Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kadin Samosir Rekomendasikan Konsep Smart City di Samosir
* Oleh : Frans Simbolon SE
Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:35:11
Pulau Samosir adalah Pulau Vulkanik di tengah Danau Toba di Provonsi Sumatera Utara. Pulau dalam pulau dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut menjadikan Samosir menarik perhatian para turis. Pulau Samosir terletak dalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari Kabupaten Toba Samosir, dengan luas 630 Km.

Melihat perkembangan Kabupaten Samosir yang sudah menginjakkan kaki di usia 14, tahun belum terlihat adanya pembangunan yang signifikan karena masih terlalu banyak kekurangan kekurangan di masa pemerintahan sebelumnya.

Saat ini Kawasan Danau Toba meliputi Kabupaten Samosir merupakan 10 kawasan strategis Pariwisata Nasional yang di prioritaskan untuk dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata.

Perhatian Pemerintah Pusat terhadap percepatan pembangunan dikawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir harus segera ditanggapi dengan serius oleh Pemerintahan Kabupaten Samosir agar Kabupaten Samosir tidak menjadi kabupaten yang terbelakang dari 7 kabupaten di kawasan Danau Toba.

Adapun rencana pembangunan yang sudah disusun oleh Pemerintahan Kabupaten Samosir sampai saat ini belum jelas di mata masyarakat karena kurangnya sosialisasi  kepada masyarakat.

Sosialisasi kepada masyarakat sangat dibutuhkan dalam percepatan pembangunan Kabupaten Samosir karena masyarakat juga harus tahu apa yang dikerjakan pemerintahnya sehingga dapat sama-sama bekerja mensukseskan pembangunan itu.

Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Samosir sesuai fungsinya merupakan wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha dengan pengusaha dan pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah Perdagangan Industri dan Jasa.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga mempunyai tugas untuk penyebarluasan informasi mengenai kebijakan pemerintah di bidang ekonomi pembangunan dan hal-hal lainnya kepada pengusaha dan masyarakat yang ada di wilayahnya, kemudian siap bila ada tugas-tugas lain yang diberikan oleh pemerintah.

Pemerintahan Kabupaten Samosir dinilai paling siap di antara kabupaten lain yang berada di kawasan Danau Toba dalam menyongsong program pemerintah yang akan menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia.

Konsep Monaco of Asia adalah konsep  mencontoh Negara Monaco  yang mengandalkan pariwisata sebagai pendapatan utama. Mereka menjual objek - objek wisatanya kepada turis-turis yang datang dan semua kegiatan yang dilakukan harus menghasilkan. Berbagai kegiatan yang tersusun rapi berlangsung sepanjang tahun seperti Balap Mobil Formula1, pertandingan tenis tingkat dunia, lomba kapal pesiar dan sederet kegiatan lainnya. Monaco adalah sorga bagi para pelancong berkantong tebal dan rumah bagi orang orang yang berduit.

Setelah mengenal Monaco barangkali wacana menjadikan Samosir sebagai Monaco of Asia  dapat dilakukan. Kalau Monaco menjual pemandangan lautnya, maka Samosir harus mampu menjual pemandangan Danau Tobanya yang terkenal begitu indah. Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh negara Monaco maka Samosir pun harus demikian. Even even di Samosir harus sudah terjadwal dengan baik dan rapi.Tidak hanya berbentuk even budaya tetapi juga even even yang berkelas dunia dan modern.

Saat ini menjaga kebersihan Danau Toba adalah salah satu prioritas kerja Bupati Samosir. Berbagai pengawasan dari dinas terkait sudah dilaksanakan sehingga nantinya dapat mempertahankan kebersihan air Danau Toba. Kerambah jaring apung juga sudah dibatasi karena sangat rentan dengan kotoran sisa limbah pakan ikan.

Prioritas lain  Bupati Samosir adalah Pembangunan Tata Kota, Parawisata dan Pertanian yang dinilai sangat penting untuk dikembangkan ke depan agar kota Samosir lebih indah nyaman, bersih dan berbudaya.

KONSEP SMART CITY
Sedangkan untuk pengembangan Kabupaten Samosir ke depan Kadin Samosir merekomendasikan kepada Bupati Samosir  memakai konsep Smart City sebagai konsep kota pintar untuk dipergunakan di Kabupaten Samosir karena konsep Smart City adalah solusi bagi Samosir untuk menciptakan suatu wilayah yang aman kondusif dan menyenangkan dengan berbasis teknologi.

Konsep Smart City atau kota cerdas adalah konsep kota yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat, sehingga mampu mengantisipasi kejadian yang tak terduga .

Dalam buku Pengenalan dan Pengembangan Smart City, kota cerdas didefenisikan sebagai suatu konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Konsep Smart City mengajarkan kepada masyarakat, di dalam melaksanakan kegiatan sehari hari dengan menggunakan teknologi. Sementara itu, keterampilan menggunakan teknologi seperti fasilitas menggunakan internet dan telepon seluler atau SIM Card sepertinya sudah melekat dengan keseharian masyarakat Samosir. Fenomena ini merupakan salah satu modal utama penciptaan kota cerdas atau Smart City.

Yang harus diwaspadai sebelum membentuk Smart City adalah jurang pemisah antara teknologi dengan cara berfikir masyarakat atau yang disebut Cultural Lag. Ini harus segera diselesaikan agar teknologi yang cerdas bisa berperan dalam membangun masyarakat yang cerdas sehingga perkembangan teknologi dan perkembangan sosial sejalan dan tidak terpisahkan.

Membangun cara berfikir masyarakat Samosir memang tidak ada jalan lain. Harus berfikir maju meletakkan teknologi menjadi suatu kebutuhan  mengakses segala hal. Terutama yang berhubungan dengan informasi, masyarakat yang sudah maju membiasakan diri memakai teknologi dalam bekerja, kemudian berkarakter lebih sopan, ramah, mudah senyum dan mengupayakan rasa nyaman buat wisatawan yang berkunjung ke Samosir. Dengan demikian, konsep Smart City ini diyakini dapat mengubah  Samosir menjadi kota tujuan wisata dunia karena sudah memakai teknologi dalam kegiatan sehari harinya.

Pembentukan Smart City memerlukan pola fikir yang kritis dari pemerintah daerah karena tiap daerah memiliki permasalahan yang berbeda, sehingga pemerintah daerah menyesuaikan apa yang perlu dibuat daerahnya masing masing. Jadi tidak meniru atau mengcopy paste dari daerah lain karena permasalahan yang dihadapi mungkin berbeda.

Smart City bukanlah sebatas mengenal command center dan aplikasi pendukung, namun pertama tama pemahaman menyeluruh mengenai konsep Smart City haruslah dimiliki oleh tiap pemimpin daerah sehingga teknologi yang dibuat dapat digunakan sebaik dan seefektif mungkin. Tiap pemimpin daerah harus berfikir maju dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Pembangunan Smart City haruslah menjawab permasalahan kotanya, sehingga setiap pemimpin daerah  harus dapat lebih pintar dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Pembentukan Samosir Smart City ( SSC ) perlu dilakukan sehingga konsep ini nantinya dapat berjalan sesuai yang diharapkan dengan menjawab setiap permasalahan yang ada di Kabupaten Samosir.

Samosir Smart City ( SSC )  mencoba membuat rancangan apa saja yang paling dibutuhkan oleh Kabupaten Samosir saat ini untuk menjawab kebutuhan warga dan turis yang datang. Kemudian perlu juga untuk membuat bagaimana hubungan administratif antara warga dan pemerintah dapat berjalan dengan cepat dan mudah.

Samosir Smart City ( SSC ) perlu merealisasikan e-people ( manusia ), e-governance ( pemerintahan ), e-economy ( ekonomi ), e-living ( kehidupan ), e-mobility ( mobilitas ), e-environment ( lingkungan ) dan e -pengaduan dan aspirasi.

Pada aspek Smart People perlu kiranya dikeluarkan Kartu Samosir Pintar yang diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga Samosir dalam transaksi elektronik dan dapat membantu pengumpulan data untuk analis pola kegiatan pemilik Kartu Samosir Pintar ( KSP ).

Pada aspek Smart Governance perlu ada terobosan dari Samosir Smart City (SSC) dengan membuat sistem Pengaduan Qlue yang dapat digunakan oleh publik dan pelayan publik secara efektif dan memangkas waktu birokrasi pelayanan keluhan.

Pada aspek Smart Economy, SSC diharapkan dapat membangun kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Samosir untuk membangun berbagai sektor pendukung ekonomi yang dibutuhkan oleh pengusaha dan petani yang ada di Samosir. Kemudian  juga bekerja sama dengan TokoPedia dan Traveloka dengan fokus sektor UMKM termasuk perhotelan yang ada di Indonesia sehingga melalui kerjasama yang dibangun dapat bermanfaat bagi pelaku ekonomi dan masyarakat Samosir.

Pada aspek Smart Living, SSC menjalankan tugasnya dengan mengintegrasikan sistem CCTV di Samosir yang digunakan untuk pemantauan, sehingga Pemerintah Kabupaten Samosir bisa memantau situasi seluruh wilayah kota kecamatan dan memantau situasi lalu lintas jalan raya, tempat tempat parawisata, keadaan pantainya bersih apa tidak hingga kondisi tempat pembuangan sampah. Dalam pemantauan sampah, Bupati dapat memantau sampah yang masuk ke TPA itu setiap hari ada berapa ton. Kemudian  truknya berapa, dari mana saja truk itu mengangkat sampah, itu dapat dilakukan Bupati hanya dari ruangan kantornya.

Pada aspek Smart Mobility, kerjasama dilakukan oleh SSC dengan pihak perusahaan transportasi umum, perusahaan angkutan antar jemput, dan angkutan aplikasi yang dapat dipergunakan  oleh masyarakat dan turis yang ada di Samosir dan dapat dipergunakan oleh SSC untuk menganalisis pola penggunaan tranportasi umum yang berguna bagi pengembangan kebijakan dan perencanaan tata kota Samosir.

Pada aspek Smart Envirinment, SSC bertugas melakukan pendataan daerah daerah yang layak huni didukung oleh manajemen sumber daya alam dan menjaga kelestarian lingkungan termasuk merelokasi kandang kandang hewan yang tidak pada tempat yang semestinya.

Pada aspek Smart Pengaduan dan Aspirasi, SSC bertugas melakukan pengumpulan aspirasi aspirasi warga masyarakat Samosir mengenai apapun, terutama hal hal yang membangun sesuai keinginan warga masyarakat Samosir. Melalui Smart Pengaduan bisa dimanfaatkan apa sebenarnya kelemahan kelemahan yang masih harus diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Samosir.

Kadin Samosir yakin 7 pilar Smart City di atas dapat membuat perubahan besar buat kemajuan kabupaten Samosir (Negeri Indah Kepingan Surga). (Penulis  adalah Ketua Kadin Samosir)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU