Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Keramahan Pada Kemarahan
* Oleh : Upa. Madyamiko Gunarko Hartoyo
Sabtu, 16 September 2017 | 11:16:57
Di satu pojok rumah sakit, seorang ayah gelisah menunggu anaknya yang kritis dioperasi. Karena telat dari jadwal yang ditentukan, sang ayah berulang mempertanyakan keterlambatan tersebut. Suster menjawab dengan lembut dan menyuruhnya bersabar karena dokter sedang dalam perjalanan. Namun jawaban yang lembut tidak mampu menyurutkan emosi yang semakin lama berubah menjadi geram dan marah menyaksikan anaknya yang tergeletak lemah di ruang operasi karena dokter tak kunjung tiba.

Setelah menunggu cukup lama, sang dokter akhirnya tiba. Di tengah lorong menuju kamar operasi  sang dokter dihadang oleh sang ayah untuk mengungkapkan kekecewaannya karena terlambat dari jadwal yang ditentukan. "Kenapa lama sekali dokter! Tidak tahukah Anda anak saya sedang kritis? Mana tanggung jawab Anda sebagai dokter?," ketusnya

Dokter tersebut dengan tenang sambil tersenyum menjawab, "Saya mohon maaf dan sangat menyesal atas keterlambatan ini. Tadi saya sedang berada di luar, tetapi begitu dihubungi saya langsung menuju ke sini. Semoga sekarang Bapak dapat merasa tenang karena operasi akan segera dilaksanakan. Doakan ya Pak, semoga saya dapat melakukan tugas ini dengan baik dan semua berjalan lancar."

Namun, keramahan dokter tidak meredakan amarah si bapak, bahkan suaranya kian keras, "Anda bilang apa? Tenang!? Sedikit pun Anda tidak peduli rupanya. Apakah Anda bisa tenang jika anak Anda yang sekarat? Apa yang akan Anda lakukan jika anak Anda meninggal?"

Sekali lagi, sambil tetap menebar senyum dokter itu melanjutkan, "Maaf Pak, saya tidak dapat memperpanjang usia tidak juga dapat memendekkannya. Saya hanyalah seorang dokter. Usia di tangan Tuhan. Dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan putra Anda. Mari kita doakan kelancaran usaha kita.  Saya permisi dulu Pak ya!"

Sang ayah itu masih terus menggumam dengan sinis ketika sang dokter bedah itu berlalu dan memasuki ruangan operasi. Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun duduk menunggu proses operasi berjalan sambil berdoa. Selang waktu operasi berlangsung beberapa jam, pintu kamar operasi pun terbuka.
Sang ayah berdiri menyambut dengan penuh harap. Tampak dokter ahli bedah ini keluar tergesa-gesa dari dalam ruangan operasi sambil berkata kepada orangtua si pasien, "Berbahagialah Pak,  operasi berjalan lancar. Pasien dalam keadaan baik-baik saja. Maaf, saya harus segera pergi. Nanti perawat kami akan menjelaskan kondisi anak Anda lebih rinci." 

Tidak lama kemudian, keluarlah seorang perawat dari ruangan operasi menemuinya. Seketika orangtua pasien itu berkata, "Dokter egois, ada apa dengannya, tidak sedikit pun memberi kesempatan kepada saya untuk bertanya tentang kondisi anak saya?" Tanpa disangka, tiba-tiba perawat tersebut menangis berlinang airmata seraya berkata, " Mohon dimaafkan karena kemarin putra dokter meninggal dunia akibat kecelakaan Pak. Ketika tadi kami hubungi, beliau sedang bersiap-siap untuk menuju pemakaman untuk menguburkan putranya itu. Apa boleh buat, kami tidak punya dokter bedah yang lain. Oleh karena itu begitu selesai operasi dia bergegas pulang untuk melanjutkan pemakaman putranya. Dia telah berbesar hati meninggalkan sejenak segala kesedihan atas anaknya yang meninggal demi menyelamatkan hidup anak Anda."

Sebuah pelajaran yang luar biasa dapat kita petik dari keramahan sang dokter.  Dia tetap ramah menangani pasiennya yang panik dan memarahinya tanpa mengeluh apalagi membalas. Coba bayangkan jika orang lain yang jadi dokter akan berpikir, "Sudah, saya tidak mau ngurus karena masalah saya lebih besar. Saya sedang sedih. Anak saya meninggal."

Dalam Manggala Sutta yang diuraikan Sang Buddha, keramahan merupakan salah satu dari 38 berkah utama yang akan memberikan kebahagiaan pada diri manusia. Keramahan menyimpan banyak manfaat. Sikap yang ramah dan hangat kepada orang lain menjadi daya tarik tersendiri yang membuat kepribadianmu lebih menonjol.  Hampir sebagian besar orang lebih menaruh simpati dan ketertarikan pada orang yang selalu menunjukkan keramahannya.

Selain itu, banyak manfaat lain yang bisa kita peroleh. Sikap positif keramahan juga dapat menjadi 'magnet' yang menarik perhatian orang lain untuk berada di sekitar kita. Kalau punya banyak teman, maka akan ada banyak orang juga yang akan bersedia membantu kita saat menghadapi masa sulit.

Di sisi lain, sikap ramah pada orang lain dapat membuat orang merasa dihargai sehingga mereka tentunya juga akan memberikan penghargaan yang sama dan  menimbulkan manfaat positif dalam hidup yang membuat kita merasa lebih baik. Dan yang paling penting, dengan bersikap baik pada orang lain maka kita akan mampu mengendalikan emosi dengan baik. Kecerdasan emosional yang baik dapat menjadi kunci kesuksesan hidup yang bisa diperoleh melalui hal positif yang ditimbulkan keramahan kita.

Coba renungkan dari cerita inspirasi yang dibroadcast melalui whatsApp di atas, apa yang akan terjadi jika kemarahan sang ayah mengakibatkan dokter tersinggung dan membatalkan operasi bedah kepada anak tersebut. Kita tidak harus merasa selalu berada di posisi yang harus dilayani ataupun dimengerti karena sebaliknya pihak lain juga punya kondisi yang tidak kita ketahui posisinya secara jelas.

Justru dengan keramahan tentunya orang lain dapat merespon keinginan kita dengan lebih baik. Bahkan hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetaplah memberi keramahan dalam merespon apapun tindakan orang lain. Karena banyak hal yang memicu perlakuan negatif yang dilakukan orang lain. Dengan keramahan pada kemarahan orang lain, paling tidak dapat memutus rantai sifat buruk seseorang di masa datang selain sejumlah manfaat positif lain yang dapat kita peroleh. Keramahan merupakan berkah bagi kebahagiaan. (l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU