Home  / 
Jelang Final Liga Europa
Marseille vs Atletico Madrid Berlomba Akhiri Puasa Gelar
* Penalti Juanfran Tidak Masalah
Rabu, 16 Mei 2018 | 19:14:42
Madrid (SIB) -Liga Europa akan memainkan laga puncak di tengah pekan ini. Olympique Marseille vs Atletico Madrid menjadi lomba untuk kedua klub mengakhiri puasa gelar.

Parc Olympique Lyonnais, Lyon, akan menjadi tempat dihelatnya laga final Liga Europa, Kamis (17/5) dinihari WIB. Marseille dan Atletico Madrid merupakan kontestannya.

Los Colchoneros melaju ke babak puncak usai menyingkirkan Arsenal. Sementara Marseille menumbangkan Salzburg untuk meraih tiket ke babak final.

Atletico sudah dua musim tak mendapatkan piala. Terakhir kali mereka mendapatkan trofi terjadi pada 2014. Piala Super Spanyol menjadi trofi terakhir yang mereka gapai.

Setelah itu, Atletico memang sekali mencapai babak final. Sial bagi Atletico, mereka gagal di final Liga Champions 2015/2016. Atletico kalah dari rival sekota, Real Madrid.

Sementara itu, Marseille menjalani puasa trofi yang lebih lama. Sudah setengah dasawarsa mereka mengakhiri musim tanpa raihan piala. Coupe de la Ligue 2011/2012 merupakan ajang terakhir yang dimenangi oleh Marseille.

Bersama Diego Simeone, Atletico mempunyai pengalaman sekali menjuarai Liga Europa. Momen itu terjadi musim 2011/2012. Saat itu, mereka mengalahkan tim Spanyol lainnya, Athletic Bilbao.

Dengan dukungan pemain seperti Diego Costa, Antoine Griezmann, Koke, dan Jan Oblak, Atletico sepertinya pantas menjadi unggulan. Beberapa bursa taruhan di Eropa menjagokan Atletico akan menjadi pemenang.

Bet365, Skybet, dan Ladbrokes kompak memberi koefisein 4/6. Sementara itu, koefisien kemenangan Marseille di angka 5 dan 9/2.

Meski diunggulkan, Atletico patut waspada. Marseille mempunyai pemain oke seperti Florian Thauvin dan Dimitri Payet. Thauvin patut diwaspadai, dia sudah membukukan 26 gol dan 12 assist di musim ini.

Juanfran Ambil Penalti
Kegagalan penalti Juanfran membuat Atletico Madrid kalah dari Real Madrid di final Liga Champions 2015/16. Meski begitu, Juanfran tak masalah andai harus mengambil penalti lagi di momen krusial.

Kala itu, di Stadion San Siro, Milan, Atletico ditundukkan Madrid lewat adu penalti 3-5 usai bermain seri 1-1 sampai perpanjangan waktu. Los Rojiblancos unggul lebih dahulu melalui gol Sergio Ramos di babak pertama, sebelum umpan Juanfran dikonversi Yannick Carrasco untuk menyeimbangkan permainan di babak kedua.

Dalam babak tos-tosan, Juanfran mengambil penalti keempat Atletico dalam kedudukan seimbang 3-3. Sayang sekali, sepakan mendatar bek berusia 33 tahun itu mengenai tiang gawang Madrid. Kemudian, Cristiano Ronaldo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memastikan kemenangan sekaligus trofi Liga Champions ke-11 El Real.

Nah, Juanfran kini akan memperkuat Atletico saat menghadapi Marseille di final Liga Europa yang digelar di Parc Olympique Lyon. Kegagalan penalti di Milan, tidak menghantui Juanfran.

"Kalau pelatih menyuruhku untuk mengambil (penalti), aku akan melakukannya," lugas Juanfran. "Aku tidak takut."

"Aku sudah mengambil dua penalti untuk Atletico. Melawan PSV aku mencetak gol dan rasanya senang sekali. Dan di final aku mengenai tiang, dan hasilnya memang tidak bagus. Namun, aku tidak takut apapun seandainya aku diminta untuk mengambilnya."

"(Melawan Madrid) aku harus mengambil satu penalti, dan begitulah akhirnya. Keputusan-keputusan semacam ini harus dibuat di dalam hidup dan aku selalu menatap ke depan. Tidak masalah."

"Tapi toh kami tidak kalah di final Liga Champion hanya karena aku gagal melakukan penalti," sebut Juanfran. (detiksport/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU