Home  / 
Laporan dari Mekah
Napak Tilas ke Gua Hira, Tempat Nabi Dapat Wahyu Pertama
Jumat, 27 Juli 2018 | 22:27:38
Mekah (SIB) -Lahir dan berkembangnya Islam tidak lepas dari Gua Hira. Di gua yang terletak di Jabal Nur ini Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama. Begini kondisi gua itu kini.

Media Center Haji 2018 berkesempatan untuk mengunjungi Gua Hira pada Rabu (25/7/2018) dinihari. Waktu terbaik untuk naik ke Gua Hira memang pada dinihari dan turun ke bawah tak lama setelah matahari mulai naik.

Untuk mereka yang start mulai dinihari, salat subuh bisa dilakukan di perjalanan pendakian dengan berwudu menggunakan air mineral atau bertayamum. Ada spot-spot di jalur pendakian yang berupa batuan datar, sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat salat ke berjamaah.

Jarak antara Gua Hira dengan Kakbah di Masjidil Haram, apabila ditarik garis lurus, yakni 5,24 Km. Dari pusat kota Mekah perjalanan darat dengan kendaraan ke kampung terdekat sebelum naik ke bukit Jabal Nur cukup memakan waktu tak kurang dari 20 menit. Perjuangan baru terasa saat selepas turun dari mobil karena harus menapaki bukit batu terjal.

Untuk menuju Gua Hira, telah dibuatkan anak tangga yang menghubungkan kampung terakhir dengan puncak Jabal Nur. Meskipun sudah ada anak tangga, bagi Anda yang tak terbiasa dengan kegiatan fisik, harus pintar-pintar mengatur strategi. Jangan langsung memforsir fisik dengan terus naik ke atas. Lebih baik luangkan waktu sejenak tiap beberapa puluh langkah untuk beristirahat. Ada tiga tempat istirahat berbentuk gazebo di lintasan pendakian.

Pendakian Gua Hira umumnya memakan waktu satu sampai dua jam, tergantung pada kemampuan fisik dan banyaknya frekuensi istirahat. Bila Anda merupakan seorang yang terbiasa dengan kegiatan fisik terutama pendakian, waktu tempuh bisa jauh dipangkas.

Sebaiknya membawa senter atau paling tidak memaksimalkan fasilitas flash light pada kamera ponsel Anda. Dari bawah sampai ke puncak Jabal Nur, tidak ada satu pun lampu penerangan.

Selama perjalanan ke atas, di kiri kanan jalur pendakian ada peminta-minta yang aktif menyapa. Mulai dari sapaan sopan sampai terang-terangan meminta nominal.

"Indonesia bagus," kata seorang peminta-minta mengawali sapaanya.

Tim Media Center Haji memang selalu mengenakan pakaian petugas haji, lengkap dengan emblem bendera merah putih. Bisa jadi dia sudah akrab dengan bendera Indonesia, bisa mengenali di kegelapan Jabal Nur.

"Satu riyal. Shodaqoh," kata peminta-minta itu setelah dicueki.

Begitu sampai di puncak Jabal Nur harus bergerak sedikit ke bawah lagi di sisi bukit setelahnya. Gua Hira terletak tak jauh di punggung Jabal Nur sebelah atas yang berada di arah pusat Kota Mekah.

Setelah naik dan turun bukit, tantangan belum selesai. Tantangan terakhir ini adalah celah sempit dan lorong yang harus dilewati untuk dapat masuk ke gua hira. Pengunjung harus menekuk/memiringkan badan sedemikian rupa untuk dapat melewati celah dan lorong ini.

Usai melewati celah sempit itu, maka sampailah di Gua Hira. Bentuk gua ini terbilang kecil.Panjang gua sekitar tiga meter dengan lebar sekitar satu setengah meter dengan ketinggian sekitar dua meter. Gua ini hanya cukup digunakan untuk salat dua orang.

Saat tiba di sana pada Rabu pagi, tampak ada jemaah dari Bangladesh dan Kashmir sedang antre untuk menunaikan salat di dalam gua. Sambil antre tampak ada jemaah yang berdoa.

Meski terkesan tak terurus, tetap banyak peziarah yang datang ke Gua Hira. Mereka ingin napak tilas ke tempat di mana Rasulullah mendapatkan wahyu pertama yakni Surat Al Alaq ayat 1 sampai 5.

"Dari awal saya ingin ke Gua Hira ini untuk melihat di mana nabi mendapatkan wahyu perdana," kata Syam, peziarah dari Kashmir.

Namun perlu dicatat, ziarah Gua Hira ini tak termasuk dalam rangkaian ibadah haji. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji agar fokus mempersiapkan diri untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengerjaan Paving Blok di Desa Birubiru Disorot Anggota DPRD Deliserdang
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Mayat Terapung di Perairan Batubara Diduga Terkait Kasus Pembunuhan di Tanjungmorawa
Jalan Menuju Objek Wisata Pantai Bogakbesar Mirip Kubangan Gajah
Jalan Rusak di Marelan Dikeluhkan Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU