Home  / 
Pengorbanan Kebajikan
* Oleh : Upa Madyamiko Gunarko Hartoyo
Sabtu, 12 Mei 2018 | 17:42:31
Pada satu masa Bodhisatta terlahir sebagai seekor rusa yang berwarna keemasan, matanya bulat bagaikan batu permata dan tanduknya berkilau keperakan serta sejumlah keindahan tubuh lainnya dan di kenal sebagai Raja Rusa Beringin (Nigrodhamiga). Di kawasan yang sama, terdapat rusa yang sama dengan dirinya didampingi lima ratus ekor rusa, rusa tersebut bernama Rusa Cabang (Sakhamiga), juga berwarna keemasan seperti Bodhisatta.

Pada masa itu, Raja Benares sangat suka berburu dan selalu memakan daging dalam setiap santapan. Karena setiap hari ia mengumpulkan semua penduduknya meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi berburu bersamanya. Rakyat memikirkan cara agar kehidupan mereka tidak terganggu dengan cara menggiring sejumlah rusa liar ke tempat tersebut, mengurung mereka di dalam dan menyerahkan mereka kepada raja.

Setelah membuat suara hiruk pikuk dengan memukulkan pedang, tongkat dan busur mereka untuk menggiring kawanan rusa tersebut ke taman peristirahatan raja, dan segera menutup pintu gerbang tempat tersebut. Kemudian mereka menghadap raja dan menyempaikan mereka telah menggiring sejumlah besar rusa untuk memenuhi taman peristirahatan raja dan mulai saat itu sang raja dapat menjadikan rusa rusa tersebut sebagai santapan.

Raja segera mengunjungi taman peristirahatan yang diisi kawanan rusa itu, ia melihat dua ekor rusa yang berwarna keemasan, dan menganugerahkan kekebalan terhadap hukuman mati kepada mereka. Kadang-kadang raja mengunjungi tempat itu, menembaki salah seekor rusa lalu membawa bangkai rusa itu pulang; Kadang-kadang, koki istana yang akan datang untuk membunuh salah seekor kawanan rusa itu. 

Mempertimbangkan hal itu, Bodhisatta mengundang Rusa Cabang dan membuat kesepakatan bersama dimana pendamping keduanya akan menerima kematian secara bergiliran. Satu hari dari kawanan Bodhisatta dan keesokan harinya giliran kawanan Rusa Cabang.  Disepakati rusa yang mendapat giliran harus pergi ke tempat pelaksanaan hukuman mati itu dan berbaring dengan posisi kepala berada di balok hukuman mati tersebut. Dengan cara ini, rusa-rusa yang lain tidak perlu menderita luka ditembak raja ataupun kokinya.

Suatu hari, giliran itu jatuh ke tangan seekor rusa betina dari kawanan Rusa Cabang yang sedang mengandung. Ia mencari Rusa Cabang memohon gilirannya diganti karena sedang mengandung menunggu hingga setelah melahirkan. Rusa Cabang menolak mengganti gilirannya dengan rusa yang lain sehingga ia pun mencari Bodhisatta dan menceritakan masalah yang ia hadapi. Bodhisatta menyanggupi permintaannya dan pergi ke tempat pelaksanaan hukuman mati dan membaringkan dirinya dengan kepala berada di atas balok. Koki berteriak saat melihat Rusa Beringin itu karena melihat Raja Rusa yang mendapat kekebalan kematian berada di posisi tersebut.

Mendengar kejadian itu, raja naik kereta perangnya dan tiba bersama sejumlah pengawal. Sambil memandang Bodhisatta, Raja mempertanyakan mengapa rusa tersebut menyia-nyiakan nyawanya karena raja menjanjikan kehidupan untuknya. 

"Paduka, seekor rusa betina yang sedang hamil tua datang menghadapku, memohon agar gilirannya digantikan oleh rusa lain; karena saya tidak bisa memindahkan kematian dari satu rusa ke rusa yang lain, maka saya menukarkan nyawa saya untuknya dan kematiannya untuk saya dengan berbaring di sini. Jangan berpikir ada alasan lain untuk tindakan ini, Paduka."

"Raja Rusa Emas," kata Raja, "saya belum pernah melihat, bahkan di antara para manusia, seseorang dengan kebaikan hati, cinta kasih dan belas kasih sebesar yang engkau miliki. Hal ini membuat saya merasa senang terhadap keberadaanmu. Bangkitlah! Saya bebaskan nyawamu dan nyawa rusa betina itu."
Walaupun telah dijanjikan demikian, Bodhisatta tetap memastikan bukan rusa lain yang akan dikorbankan. Bahkan makhluk berkaki empat lain, kawanan burung dan ikan menjadi permohonan Bodhisatta untuk dibebaskan tidak menjadi pengganti nyawa mereka. Setelah memohon pengampunan Raja atas nama seluruh makhluk hidup, makhluk yang agung itu pun bangkit. Ia pun mengukuhkan lima latihan moralitas (Panca Sila) kepada raja, dan berkata, "Berjalanlah di jalan kebenaran, Raja yang agung. Berjalan di jalan kebenaran dan keadilan untuk orang tua, anak anak, orang-orang kota dan para penduduk desa, sehingga saat raga ini hancur, engkau akan memasuki alam bahagia." Dengan keagungan dan ketulusan yang merupakan tanda-tanda dari seorang Buddha, ia membabarkan kebenaran kepada raja.

Kebajikan sebagaimana yang dilakukan Sang Bodhisatta merupakan salah satu berkah utama dalam Manggala Sutta yang akan memberikan kebahagiaan. Keuntungan pertama dari menghindari kejahatan dan melakukan kamma yang bajik adalah akan mendapatkan reputasi baik sehingga seseorang akan dihargai sama seperti penghargaan yang diberikan sang raja kepada Bodhisatta. Keuntungan kedua, ketika berhadapan dengan orang lain, pelaku kebajikan akan berani berhadapan dengan tanpa perasaan malu sehingga dalam cerita jataka ini Sang Bodhisatta begitu percaya diri mempertanyakan keselamatan nyawa semua makhluk hidup, tidak hanya nyawa kawanan rusanya. Jika melakukan tindakan yang memalukan, tentunya tidak kita akan memiliki keyakinan diri.

Keuntungan ketiga dari menjaga sila dan berbuat baik adalah kekayaan kita tidak akan terbuang secara percuma. Bayangkan berapa banyak rusa yang terhindar dari luka tembakan karena kebajikan Bodhisatta mengatur giliran rusa menjadi santapan raja, Dengan kebajikan yang timbul, pengorbanan yang diberikan menjadi bermanfaat lebih besar.  Dalam kehidupan sehari hari dapat dimaknai dengan kebajikan yang dilakukan, seseorang akan terhindar dari terkurasnya harta melalui minuman (alkohol), judi, wanita penghibur dan hal buruk lainnya. (h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU