Home  / 
Atlet Wushu Indonesia Raih Emas di Festival Shaolin China
Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:40:00
Jakarta (SIB)  -Atlet wushu Indonesia Ghaniya Zada Achari meraih medali emas dalam Festival Shaolin Wushu Internasional di Zhengzhou, China, yang digelar sejak 19-23 Oktober.

Ghaniya yang merupakan murid dari Perguruan Inti Bayangan Jakarta keluar sebagai yang terbaik di nomor changquan atau tangan kosong di kelas A di bawah 12 tahun, Minggu (21/10).

Tidak saja Ghaniya, sang adik Emir Fadilghani Achari juga menorehkan prestasi di ajang tersebut. Hanya saja, Emir harus puas dengan medali perunggu.

Jika Ghaniya tampil di nomor changquan, Emir yang juga bertanding di kelas A di bawah 12 tahun meraih peringkat ketiga di nomor tangan kosong nanquan.

Menurut laporan sang ibu, Ade Safitri, kedua anaknya itu masih berpeluang meraih medali di empat nomor lain.

Sampai dengan pelaksanaan hari terakhir kejuaraan pada Selasa (23/10), Ghaniya masih akan tampil di nomor golok, toya, taijiquan, dan kipas. Sementaran Emir akan bermain di nomor golok, toya, taijiquan, dan tatao.

Ade Safitri mengatakan festival di Zhengzhou ini merupakan kejuaraan terbuka yang digelar Federasi Wushu Asia (WFA). Kendati demikian, banyak juga peserta dari luar Asia, seperti dari Amerika Serikat atau Ukraina.

"Kejuaraan ini bisa menjadi tahapan untuk menuju kejuaraan dunia. Kejuaraan di Zhengzhou ini merupakan inisiatif dari setiap perguruan tetap tetap melalui rekomendasi PB Wushu Indonesia," ucap Ade Safitri.

Perguruan Inti Bayangan menerjunkan 11 atletnya dalam kejuaraan ini, termasuk Ghaniya dan Emir. Sedangkan peserta lain dari Indonesia ada juga yang berasal dari Bali, Semarang, dan wilayah lainnya.

Ahmad Rifai, pemilik yayasan wushu Inti Bayangan mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam kejuaraan dua tahunan itu merupakan bagian dari ajang promosi wushu kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

"Indonesia telah mengikuti kompetisi wushu di Shaolin sejak tahun 2014, dan kompetisi ini merupakan satu salah agenda rutin dalam rangka pembinaan, serta pembibitan atlet-atlet wushu tradisional Indonesia, guna mencetak atlet-atlet wushu tradisional yang mempunyai kualitas prestasi baik tingkat nasional maupun internasional, sesuai dengan program kerja PBWI," jelasnya.  (CNN/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU