Home  / 
Membangun Daerah Perbatasan dengan "Palapa Ring"
* Oleh Karel Alexander Polakitan
Jumat, 29 Juni 2018 | 15:30:47
Pemerintah terus membumikan Nawa Cita yang ketiga dari sembilan program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Geliat membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan itu semakin terasa manakala Kabupaten Kepulauan Sitaro (Ondong-Siau), Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna) dan Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane) dilalui proyek "Palapa Ring".

Tiga kabupaten kepulauan yang berbatasan dekat dengan negara tetangga Filipina itu masuk dalam proyek delapan Palapa Ring paket tengah bersama dengan Morotai (Kabupaten Kepulauan Morotai) dan Tidore (Kota Tidore Kepulauan).

Pada wilayah proyek delapan ini akan dibangun lima terminal stasiun, tujuh "link" laut sepanjang 956 kilometer dan sembilan "beach manhole", direncanakan tuntas hingga 30 Juni 2018 mendatang.

"Palapa Ring" merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia termasuk Sulut sepanjang 3.600 kilometer dan akan menjangkau 440 kabupaten/kota.

Pembangunan proyek ini dibagi dalam tiga paket pekerjaan barat, timur dan tengah di kabupaten/kota yang tidak layak secara ekonomi dan bukan merupakan area pembangunan komersial.

Proyek Palapa Ring terbesar ini adalah di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku hingga ke Kabupaten Sangihe dengan total panjang serat kabel optik 2.995 kilometer.

Progres pembangunan Palapa Ring tengah sudah mencapai 77,49 persen dan masuk tahap pemasangan kabel optik bawah laut di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Utara Jeti Pulu kemudian mengusulkan sebanyak 80 titik internet ataupun telepon yang bisa diakses masyarakat di daerah kepulauan.

Titik-titik jaringan telekomunikasi yang bisa diakses masyarakat tersebut sudah diusulkan ke Kementerian Kominfo.

Usulan tersebut, kata dia, adalah tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang berada di pulau-pulau terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang kesulitan mendapatkan akses komunikasi.

Kesulitan itu semakin terasa ketika banyak menara yang sudah dibangun, tapi kemudian tidak difungsikan lagi oleh operator-operator selular.

Dia mencontohkan, di daerah kepulauan warga terkadang harus melaut sampai beberapa kilometer untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi.

"Sinyal telekomunikasi di titik-titik tertentu di daerah kepulauan tidak ada. Harapan kami proyek Palapa Ring bisa menjawab kerinduan warga di sana," kata Pulu.
Terkoneksinya infrastruktur Palapa Ring diharapkan juga ikut meningkatkan sektor-sektor lainnya seperti kesehatan, pariwisata, transportasi, perekonomian hingga pendidikan.

Ketua Komisi I DPR-RI Abdul Kharis Almasyhari saat melakukan kunjungan kerja ke Sulut akhir Maret lalu optimistis Palapa Ring segera terkoneksi sehingga membantu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Indonesia.

Dia mengakui, tertundanya beberapa waktu penyelesaian proyek ini karena kapal yang membantu memasang kabel optik dasar laut sedang digunakan PT Telkom untuk memperbaiki jaringan terputus.

Persoalan jaringan yang belum mendukung sepenuhnya dalam pelaksanaan UNBK di wilayah kepulauan segera tertangani ketika proyek Palapa Ring sudah dioperasikan tahun depan.

Pelaksanaan UNBK di provinsi berpenduduk lebih dari 2,4 juta jiwa itu belum serentak dilakukan (termasuk daerah kepulauan) karena keterbatasan jaringan internet.

Walaupun tahun ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan menargetkan 100 persen pelaksanaan UNBK di semua sekolah.

SELESAI SEPTEMBER
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat melakukan kunjungan kerja ke provinsi berpenduduk lebih dari 2,4 juta jiwa itu akhir Mei lalu memastikan semua konstruksi Palapa Ring tengah bisa diselesaikan pada September tahun ini sehingga mampu dioperasikan pada 2019. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan program "Nawa Cita" yang ketiga.

Apabila selesai, semua kabupaten di Indonesia akan terhubung dengan jaringan tulang punggung serat optik sehingga layanan yang ada di Jawa dan daerah lain tidak memiliki celah yang besar.

"Nantinya jaringan broadband telekomunikasi dapat menjangkau ke wilayah-wilayah tersebut," sebut Menteri Rudiantara.

Menkominfo mengatakan dirinya melihat langsung proyek pembangunan palapa ring tengah sepanjang 1.700 kilometer di laut agar bisa cepat terlaksana dan selesai akhir tahun 2018.

Menteri kemudian meminta fasilitasi Gubernur Sulut Olly Dondokambey agar mempercepat perizinannya sehingga hasil proyek ini bisa segera dinikmati masyarakat Sulut.

Gubernur Olly optimistis masyarakat di daerah kepulauan akan menikmati kualitas jaringan internet yang lebih baik dengan adanya akses telekomunikasi Palapa Ring. Kualitas jaringan internet yang optimal itu ditunjang pemasangan kabel optik bawah laut mulai dari Mokupa (Kabupaten Minahasa), Siau hingga Melonguane dan tersambung ke daerah lainnya.

"Nantinya tidak ada lagi jaringan internet yang terputus. Sehingga semua masyarakat bisa menggunakan internet dengan optimal," katanya.

Ketika pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, transportasi termasuk komunikasi dan informatika maju pesat, daerah kepulauan tidak lagi menjadi belakang, tetapi berandanya Indonesia, ujar Gubernur Soekarwo optimistis. (Ant/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU