Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Seleksi Atlet Polo Air Harus Transparan
Rabu, 11 Januari 2017 | 16:29:06
Medan (SIB)- Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumatera Utara akhirnya menepati janji melakukan seleksi atlet polo air. Hal itu dilakukan mengingat arahan dari PB PRSI untuk setiap provinsi mengirimkan atlet terbaiknya mengikuti seleknas di Jakarta sebagai persiapan menuju SEA Games Malaysia.

Namun seleksi yang digelar sehari di Kolam Renang Selayang, Senin (9/1) itu terkesan singkat. Hal tersebut pun diakui oleh tim penguji seleksi, Zulfan Nasution, bahwa seleksi masih belum maksimal dari segi waktu.

"Memang sehari belum cukup, tapi kami punya database para atlet usai pra PON kemarin. Jadi tidak ada masalah, kami sudah tahu kemampuan mereka," ucap Zulfan, sekum PRSI Sumut.

Pernyataan Zulfan tersebut pastinya menyisakan tanda tanya. Apalagi seleksi yang dilakukan pihaknya hanya lewat game antara eks Pra PON melawan tim Polo Air Tirta Prima.

Dari pertandingan itu, Tirta Prima justru unggul 5-1 dari eks Pra PON. Faktanya, Pengprov PRSI lewat tim penguji M Yusuf (Binpres PRSI Sumut), Sariandi Sukarna (Ketua PRSI Medan) serta Zulfan menetapkan atlet Tirta Prima justru kebagian jatah 1 atlet sementara eks Pra PON terpilih 3 atlet yang lolos seleksi itu.

"Ini kan masalah waktu, untuk kebugaran mereka. Mungkin karena tak ada event selepas Pra PON kemarin, jadi jarang latihan begitu juga mungkin mereka kerja. Tapi saya yakin kemampuan mereka," ucap Zulfan sembari mengatakan polo air bukan hanya bicara berenang cepat saja, melainkan teknik serta mental yang kuat.

Terpisah, Ketum Tirta Prima Medan, Primadewi Poernomo belum mau berkomentar banyak terkait seleksi kemarin. Dia hanya ingin seleksi benar-benar transparan mengingat atlet nantinya akan membawa nama Sumut di tingkat nasional. "Saya hanya masih nunggu tindakan pengprov untuk hasil seleksi kemarin," tuturnya.

Sebelumnya, Zulfan juga mengatakan pihaknya berjanji membawa hasil seleksi untuk diperjuangkan ikuti seleknas di Jakarta. Meski PB PRSI menetapkan kuota 2 atlet setiap provinsi, tapi pihaknya ingin meminta kuota lebih. "Kita tidak mau ada konflik lagi. Rabu (11/1) kita sudah harus di sana, kasih nama atlet. Kita akan perjuangkan 4 atlet ini. DKI aja dapat kuota 9 atlet, Jabar 4 atlet, kita juga mau lebih," tutupnya. (A21/ r)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Hikmah - Horor Macet Arus Balik di Sumut
WNI di Raqqa: Propaganda ISIS Semuanya Bohong
KPK Perbanyak OTT agar Terjadi Efek Jera
H+3 Lebaran, Arus Balik di Terminal Terpadu Amplas dan Terminal Pinangbaris Normal
Sensus Ungkap Warga Australia Makin Tidak Religius
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU