Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Bukan di Eropa, Lembah Cantik Ini Punya Sulsel
Minggu, 19 November 2017 | 12:04:21
Sulsel (SIB) -Alam Indonesia memang juara. Pemandangan cantik ini bukan di Eropa lho! Tapi di Sulawesi selatan, namanya Lembah Ramma.

Sudah pernah dengar nama Lembah Ramma? Iya Lembah Ramma. Selain Danau Tanralili, di Kaki Gunung Bawakaraeng juga menyimpan tempat lain yang tidak kalah menawan dengan Danau Tanralili. Lembah Ramma menyajikan pemandangan hijaunya rerumputan dengan suasana pegunungan yang sejuk, gak kalah deh dengan yang ada di Luar Negeri sana.

Awal tau tempat ini sih dari tahun lalu ketika saya melakukan pendakian Gunung Bawakaraeng. Rekan seperjalanan saya mengatakan bahwa di Kaki Gunung Bawakaraeng terdapat suatu lembah cantik nan menawan. Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma memang tak terpisahkan. Puncaknya menawan lembahnya juga tak kalah mempesona.

Lembah Ramma secara administratif terletak di Kabupaten Gowa. Kabupaten yang lokasinya bersebelahan dengan Kota Makassar. Untuk menuju Lembah Ramma, rute yang dilalui tidak begitu sulit. Dari Makassar, kita harus menuju desa terakhir yang bernama Desa Lembanna.

Desa ini merupakan desa yang sama dengan rute pendakian munuju Puncak Gunung Bawakaraeng. Desa Lembanna terletak di Kecamatan Tinggi Moncong, Malino kurang lebih 80 KM dari Kota Makassar.

Perjalanan saya dan teman-teman saya menuju Lembah Ramma pada Agustus 2017 kemarin. Setelah tiba di Lembah Ramma, kami pun memulai pendakian. Oh iya, di Lembanna tidak ada basecamp sehingga kita memarkirkan kendaraan di rumah-rumah warga.

Perjalanan awal kami melewati perkebunan sayur milik warga. Rute yang sama untuk menuju Puncak Bawakaraeng hingga Pos 1. Pos 1 ini merupakan persimpangan antara menuju puncak Bawakaraeng dan Lembah Ramma. Jika menuju puncak Bawakaraeng kita mengambil jalur kiri dan untuk menuju Lembah Ramma kita harus mengambil jalur kanan.

Dari pos 1 ini jalur yang dilalui masih relatif landai hingga kita menemui sebuah danau kecil yang saya tak mengetahui nama danau tersebut. Setelah melewati danau, kita akan mulai memasuki hutan lumut yang cukup lembab.

Tidak selamanya menuju lembah itu jalan menurun, itulah suatu yang saya dapat ungkapkan. Setelah melewati hutan lumut, perjalanan semakin cukup berat, jalan datar, mendaki kemudian menurun kembali dan menyebrangi sungai hingga beberapa kali, kalau tidak salah hingga 7 kali.

Cukup menguras tenaga, akan tetapi dibawa santai aja sambil menikmati sejuknya udara. Satu lagi jika kita berjalan, kita harus berhati-hati karena banyak sekali kotoran sapi di sepanjang jalan, karena jalur ini merupakan memang dilewati oleh sapi.

Setelah kurang lebih tiga jam berjalan dengan melewati jalan yang naik turun, kami pun tiba di Puncak Talung. Puncak Talung merupakan sebuah bukit yang berada di atas Lembah Ramma. Dari Puncak Talung ini kita sudah dapat melihat keindahan Lembah Ramma dengan tidak tertutup kabut.

Selain itu juga kita dapat melihat Danau Tanralili dari kejauhan. Terkadang beberapa pendaki juga bermalam di Puncak Talung ini. Tetapi yang harus kamu tahu, di lokasi ini tidak terdapat sumber air.

Setelah beristirahat cukup lama di Puncak Talung, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju Lembah Ramma. Perjalanan kali ini kami menuruni bukit dengan jalur yang cukup terjal.

Langsung membayangkan, turunnya saja begini terjalnya bagaimana besok ketika kembali pulang dengan jalur yang terjal begini. Dari Puncak Talung hingga Lembah Ramma menempuh waktu kurang lebih satu jam.

Akhirnya kami pun tiba di Lembah Ramma. Pemandangan padang rumput nan hijau dengan aliran sungai yang indah pun tersaji di depan kami. Air sungai yang begitu jernih langsung kami minum untuk menghilangkan dahaga yang melanda. Beristirahat sejenak, kami pun segera mendirikan tenda karena waktu sudah semakin sore.

Ketika malam di Lembah Ramma, udara cukup dingin dan angin yang begitu kencang. Bintang-bintang terlihat begitu jelas. Sesuatu yang jarang kami lihat jika di kota yang penuh polusi. Pagi hari begitu indah dengan suasana yang begitu sejuk. Dari kejauhan banyak sapi-sapi sedang sarapan pagi dengan memakan rumput di Lembah Ramma. (detikTravel/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Drainase Nagori Pinang Ratus Butuh Pengerukan
Jalan Nasional Jurusan Medan-Kuta Cane Berlubang dan Rawan Kecelakaan
Dianggap Melanggar Perjanjian, Warga Perdagangan Akan Lakukan Demo Tangkahan Pasir
Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Jadi Desa Sukamulia Secanggang
Pemkab Karo Sosialisasi Tata Cara Pemberian Tambahan Penghasilan PNS
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU