Home  / 
Fenomena Tik Tok dan Narsistik
* Oleh Islahuddin Panggabean
Jumat, 6 Juli 2018 | 19:48:29
Aplikasi Tik Tok, yang sedang populer di kalangan anak muda, baru saja diumumkan telah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (3/7). Aplikasi Tik Tok kini menjadi viral di media sosial. Banyak anak muda yang menggunakan aplikasi ini. Tak hanya remaja, anak-anak hingga orang dewasa juga meramaikan media sosial dengan video Tik Tok.

Tik Tok adalah aplikasi yang memberikan efek spesial unik dan menarik yang dapat digunakan oleh penggunanya dengan mudah sehingga dapat membuat video pendek dengan hasil yang keren.

Tik Tok diketahui berasal dari China. Platform video musik dan jejaring sosial ini pertama kali diluncurkan pada September 2016 oleh sosok bernama Zhang Yiming. Zhang adalah pendiri Toutiao, perusahaan platform konten yang berbasis di Beijing. Toutiao sendiri bernaung di induk perusahaan Baytedance.

Popularitasnya melesat di mana pada Juni 2018, penggunanya telah meroket di angka 150 juta. Tik Tok sendiri memutuskan masuk ke pasar Indonesia pada September 2017, yang langsung disambut hangat khususnya di kalangan kawula muda.

Saat ini, Tik Tok adalah platform video terkemuka di Asia dengan pertumbuhan pesat dan juga menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di iPhone. Aplikasi video pendek ini memiliki dukungan musik yang banyak, sehingga penggunanya dapat melakukan performanya dengan tarian atau gaya bebas. Tak heran jika anak muda menunjukkan berbagai ekspresi mereka melalui aplikasi ini.

Untuk membuat sebuah video Tik Tok tak jarang, orang-orang berdandan atau berprilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai syariah hanya untuk mencari kepuasan pribadi, menonjolkan diri (narsistik) dan di-publish ke depan umum melalui medsos. Kenyataan bahwa fenomena ini melanda masyarakat mengindikasikan umat yang Imma'ah dan kian memudarnya rasa malu. 

Pertama, Umat yang Imma'ah. Saat ini kebanyakan umat Islam hidupnya sangat terpengaruh sesuai trend atau dalam bahasa agamanya disebut "Imma'ah". Padahal Nabi telah memesankan kepada kita agar tidak menjadi imma'ah tetapi istiqomah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi: "Janganlah salah satu di antara kamu sekalian ber-imma'ah (ikut-ikutan), yang jika orang lain baik maka engkau baik; dan jika mereka jelek maka engkau jelek pula. Akan tetapi hendaklah engkau tetap konsisten terhadap (keputusan) dirimu. Jika orang lain baik, maka engkau baik; dan jika mereka jelek, hendaklah engkau jauhi keburukan mereka". Oleh karena itu, setiap pribadi muslim dalam menjalani kehidupan harus senantiasa memperhatikan nilai-nilai agama, tidak sekedar ikut-ikutan trend. 

Selain itu, Islam juga melarang jika dalam foto maupun video itu melanggar syariat Islam seperti menampakkan aurat, berdandan seperti perempuan, berjoget ria, maupun berdusta hanya untuk membuat orang lain tertawa, peringatan Nabi, "Celakalah orang yang berbicara sesuatu pembicaraan yang bertujuan dengannya untuk membuat orang lain ketawa, lantas dia berdusta, celakalah dia, celakalah dia!!." (HR Abu Daud).  

Kedua, Memudarnya Rasa Malu. Salah satu akhlak utama dalam Islam ialah rasa malu. Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak dan akhlak Islam adalah malu." (HR Ibnu Majah dan Ath-Thabrani). Bahkan dijelaskan bahwa Iman dan Rasa Malu ialah dua hal yang berkaitan, apabila salah satunya hilang, maka hilanglah yang lain. Imam Ibnul Qayyim berkata, "Malu berasal dari kata hayaah (hidup), dan ada yang berpendapat bahwa malu berasal dari kata al-hayaa (hujan), tetapi makna ini tidak masyhur. Hidup dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu orang tersebut. Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang. Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.

Rasulullah Saw sebagai uswah hasanah telah menjadi teladan utama dalam hal ini. Ia disebut sebagai sosok yang pemalu dan beliau pun memerintahkan umatnya agar memiliki sifat malu. Salah satu contoh konkrit bagaimana Islam mengagungkan rasa malu ialah anjuran menutup diri meskipun sedang mandi. Rasulullah Saw  bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Pemalu, Maha Menutupi, Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan. Apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaklah dia menutup diri." Begitupula ada sebuah riwayat bahwa tidaklah baginda 'mendatangi' istrinya melainkan dalam selimut. Hingga ada pengakuan dari Ummul Mukminin, Aisyah ra bahwa beliau belum pernah melihat (maaf) kemaluan Nabi. 

Betapa indahnya ajaran Islam bahkan sampai-sampai tiada satu orang pun yang melihat (saat mandi) ataupun berduaan dengan istri, setiap muslim haruslah mempunyai rasa malu. Fenomena selfie, dubsmash dan sekarang Tik Tok yang kesemuanya merupakan fenomena Narsisitik disadari atau tidak menunjukkan memudar atau tercerabutnya rasa malu dalam diri umat Islam. Bagaimana ia dengan mudahnya mengup-load dan share video kepada khalayak ramai berharap 'like' atau 'comment' tanpa mempertimbangkan rasa malu dan marwahnya sebagai seorang muslim. 

Dalam Al-Quran yaitu Surat An-Nisa ayat 9, Allah Ta'ala telah memberikan ultimatum terhadap kejadian semacam ini, yaitu munculnya dzurriyatan dhi'afan (generasi yang lemah), baik itu lemah secara materi, lemah intelektual dan lemah iman. Allah Ta'ala memerintahkan kita agar takut bila hal tersebut terjadi. Pada saat ini, kita harus takut jika generasi muda benar-benar dalam kondisi dzurriyatan dhi'afan. Karena itu, langkah pemerintah dinilai tepat.

Penutup 
Islam sebagai agama yang sempurna adalah pedoman dalam kehidupan ini. Fenomena  narsistik yang saat ini menjadi trend hendaknya tidak membuat muslim mengabaikan ajaran Islam. Begitu juga bahwa akhlak utama dalam Islam ialah rasa malu. Maka setiap muslim harus meningkatkan rasa malunya, terutama pada Allah.  Wallahua'lam. (Penulis adalah Pengurus Gerakan Islam Pengawal NKRI/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pansus R-APBD Desak Dinas PMPTSP Medan Tingkatkan Pelayanan dan PAD
Selamatkan Industri Pers dan Perbukuan Nasional
1 Bal Ganja Tak Bertuan Ditemukan di Lapas Klas IIB Tanjungbalai
Inas Hanura Tertawa Digugat Kader Gerindra Labuhanbatu Rp 45 Juta
Dukung Prabowo, PPP Muktamar Jakarta Siap Gerakkan Mesin Partai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU