Home  / 
Atletico Madrid Juara Liga Europa 2017/2018
* Griezmann Tampil Apik, Akhir Pahit Marseille
Jumat, 18 Mei 2018 | 19:12:44
SIB/AP/Thibault Carmus
Para pemain Atletico Madrid melakukan selebrasi usai menjuarai Liga Europa 2017- 2018 dengan mengalahkan Marseille pada laga final di Stadion Groupama, Lyon, Kamis (17/5).
Lyon (SIB) -Atletico Madrid tampil sebagai juara Liga Europa musim 2017/2018. Los Colchoneros menjadi kampiun setelah melibas Marseille dengan skor 3-0 di final.

Pada partai puncak yang dilangsungkan di Groupama Stadium, Lyon, Kamis (17/5) dinihari WIB, Atletico memimpin 1-0 hingga turun minum. Gol pembuka dicetak oleh Antoine Griezmann pada menit ke-21.

Griezmann kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-49 untuk menggandakan keunggulan Atletico. Gol Gabi di menit ke-89 akhirnya memantapkan kemenangan Atletico atas Marseille.

Ini adalah gelar ketiga Atletico di arena Liga Europa. Klub Spanyol itu sebelumnya juga pernah berjaya pada musim 2009/2010 dan 2011/2012.

GRIEZMANN Tampil apik
Sementara itu, Antoine Griezmann tampil apik untuk membawa Atletico Madrid juara Liga Europa. Griezmann bermain habis-habisan karena tak mau lagi jadi runner-up.

Atletico keluar sebagai juara Liga Europa setelah mengalahkan Marseille dengan skor 3-0 di babak final. Dalam pertandingan di Groupama Stadium, Lyon, Griezmann mencetak dua gol.

Menariknya, itu adalah trofi mayor pertama Griezmann di sepanjang kariernya. Sebelumnya, pemain asal Prancis itu hanya menjuarai Segunda Division bersama Real Sociedad dan Piala Super Spanyol pada 2014 bersama Atletico.

Maka gelar ini pun terasa spesial bagi Griezmann. Apalagi dia sempat menelan kekecewaan pada dua final besar yang dimainkannya.

Griezmann merupakan bagian dari tim Atletico yang kalah dari Real Madrid di final Liga Champions 2015/2016. Satu lagi pil pahit yang harus ditelan Griezmann di laga final adalah partai puncak Piala Eropa 2016.

"Setelah dua kekalahan, saya bertekad untuk memaksimalkan kesempatan untuk menang malam ini. Saya tidak mau melewatkannya. Angkat topi untuk Marseille, mereka bisa bangga akan banyak hal," ucap Griezmann seperti dilansir situs resmi UEFA.

"Jadi juara bersama Simeone adalah mimpi saya dan saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa ini adalah saatnya. 'Cholo' sudah mengajarkan banyak hal, membuat saya jadi salah satu pemain terbaik di dunia. Saya harap bisa terus bermain di level ini."

Gelar Liga Europa ini diraih Griezmann di tengah rumor yang menyebut bahwa dirinya akan hengkang ke Barcelona. Mungkinkah ini persembahan terakhir Griezmann untuk Atletico?

"Perasaan saya kepada klub terus tumbuh seiring dengan waktu, di setiap pertandingan, setiap musim. Saya sudah bersama Atletico selama empat tahun dan sekarang saya punya ikatan kuat, baik dengan teman-teman setim, fans. Itulah mengapa saya memberi segalanya," kata Griezmann.

Akhir Pahit Marseille
Marseille sudah melangkah jauh di Liga Europa musim ini dan sukses mencapai final. Namun, seperti yang sudah-sudah, akhir yang mereka dapatkan adalah kepahitan.

Marseille harus puas dengan predikat runner-up Liga Europa. Pada pertandingan final di Groupama Stadium, Lyon, klub Prancis itu dihajar Atletico Madrid dengan skor 0-3.

Bagi Marseille, ini adalah kegagalan ketiga dalam tiga penampilan mereka di final Piala UEFA/Liga Europa. Yang makin mengenaskan, mereka juga tak mencetak satu gol pun di tiga final tersebut.

Di final Piala UEFA 1998/1999, Marseille digebuk Parma 0-3. Tiga gol Parma ketika itu dicetak oleh Hernan Crespo, Paolo Vanoli dan Enrico Chiesa.

Marseille juga kalah ketika berhadapan dengan Valencia di final Piala UEFA 2003/2004. Mereka, yang saat itu diperkuat oleh Didier Drogba, menyerah 0-2 setelah gawangnya dibobol Vicente dan Mista.

"Kami berjuang, tapi kami kurang pengalaman. Yang lebih penting lagi, kami harus belajar dari pertandingan-pertandingan ini untuk maju," ujar bek Marseille, Adil Rami, seusai laga melawan Atletico.

Rekan setim Rami, Bouna Sarr, juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

"Tentu saja kami kecewa kalah di final ini dan tak bisa mengangkat trofi setelah melangkah begitu jauh di kompetisi ini. Kami punya peluang untuk tampil lebih baik karena kami menciptakan beberapa kesempatan pada awal pertandingan," kata Sarr. (detiksport/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU