Home  / 
Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Kotamatsum
H Djarot: Isra’ Mi’raj Momentum Introspeksi Nilai Keimanan dan Keikhsanan
Jumat, 20 April 2018 | 21:10:56
SIB/Dok
ISRA’ MI’RAJ: Djarot Saiful Hidayat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Kotamaksun Medan, Rabu (18/4).
Medan (SIB) -Cagubsu H Djarot Saiful Hidayat memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439H bersama ratusan kaum muslimin Kotamaksum Medan, Rabu (18/4), di Sekretariat Relawan Muslim Berjuang Jalan Amaliun Medan.

Acara dihadiri sejumlah tokoh muslimin dan juga pengurus Muslim Berjuang Sumatera Utara. Tampak hadir Sangkot Sirait SSos selaku pembina Muslim Berjuang dan Zaharuddin Sinaga SE Ketua Muslim berjuang.

Djarot Saiful Hidayat memaparkan nilai-nilai peristiwa Isra' Mi'raj. "Peristiwa Isra' Mi'raj adalah momentum yang tepat untuk instropeksi diri terhadap aplikasi pengamalan nilai-nilai keimanan, nilai-nilai keihsanan seorang muslim di dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita selalu berjuang untuk melawan kemiskinan, melawan kebodohan, melawan terhadap tindakan-tindakan yang keji," ungkapnya.

Lebih lanjut H. Djarot mengatakan ia sangat senang berada bersama muslimin berjuang dan tidak merasa sendiri untuk membangun Sumatera Utara lebih baik lagi di masa yang akan datang. Bersama-sama melawan kemiskinan, kebodohan, korupsi dan narkoba yang begitu marak terjadi di Sumatera Utara.

"Dan benar-benar di dalam memperingati Isra' Mi'raj ini kita instropeksi diri bertanya ke diri kita dan biarkan hati nurani kita menjawabnya, sebab jika yang menjawab mulut kita itu bisa jadi bohong," kata Djarot dengan intonasi kata yang lembut.

"Apakah tujuan hidup kita, ketika diberikan hidup oleh Allah SWT dan diturunkan ke dunia ini? Saya selalu diajarkan oleh mbah-mbah saya bahwa tujuan hidup itu bukan untuk  mengejar kekuasaan, bukan untuk menumpuk harta tapi bagaimana hidup dalam sekali itu kita benar-benar bisa memberikan manfaat sebanyak-banyak kepada umat manusia," kata Djarot dengan penuh welas kasih.

Tak lupa juga H. Djarot mengingatkan agar hidup yang cuma sekali di dunia ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk menebar kebaikan, untuk menebar kasih sayang, untuk melakukan apa pun juga yang bisa membantu orang lain supaya hidup itu tidak sia-sia. Selalu kita membangkitkan semangat kita untuk bertoleransi satu sama lain karena pada hakikatnya kita adalah saudara. Islam dan kebangsaan tidak dapat dipisahkan.

"Hubbul wathon minal iman - Rasa cinta tanah air itu sebagian dari iman", tutup H. Djarot mengutip jargon dari ulama kharismatik KH Hasyim Asy'Ari. (R6/A18/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU