Home  / 
Sri Hartati dan Widari Juara Dunia Angkat Berat
Kamis, 8 November 2018 | 16:06:52
SIB/Istemewa
JUARA DUNIA: Widari (kanan) mempersembahkan medali emas pada 39th World Open Powerlifting Championship 2018, di Halmstad, Swedia, Rabu (7/11).
Halmstad (SIB) -Sri Hartati dan Widari mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Swedia. Sri Hartati juga mencatat rekor dunia dari total angkatan. 

Sri turun di kelas - 57 Kg putri di 39th World Open Powerlifting Championship 2018, di Halmstad, Swedia. Di ajang yang berlangsung mulai 5-10 November itu Sri sukses membuat angkatan squat 225 Kg, yang juga merupakan rekor dunia baru.

Sementara, Sri membuat angkatan bench press 150 Kg. Sri hanya gagal sekali dalam angkatan kedua deadlift hingga kemudian sukses di angkatan yang sama 190 Kg. 

Sri pun membukukan total angkatannya mencapai 565 Kg. International Powerlifting Federation (IPF) mencatat angkatan total itu sebagai rekor dunia baru.
Di kelas itu, medali perak direbut lifter asal Rusia, Ryzhkova Anna, dengan angkatan total beban seberat 550 Kg. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Kharlysheva Victoria (Rusia) dengan total beban seberat 525 Kg.

Melalui hasil Sri juga, Indonesia berada di urutan ketiga dunia poin negara yakni 21 poin. Sementara, peringkat satu Rusia 37 poin dan Jepang peringkat dua dengan jumlah 22 poin.

"Sebenarnya ada dua lifter kita. Sebelumnya Eko Yuli Irawan di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Turkmenistan, luar biasalah. Alhamdullilah di angkat berat kita juara dunia juga," kata Ketua PB PABBSI, Rosan P Roeslani, Rabu (7/11).

"Saya sebagai Ketua Umum PB PABBSI yang menaungi angkat besi, angkat berat, dan binaraga bersyukur karena memang program pelatihan yang kami lakukan alhamdullilah memberikan hasil," dia menambahkan. 

Sri merupakan atlet angkat berat yang sudah langganan juara. Agar tak hanya Sri, PABBSI mengatakan telah berupaya melakukan regenerasi dengan melakukan banyak kejuaraan-kejuaraan junior.

"(Teratment) Kami berlakukan yang sama antara angkat besi dan angkat berat. Kami selama setahun dua kali melakukan kejuaraan junior dari tingkat SD dan SMP. Yang kedua, atlet junior juga sudah mulai kami pelatnaskan. Kami juga identifikasi bersama Pengurus Daerah setempat dan mengirim atlet ikut kejuaraan," dia menjelaskan.

"Harapannya dengan ini ada kesinambungan dan atlet yang mengharumkan nama bangsa tidak hanya itu- itu saja," ujar dia berharap. 

Widari Juga Raih Emas 
Sementara itu, Widari juga mempersembahkan medali emas Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2018. Dia menjadi yang terbaik di kelas 47 kg. 

Indonesia meraih emas kedua di 39th World Open Powerlifting Championship 2018, di Halmstad, Swedia. Setelah Sri Hartati menjadi juara dunia di kelas -57 kg, Widari pun menjadi yang terbaik pada kelas 47 kg. 

Widari berhasil menggenggam dua medali emas dari kelas 47 kg dalam persaingan Rabu (7/11). Dua emas itu diperoleh Widari dari angkatan bench press seberat 141 kg, yang juga masuk dalam rekor dunia. Emas kedua diraih dari angkatan dead lift dengan beban seberat 175 kg.

Atlet berusia 27 tahun itu mendapat medali perak dari total angkatannya 476 kg, setelah tak berhasil di angkatan squat dengan catatan 160 kg. (detiksport/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU