Home  / 
Hutan Mati yang Eksotis
Minggu, 17 Desember 2017 | 19:20:26
Garut (SIB) -Keindahan Gunung Papandayan seakan tak ada habisnya. Selain padang edelweis yang menawan, ada pula Hutan Mati yang tampak eksotis.

Batang dan ranting pohon yang menghitam memenuhi area Hutan Mati, sementara tanah yang ada di bawahnya nampak berwarna keputihan. Tanah ini merupakan lumpur kawah sisa erupsi yang pernah terjadi. Perpaduan antara hitamnya pohon dan putihnya tanah menghasilkan suatu lukisan alam yang indah.

Hutan Mati ini dapat kita tempuh dari camp David sekitar 3 jam berjalan kaki melalui pondok Saladah, tergantung kecepatan berjalan juga sih. Diawal perjalanan bagi yang tidak terbiasa mendaki, memang terasa berat, tetapi setelah melewati Ghober Hoet, trek akan lebih mudah dan jarak ke Hutan Mati sudah dekat.

Saat terbaik menikmati hutan mati adalah sore hari. Namun bukan berarti saat siang hari hutan ini kehilangan pesonanya. Ketika kabut sesekali datang panorama Hutan Mati semakin cantik dan eksotis.

Karena pemandangannya, Hutan Mati menjadi spot wajib berfoto bagi pengunjung Gunung Papandayan. Terlebih lagi hutan mati yang gersang diapit oleh hijaunya pepohonan dan bukit yang terdapat di sekelilingnya.

Menikmati keindahan Hutan Mati membuat waktu serasa berhenti, enggan rasanya meninggalkan tempat secantik ini. Di balik keindahannya, hutan ini menyimpan cerita tentang erupsi yang terjadi beberapa tahun silam dan letusan terdasyatnya terjadi di tahun 1772.

Perjalanan ke Hutan Mati adalah perjalanan penuh rasa syukur atas keindahan alam Indonesia dan kebesaran Sang Pencipta, sekaligus juga peringatan akan kekuatan alam yang besar. (detikTravel/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Maria Simorangkir Minta Dukungan Warga Sumut
Terima Kirab Obor Paskah Nasional, Bupati Karo Ajak Tingkatkan Kasih Persaudaraan
Pemkab Langkat Beri Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Brandan
Kejaksaan Dairi Gelar Penyuluhan dan Penerangan Hukum di SMAN 2 Sidikalang
Dandim Tetap Pantau Kegiatan TMMD Imbangan 101 di Agara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU