Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Tradisi Jualan Lepat Pulut Turun-temurun di Simpang Tele
Minggu, 17 September 2017 | 14:36:05
Tele (SIB) -Tradisi jualan lepat pulut secara turun-temurun dari tahun 1960-an hingga sekarang masih dilestarikan. Lebih kurang 10 warung yang berada  di simpang Tele, Kabupaten Samosir, setiap pagi menyiapkan lepat pulut di depan warung masing-masing.

Hal ini terlihat, Minggu (10/9) di Dusun II, Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Salah seorang pemilik warung, Sahat Tobing (56), menuturkan lepat pulut ini menjadi penganan khas simpang objek wisata Pangururan dari turun-temurun.

"Bahan Lepat ini sangat simple, namun mampu menggugah selera orang yang singgah. Bahannya hanya dari tepung pulut, kelapa, gula merah dan dibungkus dengan daun Sinki," ujarnya.

Salah seorang warga yang singgah, Basrun Matondang (49) mengatakan lepat pulut mempunyai rasa khas yang berbeda dari Lepat lainnya.

"Rasanya tidak lengkap, kalau singgah di simpang ini tanpa memakan lepat pulut khas simpang Tele," tuturnya. (Dik-BS/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pakai Sepeda, Kapolres Deliserdang Dampingi Kapoldasu Tatap Muka dengan Masyarakat
Jalan Diaspal, Warga Beringin Berterimakasih ke Pemkab Deliserdang
33 Putra-Putri Asal Deliserdang Ikuti Program Pembinaan Tes Kesehatan Masuk Anggota Polri
472 Pejabat Pengawas di Sergai Ikuti Uji Kompetensi
UPT Rampah Sosialisasikan Keringanan Pajak Kendaraan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU