Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Menuju Panggung Sidang Majelis Umum PBB ke-72
* Oleh Aditya E.S. Wicaksono
Rabu, 20 September 2017 | 13:57:58
Mulai Minggu malam waktu setempat, polisi kota New York menutup sejumlah ruas jalan yang berada di sekitar Gedung Sekretariat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang terletak di First Avenue dan 42nd Street, Manhattan.

Warga Kota Manhattan akan kedatangan tamu penting yaitu perwakilan dari negara-negara di dunia yang akan bertemu di markas besar PBB di kawasan Turtle Bay awal pekan ini guna membahas berbagai isu penting pada skala global pada pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-72.

Rangkaian kegiatan SMU PBB ke-72 telah dimulai pada Selasa (12/9) sementara Debat Umum akan dibuka pada Selasa (19/9).

Gedung Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, yang berlokasi di 325 East 38th Street, tak jauh dari Gedung Sekretariat PBB, dalam beberapa hari terakhir menjadi lebih sibuk dari hari-hari biasanya karena menjadi markas anggota delegasi Indonesia untuk mempersiapkan dan mengemas agenda Indonesia yang akan dibawa pada sidang umum tahunan PBB tahun ini.

Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum PBB hingga Senin (25/9) nanti.

Sidang Majelis Umum tahun ini telah mengeluarkan rangkuman agenda dari delapan topik yang dibagi menjadi tiga grup yaitu, pendidikan, konvensi lingkungan dan perkembangan sosial; perdagangan, gender dan perkembangan manusia, serta globalisasi dan agenda 2030, teknologi dan inovasi dan water dan sanitasi.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini antara lain soal perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan berkelanjutan, kemajuan HAM dan reformasi PBB.

Sidang tahunan PBB tersebut bisa digambarkan seperti pasar internasional tahunan yang dimanfaatkan oleh 193 negara anggota untuk mengangkat berbagai isu internasional.

Wapres RI akan didampingi oleh sejumlah menteri antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Sidang tahunan PBB tahun ini.

Isu yang juga menjadi fokus bagi Indonesia tahun ini adalah rencana pecalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, kata Arrmanatha.
Dalam sidang tahunan PBB yang berlangsung kurang lebih dua pekan tersebut bisa terdapat ratusan pertemuan.

Delegasi Indonesia sendiri menurut rencana akan menghadiri 200-an kegiatan dan pertemuan di New York.

Sidang Majelis Umum PBB akan menjadi tempat yang paling tepat untuk Indonesia untuk melakukan kampanyenya dalam upaya menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu dengan hanya 35 pertemuan bilateral, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi tahun ini akan lebih sibuk karena dijadwalkan akan menghadiri sekitar 70 pertemuan bilateral di New York.

DK PBB beranggotakan 15 negara. Lima di antaranya adalah anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Cina dan Prancis. Sementara 10 anggota tidak tetap dipilih untuk setiap periode 2 tahun. Berbekal pengalaman pernah tiga kali menjabat sebagai anggota tidak tetap DK PBB, yaitu pada tahun 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008, Indonesia meluncurkan kampanye pencalonannya sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020 pada Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.

Indonesia negara yang memiliki syarat-syarat utama untuk terpilih dalam pemilihan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 dan Indonesia siap untuk itu, kata Menlu Retno Marsudi saat meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia di markas PBB tahun lalu. Indonesia bersaing dengan Maladewa untuk memperebutkan kursi perwakilan di DK PBB dari kawasan Asia Pasifik untuk periode 2019-2020.

Postur Indonesia sebagai negara berpenduduk keempat terbesar dunia, negara demokrasi terbesar ketiga dunia, dan negara berpenduduk Muslim terbesar dunia menjadi modal negara kepulauan tersebut untuk mencalonkan diri.

Indonesia menjadi bukti bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan penguatan perempuan dapat terjalin dalam satu harmoni, demikian Menlu Retno dalam pidatonya.

Dengan lebih dari 17 ribu pulau yang didiami oleh lebih dari 1300 kelompok etnis, Indonesia merupakan model bagi toleransi dan pluralisme, nilai yang senantiasa diproyeksikan oleh Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain.

Menlu Retno Marsudi ketika ditemui di Gedung PTRI New York, Minggu malam mengatakan bahwa dalam konteks upaya kampanye pencalonannya sebagai anggota tidak tetap DK-PBB, Indonesia mengusung beberapa prioritas jika terpilih.

Indonesia ingin berkontribusi untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di tingkat global dengan menarik pengalamannnya berkontribusi menciptakan ekosistem perdamaian dan keamanan di kawasan.

Dalam hal ini beberapa isu yang ditekankan adalah bagaimana adanya sinergi yang lebih baik antara organisasi di tingkat kawasan dan di tingkat global.

Kedua, apabila terpilih, fokus Indonesia adalah bagaimana meningkatkan sinergi antara masalah perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Di sini Indonesia ingin memastikan bahwa perdamaian, keamanan dan stabilitas dapat mendukung implementasi agenda pembangunan 2030.

Sedangkan fokus ketiga bagi Indonesia adalah mengenai kerjasama global dalam merespon tantangan-tatangan global yang sifatnya lintas batas seperti terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme yang dapat mengancam perdamaian dunia dan pencapaian agenda pembangunan 2030, terang Menlu.

Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB akan berlangsung pada Juni 2018 sedangkan Indonesia harus mendapatkan dukungan dari 129 negara sebagai ambang batas agar terpilih.

Sejak peluncuran kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia telah secara berkesinambungan melakukan kampanyenya seperti di tingkat bilateral, ketika bertemu dengan perwakilan negara-negara sahabat, Menlu Retno selalu mengangkat prioritas dan tujuan Indonesia untuk meraih dukungan dari negara-negara sahabat.

Demikian juga di pertemuan tingkat kepala negara maupun di tingkat menteri lainnya.

Indonesia juga rajin menggelar berbagai pertemuan membahas tema terorisme dan isu-isu perdamaian, keamanan dan stabilitas baik di skala nasional maupun internasional.

Selain itu, komitmen Indonesia dalam konteks berkontribusi terhadap perdamaian dunia secara nyata terlihat dari keterlibatan pasukan keamanan Indonesia dalam pasukan penjaga perdamaian PBB.

Indonesia mempunyai komitmen untuk menyumbang 4.000 pasukan perdamaian PBB hingga 2019. Tahun ini Indonesia sudah memenuhi kurang lebih 2.800 dari 4.000 pasukan yang menjadi komitmennya kepada PBB. (Ant/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pesawat Bertenaga Listrik Meluncur pada 2020?
Unik, RS di China Punya Robot Suster
Teknologi E-Voting Laris untuk Pemilihan Kepala Desa
Apple Bakal Tinggalkan Pembaca Sidik Jari Demi Sensor Wajah
OnePlus Ketahuan Koleksi Data Pengguna Tanpa Permisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU