Home  / 
Gali Potensi Pesepakbola di Tapanuli Raya
Trimedya Panjaitan akan Bentuk Klub Sepakbola Batak United
Senin, 8 Oktober 2018 | 16:31:22
Trimedya Panjaitan
Tarutung (SIB) -Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH akan menghadirkan klub sepakbola profesional di Tapanuli bernama Batak United. Empat kabupaten di kawasan Tapanuli Raya seperti Taput, Tobasa, Humbahas dan Samosir siap memberi dukungan. "Dalam waktu dekat, klub ini sudah hadir, semua administrasinya sedang kita persiapkan," kata Trimedya kepada wartawan, Sabtu (6/10) di Tarutung.

Politisi PDI Perjuangan ini melihat daerah-daerah lain sejumlah kabupaten di Indonesia menonjol sepakbolanya. Di Papua selain Persipura juga ada Perseman Manokwari, ada PS Sorong, di Jawa Timur dengan Delta Sidoarjo, Yogyakarta lewat PS Sleman, Pasuruan, Malang lewat Arema Malang, di Sumut selain PSMS Medan dulu ada PSDS Deliserdang dan lainnya.

"Klub kedaerahan ini pernah mengguncang dunia persepakbolaan tanah air dengan prestasi gemilang yang mereka torehkan di Liga Indonesia. Lalu, kenapa Tapanuli Raya tidak bisa memiliki tim sepakbola yang tangguh. Seperti anak-anak Papua, remaja-remaja Batak adalah anak-anak yang kuat secara fisik, terampil dan cerdas, sehingga tidak sulit memoles mereka," kata Trimedya.

Ketika ditanya, kenapa memilih nama "Batak United" sebagai klub sepakbola di Tapanuli nanti. Trimedya terinspirasi dengan nama Bali United dan Madura United yang keduanya memiliki nama dan prestasi cemerlang di kancah sepakbola nasional, bahkan internasional. Apalagi, klub ini bermaterikan putra-putra Batak dari kawasan Tapanuli Raya, sehingga sangat pantas diberi nama "Batak United".

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan ini, karakteristik pemuda Batak di Tapanuli Raya persis sama, karena daerah ini dulu masih satu kabupaten yakni Tapanuli Utara. Setelah otonomi daerah, Taput mekar, melahirkan Tobasa, Humbahas, kemudian Tobasa memekarkan Samosir. Tapi masyarakatnya berbudaya, pekerja keras dan mayoritas bertani.

"Anak-anak tingkat sekolah dasar sampai SLTA ikut orangtuanya ke sawah dan ladang. Mereka mencangkul, membajak sawah, menempuh perjalanan ke sawah sampai puluhan kilometer dengan jalan kaki. Pekerjaan itu rutin mereka lakukan sepulang sekolah, sehingga mereka tertempah dengan disiplin, fisik yang kuat dan cekatan dalam bekerja," tuturnya.

Pemuda seperti inilah kata Trimedya sangat tepat direkrut sebagai pemain sepakbola, modal dasar berupa fisik, keterampilan dan disiplin sudah dimiliki. Tinggal pelatih yang menempah dan memadukan menjadi sebuah tim yang kompak dan handal. Setelah terbentuk, pengurus akan langsung tancap gas merekrut pemain dan ikut dalam liga per divisi sampai masuk divisi utama.

"Kita akan mendatangkan pelatih professional, bahkan pelatih asing. Apalagi olahraga sekarang sudah bisa menjanjikan masa depan. Presiden Jokowi sangat menghargai prestasi atlet, lihat waktu Asian Games, peraih medali emas dapat bonus Rp 1,5 miliar. Saya yakin, dalam waktu tidak lama lagi, klub Batak United muncul sebagai klub baru di Liga Indonesia yang menggetarkan persepakbolaan nasional," tuturnya. (A10/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU