Home  / 
Terimakasih dari Ibu Parombus-ombus untuk Pemimpin
* Oleh P Moses Elias Situmorang OFMCap (Direktur Rumah Pembinaan Fransiskan Nagahuta-Pematangsiantar, Sumut)
Jumat, 21 September 2018 | 20:14:35
Reny boru Situmorang seorang ibu parombus-ombus (penjual ombus-ombus) di Kota Sibolga, Sumatera Utara, tiba-tiba menjadi viral di media sosial sejak Sahat Jason pemilik akun facebook Jason.gultom, memposting Reny Situmorang yang sedang berjualan sambil menyanyikan lagu berisi tentang ucapan terimakasih atas perbuatan dan tindakan nyata seorang pemimpin di negeri ini. Reny bernyanyi penuh girang gembira yang diiringi canda dan tawa sambil menjual ombus-ombus.

Ketika ditanya siapa yang menciptakan lagu yang dia nyanyikan dengan lugas Reny berkata, ia sendiri. Lagu itu dia ciptakan sebagai ungkapan kekaguman dan terimakasih kepada seorang pemimpin di negeri ini. Reny yang akrab disapa namboru Dohar mencipta lagu secara spontan karena kagum akan kesederhanaan, kejujuran, kebijakan, keberanian dan kebaikan sang pemimpin yang lebih berpihak pada orang miskin. Kekaguman itu lantas dia coret-coret dalam buku, kemudian menyanyikannya saat berjualan ombus-ombus (sejenis kue jajanan khas Batak dari Siborong-borong, Tapanuli Utara, terbuat dari tepung beras pulut yang diberi gula aren di tengahnya dan dibungkus dengan daun pisang. Orang yang menjual ombus-ombus itu biasa disebut parombus-ombus).

Reny mengaku lancar menciptakan lagu yang berisi ucapan terimakasih kepada Tuhan atas  pemimpin republik ini yang mau turun ke bawah. Dengan lagu berdurasi kurang lebih tiga menit itu, Reny hendak menunjukkan kepada para elit politik bahwa gaya kepemimpinan yang benar adalah, ucapan harus sesuai dengan perbuatan. Jalan hidup yang ditampilkan pemimpin inilah yang  oleh Wallace D Wattle dalam bukunya The Science of Being Great (Ilmu Menjadi Orang Besar) dimaksudkan sebagai mental attitude atau yang biasa disebut dengan gaya pikir yang diperlihatkan dalam gaya hidup. Cara hidup dan keberanian pemimpin yang dekat dengan rakyat menjadi inspirasi salah satu gaya politik yang dibutuhkan oleh Indonesia di masa depan untuk menghidupkan kembali  karakter bangsa yang sudah sempat dibumihanguskan oleh para pemimpin politik dan negara yang sudah cukup lama menjadikan korupsi sebagai tujuan utama politik yang berakibat pada pemiskinan rakyat dalam beragam dimensi.

Meminjam Benyamin R Barber dalam If Mayor Ruled the World (2013), pemimpin yang memiliki seperangkat keterampilan dan kompetensi akan membuatnya paham persoalan sehingga kepemimpinannya nyata dan terjamah oleh warga. Masyarakat merindukan pemimpin yang dicintai karena ketegasan sikap dan kejelasan perbuatan, bukan karena pidato penuh janji kosong. Pemimpin yang sigap, cepat, berani, tegas, kuat, berpikir di luar kelaziman serta kreatif membuat kebijakan dan langkah segar. Seluruh lapisan masyarakat berharap pada sosok pemimpin yang tak hanya suka memerintah tetapi juga mampu mendengar, berempati dan sigap bergerak nyata.

Ungkapan Kasih
Melalui lagu ciptaannya, Reny Situmorang mengajak masyarakat untuk mau dan tulus mengucapkan terimakasih atas perbuatan baik sang pemimpin. Kemampuan berterimakasih adalah bentuk penghargaan. Terimakasih dua kata namun satu makna. Dengan kata terima kita mendapatkan  sesuatu yang bernilai, sebagai ungkapan rasa syukur kita kasih atau memberikan sesuatu terhadap orang yang sudah memberi kita sesuatu. Ketulusan mengucapkan terimakasih akan bermanfaat bagi perkembangan jiwa. Hanya orang yang mampu berefleksi dan berjiwa tenang akan mampu mengucapkan terima kasih secara tulus.

Menyitir ungkapan Dr Al Andang Binawan SJ bahwa kasih itu lebih dari sekedar pemberian. Kasih itu menghidupkan karena ada tiga unsur penting di dalamnya yaitu penghargaan, penerimaan dan pengakuan (Kompas 8 September 2010). Dalam konteks hidup bernegara, penghargaan dimaknai sebagai apresiasi atas dedikasi sang pemimpin yang baik dan benar. Penerimaan lebih terkait pada masih ada kekurangan akibat kelemahan manusia, namun sekalipun masih ada kelemahan dalam diri sang pemimpin, tetapi dia harus tetap diakui sebagai pihak yang ikut bertanggungjawab atas nasib bangsa dan negara. Sementara itu pengakuan sebagai kesempatan untuk menjadikan pemimpin sebagai bagian dari diri masyarakat, melihat dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagai bagian dari diri kita yang senantiasa mau hadir untuk memberi rasa aman. Seseorang yang mampu mengucapkan terimakasih secara tulus dan jujur akan bersemangat dalam menjalani kehidupannya.

Semangat patut dimengerti sebagai daya batin yang menggairahkan. Seorang yang bersemangat seperti terbakar, berkobar tetapi tidak selalu harus berkoar-koar, tidak gampang bahkan seolah tidak pernah akan tergeletak terkapar sekalipun ada rasa gusar. Seorang pemimpin yang bersemangat akan mampu menjalani hidup dengan makna, tujuan dan arah serta langkah yang pasti. Pemimpin yang bersemangat memberi kemampuan dan kemauan untuk bertempur melawan kejahilan dan kejahatan diri dan lingkungan dengan berani mengusahakan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakatnya, biarpun dengan pengorbanan. Semangat untuk berjuang dan memelihara kehidupan patut kita contoh dari setiap ibu yang belakangan disebut emak-emak.

Dalam unggahan di Youtube, ibu Reny Situmorang parombus-ombus dari Sibolga bernyanyi sambil berjualan diiringi dengan tawa dan canda. Reny sadar bahwa canda atau humor selalu merupakan hal yang menarik bagi manusia dan termasuk karena canda bisa memberi suasana meriah dan gembira dalam pertemuan-pertemuan. Orangtua yang mampu bercanda bisa dianggap bersemangat muda, sebaliknya orang muda yang mudah tersinggung dengan  canda tampak seperti tua dan tersingkir dari kehidupan bermasyarakat. Canda yang sehat akan selalu menghasilkan senyum sehat serta tawa, dan karenanya hidup dan beban terasa ringan tanpa beban. Canda juga sebetulnya bisa juga berfungsi sebagai lontaran ide atau pun pembaruan dalam cara bertindak yang keliru atau kurang pas.

Canda juga menjadi tidak sehat ketika sengaja dimaksudkan untuk mengejek atau menghina seseorang, baik secara langsung maupun melalui media sosial yang tujuannya menjadikan orang atau pemimpin tertentu dijadikan objek atau bahan tertawaan. Hal ini bisa menyakitkan hati. Dengan ini dapat dikatakan canda itu harus dilihat seperti matematika yang mempunyai ukuran-ukuran yang proporsional, tidak berlebihan dan tidak berkekurangan. 

Perlu juga diingat canda atau humor tidak sama dengan kepandaian melucu atau melawak, walaupun disertai dengan hal-hal itu. Orang yang senang tertawa dan mudah senyum  belum tentu mempunyai sikap humor. Lalu apa yang dapat digali dari orang yang mengungkapkan sikap humor? Kemampuan semacan itu menunjukkan suatu kedewasaan pribadi serta adanya penguasaan diri. Dengan penampilan humor atau canda, orang memperlihatkan kepekaannya akan segi-segi yang tak langsung terlihat dari suatu masalah atau situasi. Dalam situasi yang terlalu serius dia mampu memperlihatkan kelucuannya. Adanya sikap humor atau canda juga menunjukkan adanya pengenalan dan penerimaan diri yang dewasa. Sekalipun terjadinya spontan dan tak terduga, humor mengandaikan refleksi yang mendalam seperti lagu Reny Situmorang untuk mengungkapkan rasa kagum, simpati dan terimakasihnya kepada sang pemimpin di negeri ini. Mauliate namboru. Horas. (h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU