Home  / 
Kongres Luar Biasa PSSI Mengamendemen Lima Statuta
Minggu, 14 Januari 2018 | 13:21:52
Tangerang Selatan (SIB) -Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memutuskan mengamendemen lima statuta pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1).

Perubahan struktur di KLB kali ini disebut tidak hanya mengubah hal-hal penting dalam statuta semata. Tetapi juga nantinya menjadi kitab suci dan pedoman dalam menjalankan roda organisasi ke depan, serta mengamankan seluruh stakeholder sepak bola di Indonesia.

Bentuk perubahan yang dimaksud dibacakan langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di hadapan para pemilik suara yang berjumlah 93 plus satu dari FFI (Federasi Futsal Indonesia) dari total 106 pemilih yang terdaftar. Jumlah itu membuat keputusan yang diambil bersifat kuorum.

Lima amendemen statuta itu yakni, hierarki penambahan klausul asosiasi kabupaten (askab) dan askot (asosiasi kota) sebagai pemilih.

"Kedua, pembentukan badan hukum anggota khususnya klub yang bertanding di kompetisi. Ini dilakukan untuk mengindari dualisme klub-klub kompetisi," ucap Joko.

Joko melanjutkan, amendemen ketiga menyangkut pengembangan sepak bola di Indonesia yang tidak saja sampai ke level askot maupun asprov. Tapi juga sampai ke akademi dan lembaga-lembaga privat lain yang berjalan beriringan.

"Sebab itu, kami ingin menambah lembaga-lembaga tersebut (SSB dan lembaga privat pengembangan sepak bola) untuk berafiliasi dan terdaftar meski statusnya bukan anggota," Joko menjelaskan.

Amandemen statuta keempat terkait struktur pemilih yang telah disetujui peserta kongres biasa di Bandung, 8 Januari 2017, yang merepresentasikan kompetisi di 2017. Terdapat 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, delapan klub Liga 4, 34 asprov, dan empat lainnya; asosiasi futsal, sepak bola putri, wasit, dan pelatih.

"Untuk asosiasi pemain, sesuai kongres di Bandung, 8 Januari 2017, tidak lagi menjadi anggota dan akan menginduk dalam kesetaraan menggunakan MoU (memorandum of understanding) bersama PSSI," ujar Joko.

Amandemen terakhir di KLB 2018 yakni, diperlukannya efektivitas organisasi supaya bisa lebih gesit dalam menjalankan roda organisasi. Sebab itu, dibuat adanya pengurangan jumlah anggota Komite Tetap PSSI dari 17 menjadi 12. (CNN/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Turki Akhiri Keadaan Darurat
Mengenal Deretan Presiden yang Rela Gajinya Dipangkas
Rusia Klaim Ciptakan Teknologi yang Bisa Bikin Tentara Menghilang
Demi Ritual Ilmu Hitam, Tiga Kakak Beradik Mutilasi Ibu Kandung
Trump Sebut Tidak Ada Batasan Waktu untuk Denuklirisasi Korea Utara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU