Home  / 
Legenda Tinju Ultimatum Pertina Sumut
* Desak Pengprov Keluarkan SK, PB Pertina Siap Turun Tangan
Senin, 16 Juli 2018 | 21:31:22
SIB/Dok
ULTIMATUM: Sesepuh tinju Sumut berkumpul bersama di Medan, Sasbtu (14/7). Mereka memberikan ultimatum kepada Pengprov Pertina Sumut untuk segera mengeluarkan SK Pertina Medan yang sah.
Medan (SIB) -Para pakar dan juga legenda tinju nasional asal Sumatera Utara khususnya Kota Medan memberikan ultimatum kepada Pengprov Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sumut. Mereka mendesak agar pengprov segera mengeluarkan SK Kepengurusan Pertina Medan di bawah pimpinan Budiman periode 2018-2021.

"Kami kasih batas batas waktu sampai dua minggu untuk Pertina Sumut dan juga KONI Medan untuk mengeluarkan rekomendasi serta SK Pertina Medan hasil Muskot 14 Mei lalu. Jika tidak, kami akan bertindak tegas," kata Raja Siregar bersama para mantan petinju lainnya seperti Syamsul Anwar Harahap, Asril GOce, H Sudarmadi, Erwinsyah dan lainnya di Medan, Sabtu (14/7).

Para mantan juara nasional dan dunia itu mengaku berang, karena selama ini Pertina Medan merasa diobok-obok. Padahal pelaksanaan Muskot 14 Mei dengan pemilihan yang dihadiri 15 sasana itu diyakini sudah sesuai AD/ART. Namun karena segelintir orang, Muskot tersebut dianulir. Bahkan Pengprov menunjuk seorang caretaker untuk menggelar Muskot lain yang dihadiri hanya 5 sasana. 

Syamsul Anwar Harahap yang juga komentator tinju nasional sangat menyayangkan akan hal tersebut. Dipelajarinya, Muskot yang memenangkan Budiman memang sudah sesuai AD/ART. "Tapi sampai sekarang justru belum diakui juga oleh Pertina Sumut. Kami pribadi yang dilahirkan tinju Medan merasa terpukul. Kami berharap Pengprov benar mensahkan kepengurusan Pertina Medan yang terpilih karena sudah sesuai AD/ART, karena jelas pada pasal 14 disebut pemilihan formatur diselenggarakan kab/kota, juga bertanggung jawab atas wilayah kerja serta pelaksaan Muskot dan semua itu disahkan provinsi," kata mantan juara dunia era 70-an itu.

Hal senada dikatakan Asril Goce yang juga Bidang Perwasitan PB Pertina. Dia merasa sedih Pertina Medan kini sedang diobrak-abrik oleh segelintir orang. Kisruh yang terjadi justru akan membuat prestasi tinju Sumut semakin hilang. "Saya sudah laporkan ini kepada Ketua PB dan nantinya PB juga akan turun langsung. Tidak masalah saya ikut campur, karena saya orang Medan. Saya sedih melihat semua ini. Apalagi kemarin di Kapolri Cup, Sumut tidak mengirim atlet jadi saya ditanya-tanya kenapa petinju Sumut tidak turun?" katanya.

"Pastinya kami akan beri perlawanan. Ini kan terjadi karena ada yang segelintir yang seakan berkuasa. Orangnya sama, dia di Pengrov dia juga di KONI. Tentu itu kan juga melanggar karena tidak boleh rangkap jabatan," sebutnya.

Erwinsyah dan Sudarmadi (keduanya mantan juara SEA Games)  sepaham mengatakan tinju Kota Sumut kini sedang terpuruk, apalagi di PON terakhir tak meraih 1 emas pun. Untuk itu, Medan sebagai basisnya tinju Sumut butuh sosok seperti Budiman yang rela berjuang, berkorban pikiran dana dan waktu. 

Sementara Pengprov Pertina Sumut sebelumnya justru telah mengeluarkan SK tertanggal 7 Juni 2018 ditandatangani Ketua Romein Manalu dan Sekretaris Henri E Silalahi SE yang berisi tentang pengukuhan kepengurusan Pertina Medan periode 2018-2021 pimpinan Sabam Parulian Manalu. Sabam terpilih melalui Muskot oleh caretaker yang dihadiri 5 sasana. (R21/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU