Home  / 
Larangan Pendistribusian Ulang Siaran Piala Dunia 2018
Kamis, 14 Juni 2018 | 11:10:15
Jakarta (SIB) -TRANS TV, TRANS7, dan TRANSVISION adalah official broadcaster Piala Dunia 2018. Media lain dan masyarakat dilarang mendistribusikan ulang tayangan tersebut.

Seluruh pertandingan, serta seremoni, dan juga berbagai hal terkait Piala Dunia 2018 dapat dinikmati secara eksklusif terrestrial tanpa berbayar melalui TRANS TV dan TRANS7. Sementara untuk pay tv, tayangan Piala Dunia bisa ditonton di TRANSVISION.

TRANS TV, TRANS 7, serta TRANSVISION berhak meyiarkan tayangan tersebut berdasarkan Media Rights yang diberikan PT Futbal Momentum Asia.

Lembaga penyiaran berlangganan, lembaga penyiaran free-to-air-terrestrial selain TRANS TV dan TRANS7, media online dan masyarakat umum dilarang untuk mendistribusikan ulang (termasuk live streaming) atau menyiarkan kembali Piala Dunia 2018 yang ditayangkan oleh TRANS TV dan TRANS7. Ketentuan tersebut berlaku baik secara langsung maupun tidak langsung dan secara sengaja atau tidak sengaja.

Seluruh masyarakat umum, media online, pemilik dan/atau pengelola hotel/apartemen (untuk room distribution), tempat komersial, pusat perbelanjaan, rumah sakit, perkantoran, pusat kebugaran, rumah makan/restoran, cafe, wisma, kos-kosan, tempat kegiatan, perusahaan pertambangan dan pelanggan TRANSVISION di seluruh wilayah Republik Indonesia dilarang untuk:

- Meredistribusikan (termasuk live streaming) atau menyiarkan kembali 2018 FIFA WORLD CUP RUSSIATM yang ditayangkan oleh TRANSVISION, baik secara langsung maupun tidak langsung dan secara sengaja atau tidak sengaja, dan
- Menayangkan secara publik (public exhibition) dan/atau menyelenggarakan nonton bareng (public viewing) 2018 FIFA WORLD CUP RUSSIATM yang ditayangkan oleh TRANSVISION tanpa ijin dan sertifikasi khusus.

Untuk mendapatkan sertifikasi public exhibition dan public viewing, silakan menghubungi TRANSVISION melalui nomor 0823-0823-5222.

Redistribusi atau penyiaran kembali Siaran Piala Dunia 2018 yang ditayangkan TRANS TV, TRANS7 dan TRANSVISION, serta public exhibition dan public viewing dari siaran PIala Dunia yang ditayangkan oleh TRANSVISION tanpa ijin dan sertifikasi khusus adalah pelanggaran hak cipta. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dan hak siar berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, pelanggaran dapat dikenakan tuntutan hukum. (detikSport/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU