Home  / 
Menag Ajak Penyuluh Lintas Agama Kampanyekan Moderasi
Jumat, 9 Maret 2018 | 22:23:28
SIB/Dok
Menag Lukman beri pembinaan penyuluh lintas agama di NTB.
Lombok (SIB) -Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para penyuluh lintas agama untuk terus mengampanyekan moderasi. Menurut Menag, paham yang moderat adalah pengamalan keagamaan yang hidup sejak dulu di Indonesia.

"Paham dan pengamalan keagamaan yang hidup di Nusantara sejak ratusan lalu adalah paham moderat, tidak ekstrem kanan maupun kiri. Ini harus dijaga," terang Menag di hadapan ratusan penyuluh lintas agama di Lombok, NTB, Kamis (1/2).

"Semua kita harus bekerja dalam rangka menjaga dan merawat moderasi agama," lanjutnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membangun kesadaran bahwa beragama hakikatnya berindonesia dan sebaliknya berindonesia hakikatnya beragama. Menurut Menag, saat seseorang mengamalkan ajaran agama, maka  sebenarnya dia sedang menjaga Indonesia. Sebab, Indonesia adalah negara bangsa yang sangat agamis.

"Menjadi warga negara yang baik, hakikatnya juga wujud pengamalan ajaran agama. Menjaga bangsa adalah kewajiban," ujarnya.

Menag menilai sebagai garda terdepan, penyuluh berada pada posisi strategis. Apalagi, tidak semua orang bisa menjadi penyuluh.

Kakanwil Kemenag NTB Nasrudin melaporkan bahwa kondisi kerukunan di NTB kondusif dan dilandasi sikap toleransi. Menurutnya, upaya memelihara kerukunan terus menjadi program prioritas bersama tokoh agama.

"Kerukunan menjadi keniscayaan dan kunci sukses pembangunan di NTB yang plural," ucapnya.

Nasrudin melaporkan bahwa penduduk Muslim di NTB lebih dari 4,5juta. Sementara Hindu sekitar 181ribu, Katolik 17ribu, Kristen 18ribu, Buddha 24ribu, dan Konghucu 30 orang.

"Ada lebih lima ribu masjid, empat ratus pura, delapan Gereja Katolik, lebih dua puluh Gereja Kristen dan tiga puluh enam Vihara," ujarnya.

"Sementara penyuluh ada 918 Muslim, 70 Hindu, 20 Katolik, 53 Kristen dan 65 Buddha," tutupnya.

Tampak hadir Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M Fuad Nasar, Rektor UIN Mataram, dan Sesmen Khairul Huda Basyir. (Kemenag/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU