Home  / 
Kelas 62 Kg Angkat Besi Tetap Dipertandingkan di Asian Games 2018
* Jejak Emas Tontowi/Liliyana ke Asian Games 2018
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:21:06
Jakarta (SIB) -Setelah terjadi polemik, kelas 62 Kg akhirnya tetap dihelat di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Federasi Angkat Besi Asia (AWF) menyetujui dengan syarat.

Kelas 62 Kg sempat dihapus dari Asian Games 2018 pada 11 Februari. Keputusan itu membuat Indonesia kalang kabut, sebab kelas tersebut berpotensi medali emas dengan lifter berpengalaman Eko Yuli Irawan.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga menjabat sebagai ketua panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, pun mengajak bicara AWF. Upaya itu berbuah manis. Kelas 62 Kg tetap dipertandingkan.

Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto mendapatkan kabar positif itu lewat menerima laporan informal dari KOI melalui Komisi Pengembangan Olahraga, Harry Warga Negara, Senin (12/3).

"Surat dikirimkan ke KOI. Kami dapat melalui pesan singkat kemarin. Tapi, kami anggap belum dapat laporan secara resmi. Poinnya kami menyambut baik adanya surat dari AWF tersebut sambil kami menunggu langkah lebih lanjut dari KOI," kata Gatot, Senin (12/3).

Dalam surat itu, kata Gatot, AWF menyetujui kelas 62 Kg tetap dipertahankan dengan catatan tidak ada pengurangan di kelas putra yang dipertandingkan pada Asian Games 2018.

Untuk diketahui, nomor event yang dipertandingkan di Asian Games harus mengacu pada nomor event Olimpiade Tokyo 2020. Termasuk di antaranya, angkat besi hanya ada tujuh kelas putra dan tujuh kelas putri. Sebelumnya, di Olimpiade Rio 2016 ada delapan kelas putra dan 6 kelas putri, termasuk di antaranya kelas 62 Kg.

AWF, disebutkan Gatot, menghormati apa yang menjadi keinginan pemerintah Indonesia yang ingin tetap mempertandingkan kelas 62 Kg. Namun dengan syarat kelas putra Olimpiade Tokyo 2020 tetap utuh.

"Mereka akan menghormati, tapi dengan catatan prinsip jumlah dari kuota yang dipertandingkan di Tokyo harus tetap utuh," ujarnya.

Dengan kata lain, jika Indonesia ingin tetap mempertahankan kelas 62 Kg maka jumlah nomor event di Asian Games harus ditambah dari sebelumnya yang disepakati 462 menjadi 463.

"Kata penambahan jumlah nomor event Asian Games di surat yang dikirimkan AWF kepada KOI sebenarnya tidak ada. Tapi, logika berpikir kami seperti itu (jika kelas 62 Kg ingin dipertandingkan maka Indonesia bisa menambah nomor pertandingan Asian Games menjadi 463)," dia mengungkapkan.

Jejak Emas Tontowi/Liliyana
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir konsisten mendiami papan atas persaingan ganda campuran dunia. Sederet torehan apik pun menjadi bekal yang meyakinkan ke Asian Games 2018.

Dipasangkan menjelang Asian Games 2010 Guangzhou, Tontowi/Liliyana tak butuh waktu lama untuk beradaptasi satu sama lain. Mereka awet hingga sekarang, tahun kedelapan.

Padahal, perjudian sang pelatih Richard Mainaky sempat dicibir publik. Dia memisahkan Nova Widianto dengan Liliyana, yang laju prestasinya tak buruk-buruk amat, menjelang Asian Games 2010.

Penialian publik tak membuat Richard bergeming. Dia bersikukuh, Liliyana harus dipasangkan dengan pemain yang lebih muda demi medali emas Olimpiade 2012 London.

Richard menyeleksi tiga pemain putra yang sudah jadi anak didiknya di ganda campuran pelatnas PBSI; Tontowi Ahmad, Devin Lahardi, dan Mohammad Rizal.

"Tontowi memiliki sorot mata juara," kata Richard saat mengumumkan pasangan permanen Liliyana waktu itu.

Insting dan keyakinannya terjawab saat ini. Sewindu berjalan, Tontowi/Liliyana belum memiliki pengganti. (detiksport/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU