Hotel Tapian Nauli
Home  / 
TNI Harus Kuat dan Profesional
* Oleh: Ramen Antonov Purba
Kamis, 5 Oktober 2017 | 15:30:36
Tanggal 5 Oktober 2017 Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hut ke 72 mengambil tema, "Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Berdaulat, Berkepribadian, Adil dan Makmur". Tema mulia, memiliki makna dalam, dan menyeluruh. TNI sepertinya ingin merefleksikan niat, tekad dan semangat patriotik dan profesionalisme prajurit TNI untuk selalu berbuat dan berkarya lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih berkapasitas. Di balik tema yang megah, TNI harus berbenah. Di daerah banyak Prajurit TNI yang bermasalah. Pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sebagaimana aturannya. Panglima TNI juga menjadi sorotan terkait informasi senjata yang diungkapnya sewaktu bertemu dengan purnawirawan TNI. Harus ada perbaikan dalam tubuh TNI sehingga tema megah tersebut dapat diimplementasikan dan diwujudnyatakan.

TNI lahir dari rakyat dan berjuang juga untuk rakyat. Bagaimana dulu para prajurit ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Para prajurit berperang sampai titik darah penghabisan. Dengan dukungan rakyat, TNI pada waktu itu mampu membebaskan tanah air dari tangan penjajah. Sikap patriotik sejati dan peningkatan profesionalisme serta keberadaannya dicintai rakyat adalah kunci kekuatan TNI dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan.

Dengan kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan rakyat, dapat diyakini akan menjadi daya tangkal yang dahsyat guna menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan NKRI serta mewujudkan Indonesia berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Kondisi Indonesia yang saat ini serba sensitif sangat membutuhkan prajurit-prajurit TNI dalam melakukan pengamanan. Rakyat harus dilindungi dari pihak-pihak yang berupaya untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

TNI kedepan harus menunjukkan TNI sebagai prajurit pejuang dan pejuang prajurit, yang cinta negara, cinta bangsa, cinta rakyat, dan cinta kehidupan. Makna kepatriotan ditujukan untuk mengawal demokrasi dan menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI secara profesional, menuju Indonesia yang aman dan sejahtera. Jangan ada lagi prajurit TNI yang menjadi 'beking' untuk hal yang tidak baik, seperti judi dan narkoba. Jangan ada lagi prajurit TNI yang bersengketa dengan penegak hukum lain. Jangan ada lagi prajurit TNI yang arogan dan tidak mau tunduk dengan aturan. Kuatnya TNI juga bergantung kepada orang yang tergabung didalamnya. Ketika ada yang melakukan kegiatan yang negatif dan mengganggu ketertiban umum, institusi TNI lah yang akan menjadi sorotan. Jika ingin menjadi lebih kuat dan profesional, semua elemen yang ada di tubuh TNI harus berkomitmen untuk mewujudkannya. Jangan sampai TNI menjadi musuh rakyat karena banyak prajuritnya yang melakukan tindakan meresahkan rakyat.

TNI lahir dari pejuang tanpa memandang suku, ras, golongan, atau agama. Melainkan dilandasi semangat gotong royong untuk mengusir penjajah. Hendaknya filosofi ini terus melandasi hati para prajurit TNI sekalian. Bangsa dan negara ini sangat membutuhkan TNI demi stabilitas keamanan nasional yang baik. Negara dan bangsa ini jangan sampai dirasuki oleh paham-paham radikal seperti yang sebelumnya beberapa kali terjadi. Kita menyerahkan keamanan tersebut sepenuhnya kepada TNI. Rakyat juga harus mengambil peranan. Rakyat juga harus menjaga agar situasi dapat tetap kondunsif.

Dengan tidak terlibat dengan aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sudah cukup membantu. Rakyat juga diharapkan jangan mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sinergi antara TNI dengan rakyat, negara ini akan aman, tentram, dan terhindar dari aksi-aksi radikal dan anarkis.

Hindari Politik Praktis
TNI dari dulu tidak diijinkan untuk terlibat dengan politik. Baiknya hal ini terus dijaga. Ketika TNI berpolitik, sangat rentan dengan polemik dan berpotensi konflik. Terlebih jika TNI dengan sengaja dimanfaatkan oleh elit-elit tertentu. TNI merupakan kekuatan besar yang jika disalahgunakan akan menimbulkan kehancuran. Dua tahun lagi di 2019, Pilpres akan dilakukan. Tak dapat dipungkiri jika banyak kepentingan beberapa pihak-pihak tertentu. Kita kembali mengingatkan agar TNI maupun organ didalamnya untuk tidak terlibat politik praktis. Jika memang tidak bisa dihindari, lebih baik berhenti atau pensiun dini. Hal tersebut akan lebih terhormat daripada ujung-ujungnya menimbukan polemik.

Kuat dan Profesional
Kita berharap ke depan TNI akan semakin kuat dan profesional. Untuk menjadi kuat dan profesional, TNI tentu harus melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud, apakah perubahan pola kepemimpinan, pola komunikasi, dan pola kepribadian dan mental. Pola kepemimpinan yang selama ini satu arah, harus diganti dengan dua arah. Jadi bawahan juga dapat memberikan masukan kepada atasannya. Pola komunikasi jika selama ini sifatnya kaku, dapat lebih fleksibel bukan berarti tidak tegas. Jadi bawahan ketika diperintah juga dapat menikmati perintah tersebut dan dapat menjalankannya dengan nyaman. Pola kepribadian dan mental ditujukan kepada seluruh korp TNI tanpa melihat jabatannya.

Kepribadian dan mental merupakan hal yang penting karena berhubungan dengan komunikasi dan pola kepemimpinan. TNI jangan sampai menakutkan rakyat. Tetapi harus bersahabat dengan rakyat. Salah satu caranya dengan merubah kepribadian dan mental. Banyak lagi cara untuk menjadi kuat dan profesional. Intinya adalah evaluasi diri dan mau untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. Ke depan TNI harus semakin maju dan semakin berbuat lebih banyak untuk bangsa dan negara. Sehingga Indonesia akan semakin stabil kondisi keamanannya, rakyatnya merasa aman dan tentram, tentunya sejahtera. Hut TNI ke 72 untuk Indonesia yang lebih baik. Selamat Hut TNI yang ke 72. Jayalah TNI, Jayalah Indonesia. (Penulis Pemerhati Masalah Sosial, Politik, dan Kemasyarakatan. Pengajar di Politeknik Unggul LP3M Medan/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pakai Sepeda, Kapolres Deliserdang Dampingi Kapoldasu Tatap Muka dengan Masyarakat
Jalan Diaspal, Warga Beringin Berterimakasih ke Pemkab Deliserdang
33 Putra-Putri Asal Deliserdang Ikuti Program Pembinaan Tes Kesehatan Masuk Anggota Polri
472 Pejabat Pengawas di Sergai Ikuti Uji Kompetensi
UPT Rampah Sosialisasikan Keringanan Pajak Kendaraan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU