Home  / 
Mantan Pemain Persesi Era 80-an Minta Askot PSSI Pematangsiantar Dibentuk
Jumat, 14 September 2018 | 17:00:46
SIB/Bogie Gosia Tambunan,SE
FOTO BERSAMA: Mantan pemain persesi era 80 an terdiri dari kiri-kanan, Alpan Nasution, Alpento Lingga, Ismayadi dan Sifik Sembiring foto bersama, Kamis, (13/9) di Lapangan Mako Brimob Subden 2/B Pematangsiantar.
Pematangsiantar (SIB) -Untuk mengembalikan kejayaan dan memajukan persepakbolaan di Kota Pematangsiantar, mantan pemain Persesi (Persatuan Sepakbola Siantar) era 80-an minta Askot (asosiasi kota) PSSI Pematangsiantar segera dibentuk. Hal itu diungkapkan Ismayadi didampingi Alpan Nasution, Alpento Lingga dan Sifik Sembiring kepada SIB ketika diwawancarai,Kamis,(13/9) di Lapangan Mako Brimob Subden 2/B Pematangsiantar.

Dikatakannya, persepakbolaan di Kota Pematangsiantar saat ini ibarat hidup segan mati tak mau, karena beratus-ratus bibit-bibit pemain yang berpotensial ini lari tanpa adanya satu wadah yang namanya Asosiasi kota (askot)

"Tidak adanya wadah askot di Kota Pematangsiantar membuat anak-anak tidak bisa bermain dalam mengikuti Suratin Cup maupun Liga Nusantara,"katanya.
Ismayadi sangat yakin kalau adanya Askot nanti bakal muncul klub baru dalam pencarian bibit pemain yang potensial.

"Pada era 80-an banyak klub yang ada di Kota Pematangsiantar seperti Viyata Yudha Rindam, Harapan Jaya dan banyak lagi.

"Untuk seleksi masuk persesi pada waktu itu sekitar 300 orang lebih. Namun sekarang sangat menurun, karena dulu Persesi benar-benar dipegang oleh yang mengerti materi bola dan mau memajukan sepak bola", katanya.

"Mudah-mudahan setelah terbentuk Askot nanti, Pemerintah juga turut mendukung persepakbolaan di Siantar dengan mendirikan fasilitas yang memadai seperti lapangan maupun lainnya

"Kami mantan pemain persesi sangat rindu melihat lapangan sangnawaluh, karena lapangan itu merupakan sejarah kami bermain selain di lapangan Simarito,"ujarnya. (D10/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU