Home  / 
Tekan Alih Fungsi Lahan Tingkatkan Akurasi Data
* Oleh Muhammad Razi Rahman
Senin, 23 April 2018 | 17:11:08
Persoalan alih fungsi lahan memang telah mengemuka berkali-kali dan dibahas beragam media, hal tersebut sangat penting untuk diulang-ulang karena juga terkait dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sejumlah pihak yang baru-baru ini mengangkatnya kembali antara lain Ketua Bidang Ekonomi DPP PKS Memed Sosiawan, yang mengingatkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini, yang terjadi adalah masifnya konversi kepemilikan lahan pertanian, terutama di Pulau Jawa sebagai sentra produksi pangan nasional.
Memed memaparkan, dari tahun 2003 sampai 2013, terjadi konversi lahan pertanian seluas 508.287 hektare, termasuk di Jawa Tengah 202.222 ha, Jawa Timur 167.864 ha, Banten 71.519 ha, Jawa Barat 36.389 ha dan DI Yogyakarta 30.302 ha.

Ia berpendapat bahwa masifnya konversi kepemilikan lahan pertanian tersebut meningkatkan jumlah petani gurem secara signifikan dan berpotensi menurunkan produksi sejumlah komoditas seperti beras, jagung dan kedelai.

Menurut dia, dengan besarnya konversi kepemilikan lahan yang menurunkan produksi beras, jagung, dan kedelai, maka Indonesia menjadi semakin tergantung dengan impor pangan.

Selain Memed, sejumlah pihak lainnya di berbagai daerah juga menghendaki agar laju alih fungsi lahan pertanian dapat segera dihentikan oleh pemerintah.

Misalnya Organisasi Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang meminta agar alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan skala besar seperti perkebunan sawit dihentikan.

Koordinator FPPI Mamuju Muh Irfan menegaskan agar segala bentuk alih fungsi lahan pertanian padi dan komoditi palawija petani untuk menjadi perkebunan sawit yang dikelola perusahaan, agar dapat dihentikan.

Muh Irfan mengatakan, pemerintah mesti memperkuat pertahanan pangan daerah dengan mempertahankan pengembangan lahan dan komoditas pertaniannya.
Tidak hanya pedesaan Tidak hanya di perdesaan, semakin maraknya alih fungsi lahan pertanian juga terjadi pula di daerah kawasan perkotaan yang ramai.

Seperti di Jawa Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian umumnya terjadi di wilayah perkotaan.

Kepala Bidang Prasarana dan Tata Ruang Bappeda setempat, Puguh mengemukakan, ada areal sawah yang secara tata ruang sudah ditetapkan untuk perkembangan kota. Sawah-sawah itu yang beralih fungsi.

Puguh mengatakan, areal sawah yang tersebar di wilayah perkotaan Karawang beralih fungsi untuk kepentingan perkembangan kota, sesuai dengan ketentuan tata ruang.

Di Nusa Tenggara Timur, Dinas Pertanian Kota Kupang mengatakan alih fungsi lahan pertanian sebagai lokasi permukiman warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus meningkat sehingga areal persawahan yang sebelumnya seluas 150 hektare hanya tersisa 100 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Hendrik Saba di Kupang, Selasa (27/3) mengatakan, pemerintah kota setempat telah berupaya menghentikan alih fungsi lahan pertanian sebagai lahan permukiman dengan tidak memberikan izin membangun bangunan rumah bagi warga yang membangun diatas kawasan produktif.

Sementara itu, Bupati Serdangbedagai (Sumatera Utara) Soekirman di Seirampah, Jumat (23/3) menilai bahwa tantangan alih fungsi lahan ini dinilai juga menjadi ancaman terbesar dalam upaya peningkatan hasil pertanian di berbagai daerah.

Ia mengatakan, permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan pembangunan pertanian ke depan karena adanya alih fungsi lahan sawah, serta terbatasnya sarana prasarana, infrastruktur dan penerapan teknologi pertanian.

Pada satu sisi, perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk, pemenuhan pangan dan bahan baku industri serta bencana alam, memaksa semua pihak harus lebih berperan aktif dalam pembangunan pertanian dan pengembangan potensi daerah.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menekan alih fungsi lahan pertanian guna mempertahankan sebagai daerah lumbung pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman Kunto Riyadi, Minggu (1/4) mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menekan laju alih fungsi lahan pertanian.

"Total dari awal tahun 2018 hingga bulan lalu, Sleman merupakan lumbung pangan bagi DIY dan ini harus tetap dipertahankan," kata Kunto Riyadi.

Menurut dia, hingga Maret 2018 tercatat alih fungsi lahan sudah mencapai tujuh hektare dan ini diupayakan untuk terus ditekan hingga diharapkan dalam satu tahun tidak lebih dari 100 hektare.

TINGKATKAN AKURASI DATA
Selain menghentikan alih fungsi lahan pertanian, permasalahan krusial lainnya yang dialami sektor pertanian nasional adalah data yang akurat, yang esensial guna menjadi dasar peta jalan yang tepat sehingga Republik Indonesia tidak lagi mengalami ketergantungan tehadap bahan pangan impor ke depannya.

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengutarakan harapannya agar ke depannya lebih banyak lagi perencanaan pembangunan kita berdasarkan data yang akurat, sehingga kecenderungan untuk saling menyalahkan karena data yang berbeda akan hilang, termasuk soal produksi beras yang tiap tahun selalu berbeda.

Menurut Kurtubi, sumber data primer yang akurat harus bisa dimanfaatkan oleh tidak hanya instansi tetapi juga masyarakat sehingga perencanaan pembangunan baik aspek pemerintahan maupun segi bisnis sehingga tidak lagi menerka-nerka tetapi berdasarkan informasi yang faktual.

Politikus Nasdem itu mengingatkan bahwa hingga kini belum ada regulasi yang mengikat seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan untuk menggunakan data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berbasis teknologi penginderaan jarak jauh.

Padahal, menurut dia, data dari satelit tersebut lebih akurat, terintegrasi dan bersifat "real-time", serta aktivitas LAPAN dalam menyediakan citra tegak satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dinilai sangat penting untuk kepentingan nasional.

"Untuk semua bidang sangat bermanfaat terutama untuk rencana pembangunan, potensi kekayaan alam kita baik menyangkut kehutanan, perikanan, pertambangan dan sebagainya," jelas Kurtubi.

Ia mengemukakan bahwa citra penginderaan jarak jauh LAPAN dapat dimanfaatkan di bidang pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, seperti untuk pemetaan lahan pertanian, peramalan pertanian, pemetaan jalur irigrasi hingga menjadi informasi untuk memastikan air mengalir dengan baik ke sawah.

Selain itu, ujar dia, data penginderaan jauh juga bisa dimanfaatkan untuk memantau fase pertumbuhan padi sehingga pemerintah dapat memprediksi hasil jumlah hasil panen.

BADAN PANGAN NASIONAL
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengatakan, Pemerintah perlu membentuk lembaga Badan Pangan Nasional (BPN) untuk meningkatkan ketahanan pangan di Tanah Air dengan cara menyelesaikan beragam permasalahan seperti impor pangan.

Andi mengemukakan bahwa dengan terbentuknya BPN maka akan menjadi pemersatu semua tugas dan fungsi yang ada di kementerian atau lembaga karena menjadi melekat di lembaga pangan tersebut.

Menurut dia, BPN akan menjadi kuat dari segi otoritas dan penting karena dapat mempersingkat rantai birokrasi yang selama ini tumpang tindih.

Ia mencontohkan pelaksanaan seperti kebijakan untuk kuota impor, tarif dan turunannya dapat menjadi satu pintu dengan adanya BPN.

Dengan adanya regulasi pengawasan yang ketat dan jelas dari impor komoditas pertanian, yang dibarengi dengan penghentian alih fungsi lahan serta peningkatan akurasi data pangan, maka cita-cita pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional juga dapat tercapai sepenuhnya. (Ant/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU