Home  / 
Hiruk Pikuk Piala Dunia 2018
Masjid Tua di Moskow Ramai Dikunjungi Umat Muslim
Rabu, 11 Juli 2018 | 17:35:32
Moskow (SIB) -Sebuah masjid penuh sejarah berdiri di tengah permukiman megapolitan Kota Moskow. Keberadaan Masjid historis di Jalan Bolshaya Tatarskaya nomor 28 itu pun jadi oase relijius di tengah demam Piala Dunia 2018.

Masjid yang ternyata tertua di Kota Moskow ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Metro Tretyakovskaya. Lokasinya berada di tengah pemukiman. Warga muslim di Moskow menyebutnya dengan Old Mosque. Masjid Tua.

Bangunannya tidak terlalu megah, bercat putih-oranye, terselip di tengah permukiman warga. Tidak ada suara azan terdengar dan tidak ada papan nama atau petunjuk jalan. Ada sebuah menara kecil menyembul.

Seorang kawan muslim, Magomed Uzhakhov, 31 tahun, menceritakan masjid ini didirikan komunitas muslim Tatar. "Dulunya di sini merupakan komunitas muslim bermukim," ujarnya.

Masjid Tua dibangun pada 1823, ketika itu masih berupa bangunan kayu di halaman rumah pedagang. Oleh komunitas muslim Kota Moskow, izin masjid ini diurus hingga disetujui otoritas setempat.

Bangunan dua lantai ini tidak bisa dibilang luas jika dibandingkan dengan masjid-masjid di Indonesia, namun berfungsi juga untuk menikahkan pasangan muslim. Juga menjadi pusat pendidikan agama dan baca Alquran.

Pada salat Jumat, jemaah bisa memenuhi ruangan dan meluber hingga ke jalan raya. Jumlah muslim di kota Moskow mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

"Jumlah umat muslim di Moskow sekitar 2 juta orang," kata Andrey Russided seorang jemaah masjid.

Pada awalnya masjid tidak dapat menampung hingga 300 jemaah. Namun setelah direnovasi pada 1993 kini dapat menampung hingga 1.500 jemaah.

Andrey bercerita saat pelaksaan salat Idul Fitri, jemaah bisa meluber hingga ke jalan-jalan. Tingginya populasi muslim di Moskow disebutnya tidak sebanding lagi dengan jumlah masjid yang hanya ada empat saja.

Masjid Historis ini baru dibuka kembali pada Mei 1993 lalu. Setelah sebelumnya, pada 1937, ditutup oleh rezim Uni Soviet. Selama ditutup, bangunannya difungsikan sebagai percetakan dan markas pertahanan sipil.

Pada 1967, tercatat menara masjid pernah dihancurkan. Komunitas muslim Tatar terus berupaya mengfungsikan kembali masjid ini hingga berbuahkan hasil pada 1991.

Menggunakan dana gotong-royong dan bantuan duta besar Kerjaan Arab Saudi, masjid dibuka kembali pada 1993. (detiksport/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
Said Aqil: Pelaku Bom Bunuh Diri Buang Saja ke Laut
Kekurangan Penduduk, Kota di Jepang Kesulitan Cari Ninja
Gempa 5,5 SR di Padang, 1 Warga Tewas
Ada 1.000 Triliun Ton Berlian Tersembunyi di Bawah Bumi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU