratis," kata pengelola, Muhammad Sultan.

Pihak pengelola yang notabene merupakan anak-anak muda setempat, mengaku mendapatkan inspirasi membukan objek wisata bambu ini dari berbagai referensi, termasuk yang ada di Temanggung, Jawa Tengah. Dengan perpaduan berbagai konsep, mereka pun menerapkannya di objek kampung bambu di desanya.

Warga setempat pun sangat berperan, mereka saling bergotong royong untuk membersihkan rumpun bambu yang ada di dalam areal wisata, termasuk penyajian jajanan khas bagi para pengunjung. Saat ini, mereka berharap agar kampung mereka bisa semakin ramai dikunjungi.

"Banyak referensi konsep wisata yang kami kolaborasikan, salah satunya di Temanggung. Satu hal, kami juga berusaha meningkatkan pendapatan warga dengan objek ini. Memang tidak ada yang instan, tapi saat ini sudah lumayan ramai," terang Sultan.

Bagi traveler yang hendak berkunjung ke sini, tak usah khawatir merogoh kocek banyak, karena pengelola membebaskan biaya masuk dan parkir, termasuk biaya menikmati ragam wahana di dalamnya. Cukup, siapkan kocek buat menikmati jajanan yang ada di dalamnya.

Jarak dari kota Maros pun, terbilang sangat dekat karena hanya sekitar 15 kilometer ke arah timur. Jalanannya juga sudah lumayan bagus karena telah dibeton. Jadi baik motor maupun mobil, bisa langsung masuk ke area wisata ini. (detikTravel/f)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU