Home  / 
Jelang Asian Games 2018, Kano Butuh Perahu Baru
Rabu, 17 Januari 2018 | 16:51:37
Purwakarta (SIB) -Atlet pelatnas Asian Games cabang kano membutuhkan peralatan baru. Mereka membutuhkan perahu untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Menyongsong Asian Games 2018, kano mempersiapkan 17 atletnya. Ke-17 atlet itu terdiri dari 5 atlet kayak putra, 2 atlet kayak putri, 4 atlet kano putra, 3 atlet kano putri, 1 atlet slalom putra dan 2 atlet slalom putri.

Dari jumlah itu pula, kano diharapkan bisa menyumbang sedikitnya satu medali emas. Peluang itu ada di C2 500 meter putri, C2 200 meter putri dan C1 200 meter putri.

"Untuk nomor C2 500 meter putri dan C1 200 meter putri merupakan nomor Olimpiade dan baru dipertandingkan di Asian Games. Tapi peluangnya cukup ada untuk potensi medali karena saat di Kejuaraan Asia Shanghai Oktober lalu kami bisa meraih 1 medali emas untuk nomor C2 500 meter putri dan perunggu nomor C1 200 meter meter putri," kata pelatih kano Mohammad Suryadi di sela-sela latihan di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Senin (15/1).

Agar hasil yang diberikan lebih maksimal pada Asian Games 2018, Yadi, panggilan karib Mohammad Suryadi, mengatakan, timnya membutuhkan peralatan baru untuk menunjang latihan.

"Teknologi industri olahraga itu setiap tahunnya ada perubahan. Bahkan pada Asian Games 2014 saja model dan kecepatan perahunya jauh berbeda. Apalagi untuk Asian Games nanti," kata Yadi.

Dijelaskan mantan atlet nasional kayak era 90-an itu, peralatan yang mereka gunakan masih perahu model 2014/2015. Padahal sudah seharusnya atlet dayung Indonesia menggunakan perahu minimal tahun 2016/2017.

"Masih bisa dipakai, tapi itu kan sudah tua. Kami sudah mengajukan tapi belum disetujui. Harapan kami bisa secepatnya peralatan diberikan supaya atlet juga bisa menggunakannya," ujar Yadi.

Selain peralatan, untuk memaksimal tim rencananya kano juga akan menggandeng pelatih asing baru dari Republik Ceko. Pelatih asing sebelumnya, Jaroslav Radon, sudah tidak menjadi pelatih asing kano untuk mencari tantangan ke Portugal.

"Dia memutuskan pergi karena ingin mencari tantangan baru. Dia ingin menuju Olimpiade 2020. Sementara program kita hanya sampai Asian Games 2018," kata Yadi. (detikSport/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU