Home  / 
Liga 3, Pertandingan PSDS Vs Solok FC Berakhir Ricuh
* Ansyari: Wasit Berat Sebelah
Senin, 22 Oktober 2018 | 15:53:47
SIB/Dok
PINGSAN: Pemain PSDS Rama Setiawan pingsan dan ditandu petugasedis usai disikut pemain Solok FC, pertandingan berhenti pada menit ke-87 akibat kericuhan yang dipicu wasit berat sebelah, Sabtu (20/10) di Padang.
Lubukpakam (SIB) -Pertandingan tandang PSDS Deliserdang kontra Solok FC berakhir ricuh dengan kedudukan 0-0 pada lanjutan Liga 3 Zona Sumatera di Stadion M Yamin Kabupaten M Sijunjung, Padang, Sabtu (20/10).

Kericuhan dipicu protes pemain PSDS terhadap tindakan Wasit Roissudin yang menunjuk titik penalti pada menit ke-87 di gawang PSDS. Wasit yang berasal dari Jakarta Barat itu menunjuk titik penalti setelah aksi diving yang dilakukan pemain Solok FC, Sharul Akmal.

Diving yang dilakukan pemain Solok FC yang memiliki nomor pungung 11 itu, spontan mendapat protes keras dari pemain PSDS. Jerry Rosi dan Rian Ramadahan yang menjaga pergerakan Sharul Akmal merasa kaget dengan keputusan wasit. 

Protes yang dilakukan pemain bawah PSDS itu tidak direspon wasit. Melihat aksi portes Jerry dan Rian tidak mendapat tanggapan, spontan pemain PSDS mengejar wasit Wasit Roissudin. Aksi dorong-dorongan antar pemain dengan wasit tidak terhindarkan.

Merasa terancam keselamatannya, Wasit Roissudin bersama dua hakim garis M Fatian dan Amri Nurhadi menyelamatkan diri mendatangi barisan petugas kepolisian yang berjaga-jaga di pinggir lapangan. Situasi lapangan tidak kondusif lagi, ketiga wasit tersebut dilarikan ke ruangan wasit.

Sesuai pantauan wartawan, pertandingan berhenti pada menit ke-87. Situasi semakin tidak terkendali, ditambah aksi provokasi sejumlah sporter Solok FC yang melempari pemain PSDS dengan botol air mineral. Aksi melempar itu menggenai pemain PSDS serta petugas kepolisian yang turut menjaga. Hujan lemparan botol air meniral tidak terhindarkan, namun daerah pemain Solok FC tidak terkena lemparan.

Mengetahui kondisi tidak terkendali, petugas kepolisian yang dibantu personil TNI turut menengakan sporter Solok FC. Setelah 30 menit petugas keamanan berhasil menengkan situasi.

WASIT BERAT SEBELAH
Menurut Pelatih PSDS Ansyari Lubis, kericuan dibuat wasit sendiri. Sebab cara memimpin pertandingan tidak baik dan berat sebelah. "Sejak awal, pemain saya ingatkan agar bermain bagus dan santun," ucapnya.

Disebutkannya, kalau begini cara PSSI membina sepakbola maka sepakbola Indonesia tidak akan pernah maju. Bukan hanya penunjukan titik penalti saja kesalahan fatal yang dibuat wasit, namun wasit tidak berani memberikan kartu merah kepada pemain Solok FC yang jelas-jelas melakukan tindakan pelecehan terhadap wasit.

"Wasit sudah meniup peluit adanya  pelanggaran yang dilakukan oleh Bimo Andiva pemain Solok FC. Seharusnya bola berhenti, tetapi apa, Bimo malah menendang bola ke arah pertahanan tim PSDS. Hal itu dibiarkan wasit. Bagaimana mau maju sepakbola Indonesia, kalau soal etika dan disiplin tak ditegakan," ucap Ansyari dengan nada tinggi.

Masih Anysari, tindakan wasit yang berpihak sejak menit pertama sudah terlihat. Tetapi tim PSDS diintruksikan jangan terpancing. Bahkan, pemain PSDS yang mengalami luka pada hidung dan pingsan para pelakunya tidak ditindak. 

"Rama Setiawan yang disikut kepalanya dan sempat pingsan dan dilarikan ke Puskemas setempat. Bagaimana itu, malah wasit tak memberikan tindakan, malah dibilang tak pelanggaran," ucap Uwak kembali.

Terpisah pengawas pertandingan Husni Bijiati Rozak ketika dikonfirmasi melalui ponselnya menyatakan bahwa hasil pertandingan antara PSDS dan Solok FC akan menunggu hasil komisi disiplin PSSI.

Disebut, pertandingan terhenti akibat kericuhan. Disebutkannya bahwa keputusan wasit adalah mutlak, tidak boleh diganggu-gugat. Dimana setelah terhentinya pertandingan dan kembali wasit mengajak pemain PSDS untuk bertanding namun ditolak. Alasan penolakan bermain kembali pemain PSDS, karena wasit tetap bersekuku dengan keputusannya menunjuk titik penalti.

"Karena sudah diajak wasit main lagi, tetapi di tolak PSDS. Maka PSDS dapat disebutkan dengan mogok main, hal ini akan saya laporkan kepada komisi disiplin PSSI," sebutanya.

Masih Husni, terkait hasil pertandingan PSDS lawan Solok FC menunggu hasil komisi disiplin PSSI yang hasilnya sekitar 3 hari ke depan dapat diketahui. "Nanti komisi dispilin bersidang, maka hasilnya akan diumumkan," bilangnya.(rel/C06/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU