Home  / 
Ibadah Kurban dan Ibadah Haji
* Oleh : H Habibul Chair Staf Redaksi SIB
Jumat, 24 Agustus 2018 | 22:21:34
Umat Islam dan bangsa Indonesia saat ini sedang diuji Allah SWT, baik dalam bentuk menguntungkan secara lahiriah, berupa nikmat dan karunia yang banyak seperti, kekayaan, kekuatan, keterampilan atau peluang-peluang lainnya yang dianugrahkan Allah SWT atau sebaliknya diuji dalam bentuk yang buruk dan merugikan seperti bencana alam, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, letusan gunung berapi, begitu juga kesulitan ekonomi, kebodohan dan tauran yang belakangan ini sangat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masalah terorisme.

Sementara dua bentuk ibadah yang dilaksanakan umat Islam sekarang ini adalah Ibadah Haji yang dilaksanakan di Makkah dan sekitarnya serta ibadah kurban yang dilaksnakan di berbagai daerah dan wilayah di mana saja umat Islam berada yang mampu melaksanakannya. Kedua ibadah tersebut mengantarkan umat Islam yang melaksanakannya kepada Islam yang lengkap, sempurna dalam bentuk rukun Islam. Karena dengan Ibadah Haji sempurnalah rukun Islam yang kelima dengan ibadah kurban jadilah kita hamba Allah yang benar-benar menyerahkan diri spenuhnya kepada Allah SWT.

Hakikat Islam yang diraih melalui Ibadah haji dan ibadah kurban adalah berupa ketaatan, kesucian dan menyerahkan diri kepada Allah SWT. Maka seharusnya dalam kondisi dan situasi tersebut bangsa ini bisa damai terhindar dari riak-riak dari beragai perdebatan yang membuat masyarakat bawah menjadi bertanya-tanya terhadap petinggi-petinggi negara sekarang ini.

Hakikat Islam yang diraih melalui Ibadah Haji dan Ibadah kurban adalah ketaatan, kesucian, kedamaian dengan menyerahkan, kesucian, kedamaian dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Melalui kesucian dan kedamaian serta kesiapan untuk berkurban, setiap muslim dapat mewujudkan misi utamanya hadir di muka bumi adalah selain mengabdi kepada Allah sang Pencipta juga mewujudkan kemakmuran dan kebahagian di muka bumi ini. Hal ini sebagai firman Allah SWT "Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmuran, karena itu mohonlah ampun-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, sesungguhnya Tuhan dekat (rahmat-Nya lagi lagi memperkenalkan doa hamba-Nya). *Pemakmuran maksudnya manusia menjadikan penghuni dunia untuk menguasai dan kemakmuran dunia".

Essensi ajaran Islam berdasarkan kepada sebuah hadist Nabi SAW berasal dari Umar bin Khatab diriwayatkan  oleh Imam Muslim bahwa dari hasil dialog Nabi SAW dengan malaikat Jibril dapat dibagi tiga katagori yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Ketiganya dapat dibedakan, Islam diartikan sebagai aktifitas yang lebih bersifat pelaksanaan dua kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan Iman adalah aktifitas yang sifatnya bersumber dari hati yaitu berupak keyakinan terhadap Allah SWT, pada Malaikat, para Rasul, Kita-kita Allah hari Akihrat dan Takdir Ilahai, sementar Ihsan adalah keikhlasan dan kejujuran dalam berbuat, semat-mata karena Allah. Dengan demikian seorang muslim adalah makmum dan setiap makmum adalah muslim, namun tidak sebaliknya yaitu seorang muslim belum tentu mukmin.

Selanjutnya Rasul menjelaskan bahwa tahapan Muslim seorang itu baru sekedar melakukan perbuatan lahir, sementara pada tingkat kemungkinan seseorang itu telah melakukan yang berakar pada hatinya. Hal ini dapat disebutkan dalam sebuah hadits "Rasullah SAW bersabda, Islam itu adalah sesuatu (perbuatan) yang lahiriah dan iman itu di dalam hati. Beliau selanjutnya menunjuk ke dadanya tiga kali seraya berkata : taqwa itu ada di sini (Riwaya Ahmad).

Esensi ajaran Islam yang tiga di atas tidaklah harus difahami secara terpisah satu dengan yang lainnya, tetap harus secara bertahap. Meningkat dari yang paling rendah kepada yang paling tinggi, sehingga ajaran Islam tersebut secara paripurna dan berkelanjutan eksis dan terealisasi dalam prilaku sepanjang hayat. Pada tingkat keberagaman seperti inilah umat Islam tampil sebagai umat yang terbaik.

Sisi lain Islam membawa ajaran tentang perdamaian. Perdamaian  adalah salah satu ciri utama terhadap sesama umat Islam. Sikap damai tidak hanya ditunjukkan sesama umat Islam tetapi juga terhadap musuh yang cenderung kepada perdamaian. Hal ini seperti disebutkan dalam firman Allah SWT " Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui (QS Al-Anfal 8:61).

Ajaran Islam berdasarkan uraian di atas sangat mendambakan kemudahan, kedamaian dan kebahagain dalam hidup dan sebaliknya menentang perbuatan-perbuatan yang dapat membuat suasana, ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran sebagaimana yang ditimbulkan oleh tindakan teroris yang akhir-akhir ini menganggu suasana kenyamanan dan ketenteraman hidup umat dan bangsa kita dan bahkan dunia secara global. Oleh karena itu, menghubungkan dunia Islam dengan teroris jelas merupakan kesimpulan yang keliru dan bahkan menyesatkan.

Maka melalui Ibadah Haji dan Ibadah kurban kita mengharapkan mengantarkan umat Islam kepada ajaran kebenaran, menuju kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.(c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU