Home  / 
Mengapa Pendakian Gunung Semeru Tidak Boleh Sampai ke Puncak?
Minggu, 8 April 2018 | 13:11:56
SIB/Pradikta/d’Traveler
Jalur pendakian di Gunung Semeru.
Jakarta (SIB) -Mulai 4 April 2018, pendakian Gunung Semeru kembali dibuka. Ingat, pendakiannya hanya sampai Kalimati dan dilarang sampai ke puncak!

Jalur pendakian Gunung Semeru, Lumajang sudah ditutup total pada 1 Januari 2018. Tujuan penutupan itu untuk memulihkan ekosistem di jalur pendakian dan faktor cuaca yang membahayakan.

Namun kini, pendakian Gunung Semeru akan kembali dibuka. Tepatnya, pada hari Rabu lusa, tanggal 4 April 2018. Namun ingat, pendakian hanya boleh dilakukan sampai Kalimati dan tidak boleh sampai ke Puncak Mahameru.

Mengapa tidak boleh sampai ke puncaknya?

"Jadi mulai tahun 2012, status Gunung Semeru itu dinyatakan Waspada atau Level 2 oleh pusat Vulkanologi Gunung Sawur, daerah Lumajang sebagai Pos Pengamatan Semeru. Karena statusnya seperti itu, maka radius aman adalah 1 km dari kawah di puncaknya," papar Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Ranupani, Agung Siswoyo , Senin (2/4).

Agung menambahkan, jika ditarik garis sepanjang 1 km dari Puncak Mahameru, maka batas dari garisnya adalah Kalimati. Oleh sebab itu, titik aman pendakian hanya sampai Kalimati.

"Kalimati dari Puncak Mahameru itu berjarak 1,3 km. Masih aman," katanya.

Agung menjelaskan, aktivitas di kubah lavanya membentuk seperti gunung kecil yang menutup kawahnya dengan volume beberapa meter kubik. Kalau itu sampai meletus besar, letusannya bisa sampai jauh membahayakan.

"Setiap 15-20 menit, itu erupsi kecil di puncaknya. Memang selama ini mengarah ke selatan, tapi kalau ke utara bisa membahayakan pendaki," terang Agung.
Apa bahayanya untuk pendaki?

"Batu-batu pijar dan gas beracun. Itu gas beracunnya yang kami takutkan," tegas Agung.

Maka sekali lagi, Agung menegaskan kalau pendakian Gunung Semeru hanya boleh sampai di Kalimati. Semata-mata, untuk keselamatan pada pendaki sendiri.
"Statusnya dari tahun 2012 masih Waspada sampai kini. Harap pendaki bersabar kalau mau ke puncaknya," tutup Agung. (detik Travel/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPRDSU Tegaskan Hentikan Pembersihan Lahan PTPN II
Wapres JK: Kerajinan Tangan Harus Bersaing dengan Robot
Peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Bumi di Sibolangit Ditandai Tanam Bibit Pohon
Jokowi Bertemu PA 212 Jalin Persatuan
Papua Geram MA Hapus Pajak Air Freeport Rp 3,9 Triliun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU