Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Fokus Dewan: Tragedi Mudik Jangan Terulang
* Oleh Muhammad Razi Rahman
Senin, 19 Juni 2017 | 13:51:02
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, anggota DPR RI saat ini mengadakan kunjungan ke daerah dan melakukan berbagai aktivitas memantau persiapan arus mudik terkait dengan Lebaran tahun 1438 H/2017 M.

Kegiatan tersebut penting, antara lain untuk memastikan para pemudik mendapat fasilitas perjalanan yang aman, nyaman dan lancar sehingga kegiatan silaturahim dengan kerabat yang menjadi tradisi lebaran bisa dilakukan dengan tenang dan lancar.

Tahun lalu situasi mudik diwarnai dengan peristiwa tragis akibat kemacetan lalu lintas yang parah pada akses pintu tol Brebes Timur-yang kemudian dijuluki sebagai Brexit, Brebes Exit, membuat pemerintah mendapat kritik dari berbagai pihak.

Belajar dari kenyataan itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Michael Wattimena menginginkan berbagai pihak terkait sekarang benar-benar mempersiapkan jalur alternatif bagi arus mudik guna mengantisipasi agar kejadian seperti di Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) tidak terulang.

Anggota dewan dari Fraksi Demokrat yang telah memimpin kunjungan Komisi V DPR ke Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/6) itu mengusulkan satu solusi yaitu menyiapkan jalur fungsional alternatif, sehingga para pemakai jalan tidak menumpuk pada satu jalan saja.

Michael mengutarakan harapannya agar dengan memastikan berbagai persiapan maka tragedi tahun 2016 tidak akan terulang kembali, apalagi bila sampai memakan korban jiwa.

Selain kondisi jalan, kegiatan koordinasi antarlembaga yang terlibat dalam penyiapan dan pelayanan kegiatan mudik lebaran, perlu mendapat perhatian, seperti yang sempat diungkapkan oleh anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS Nurhasan Zaidi.

Koordinasi antarlembaga merupakan faktor esensial guna mencegah tragedi 'Brexit' agar tidak terulang kembali pada masa mudik kali ini.

Nurhasan Zaidi menegaskan, koordinasi antara pemangku harus berorientasi kepada tiga hal, yaitu keamanan, kenyamanan dan keselamatan serta dilakukan dengan terpadu, tidak ada satu lembaga yang merasa paling penting.

Mudik lebaran merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebagian besar warga kota untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman, kepadatan arus lalu lintas khususnya di pulau Jawa pada hari-hari sekitar lebaran itu juga memerlukan perhatian dari para pemakai jalan.

Bila pemerintah sudah melakukan persiapan dan menyediakan fasilitas untuk melancarkan arus lalu lintas, maka diharapkan masyarakat pun membangun kultur untuk lebih peduli terhadap kedisiplinan berlalu-lintas serta mejaga keselamatan.

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra Novita Wijayanti juga mengemukakan pandangannya bahwa dengan persiapan yang baik oleh pemerintah untuk melancarkan arus mudik serta kepatuhan dan kedisplinan berkendara oleh warga, maka kepadatan arus mudik juga dipastikan bisa terurai dan pelaksanaan angkutan lebaran juga bisa berjalan dengan baik.

Syarief Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR dari Fraksi Nasdem menyatakan bahwa menilik berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah, terlihat ada perbaikan dari sistem penanganan dan pengamanan arus mudik di bandingkan tahun lalu.

Syarief juga menginginkan agar posko-posko terpadu yang disiapkan pemerintah untuk membantu pemudik benar-benar memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk bila harus menangani pemudik yang sakit atau mengalami masalah dengan kendaraannya.

PEMERINTAH SERIUS
Menanggapi keinginan berbagai pihak agar tragedi "Brexit" tidak terulang lagi, Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa yang menyatakan pemerintah serius mencari solusi kepadatan Brexit pada tahun lalu.

Irjen Royke Lumowa melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/6) menyebutkan tentang rencana pengoperasionalan jalur Tol Gringsing sebagai upaya mencegah kemacetan di jalur Brebes.

Tol tersebut rencananya akan difungsikan 19 Juni 2017 dan dibuka bergantian satu arah saat arus mudik serta saat arus balik.

Kementerian Perhubungan akan melakukan pengaturan arus mudik di pintu di Gerbang Tol Brebes Timur alias Brexit.

"Setelah kita evaluasi memang Brexit itu tetap akan difungsikan sebagai jalur mudik. Kita sudah rencanakan, untuk Brexit yang kita lakukan suatu pengamatan dan perencanaan yang lebih dalam dengan beberapa kementerian dan kepolisian," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (15/6).

Brexit terletak di jalur tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari jalan tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten, dengan Banyuwangi, Jawa Timur yang direncanakan akan melintang sepanjang 57,5 kilometer dan melewati 4 daerah, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang.

Kesungguhan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas arus mudik lebaran terlihat dengan berbagai persiapan dan pemeriksaan langsung progres persiapan fasilitas tersebut, termasuk oleh Menhub Budi Karya Sumadi yang mengunjungi pintu tol Brexit di Jawa Tengah beberapa kali, antara lain pada tanggap 21 Mei 2017.

Ketika itu, menurut Menhub Budi Karya Sumadi, berdasarkan pengamatan yang dilakukannya telah terdapat perkembangan signifikan terkait konstruksi jalan tol sehingga telah terbangun sekitar 110 km dan diharapkan saat Lebaran nanti beroperasi fungsional dari Brebes Timur hingga Weleri, Kendala.

Menhub juga memastikan jalan yang dapat diakomodasi ada tiga pilihan yaitu jalur selatan, tol Cipali, serta jalur Pantura. Dia juga memastikan bahwa pihaknya selain dengan Polri juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Pertamina.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berupaya keras agar jalan tol Trans Jawa sepanjang 115 km mulai dari Pintu Tol Brebes Timur hingga Weleri dapat berfungsi dan dilalui pada H-10 Lebaran 2017.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dengan difungsikannya jalan tol sepanjang 115 km tersebut, maka diharapkan dapat banyak membantu warga agar tidak terjebak kemacetan dan dapat dilakukan rekayasa lintas secara lebih leluasa.

Kementerian PUPR juga akan berkoordinasi intensif dengan Korlantas Kepolisian RI dan Kementerian Perhubungan dalam rekayasa lalu lintas.

"Dari exit Brebes hingga exit Batang nantinya akan disiapkan enam akses keluar yakni dua ke arah Utara dan empat ke Selatan, seperti Slawi dan Purwokerto," ujarnya.

Selain itu jalan tol yang difungsikan akan dilengkapi enam tempat istirahat yang di dalamnya sudah ada toilet dan musholla. Sementara untuk stasiun pompa bensin akan dikoordinasikan dengan PT Pertamina.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan dan sinergi yang juga ditingkatkan antar-instansi terkait, maka para pemudik pada Lebaran kali ini juga bisa berharap agar perjalanan mudik yang akan mereka laksanakan tidak akan lagi diwarnai oleh tragedi yang sebenarnya dapat dihindari. (Ant/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Binjai Musnahkan 6,5 Kg Ganja dan 18 Gram Sabu
Timur Tumanggor Camat Percut Seituan yang Baru
Tangkap Ikan di Perairan Indonesia, Warga Thailand Dituntut Bayar Denda Rp200 Juta
Berkas Partai Perindo Lengkap, Kader Diminta Terus Konsolidasi
160 Hektar Lahan Disiapkan Dukung Program 1000 Desa Organik di Sumut
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU