Home  / 
Roy Fachraby Ginting SH MKn
Sekolah Minggu Hanya Ibadah Anak-anak, Tidak Layak Masuk RUU Pendidikan Keagamaan
Senin, 5 November 2018 | 10:17:19
Roy Fachraby Ginting
Medan (SIB) -Sekolah minggu itu adalah istilah bagi umat Kristen untuk kegiatan ibadah bagi  anak -anak jemaat gereja. Tidak ada  ijazah sebagaimana lembaga pendidikan. "Kita heran kenapa mesti ada izin sekolah minggu",kata Roy Fachraby Ginting SH MKn dosen dan staf pengajar Ilmu  Filsafat USU  kepada wartawan, Selasa (30/10) menanggapi polemik Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

Roy menjelaskan  konsep Sekolah Minggu perlu di mengerti DPR RI dalam memerbaiki RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Aturan negara terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat, termasuk tata cara beragama mestinya ada dalam kepentingan menjamin hak beragama dan menjalankan agama tiap warga negara.

Menurutnya, Peraturan Bersama 2 Menteri tentang izin pendirian rumah ibadah juga dijadikan "pedang" untuk membatasi, menolak,  mempersekusi para pemeluk agama yang diakui resmi negara bahkan merusak rumah ibadah  adalah fakta yang terjadi di Indonesia.

Dalam RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan lanjut Ginting, ada upaya pengaturan itu  agar pendidikan non-formal agama-agama diatur dalam UU.

Dalam RUU tersebut, Pasal 69 (1) menyebutkan Sekolah Minggu dan Katekisasi (masa sebelum seorang umat Kristiani menerima babtisan) termasuk pendidikan non-formal agama Kristen.

Pasal 69 (3) menegaskan jumlah peserta didik pendidikan non-formal agama Kristen itu paling sedikit 15 (limabelas) orang.Pasal 69 (4) menegaskan bahwa Harus Ada Izin dari pemerintah kabupaten/kota untuk penyelenggaraan Sekolah Minggu dan Katekisasi.

"Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang baru saja disahkan masuk dalam prioritas DPR tentu harus kita dukung bersama. Tapi sekali lagi jangan sampai RUU yang akan disahkan menjadi Undang Undang itu malah menjadi pedang yang sangat tajam untuk membatasi dan melarang pemeluk agama untuk menjalankan ibadah agamanya", tegas Roy.

Ia mengajak pihak-pihak yang memahami Sekolah Minggu memberikan masukan dan mengkritisi pasal yang mengatur tentang Sekolah Minggu dan Katekisasi yang terdapat pada konsep RUU itu  dalam Pasal 69 dan Pasal 70 itu.

Dia curiga sepertinya  DPR  tidak memahami  pendidikan formal melalui sekolah-sekolah yang didirikan  gereja-gereja dan pendidikan non formal yang merupakan pelayanan rohani anak sekolah minggu.

Sekolah minggu tidak bisa disamakan dengan pesantren. Kegiatan sekolah minggu dan katekisasi merupakan bagian hakiki dari peribadatan gereja, yang tidak dapat dibatasi oleh jumlah peserta, sehingga tidak membutuhkan izin.

"Sekolah Minggu bukanlah pendidikan formal, melainkan pelayanan dari gereja untuk para jemaat muda. Seluruh umat beragama pada dasarnya sepakat dengan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan sepanjang RUU itu tidak mengatur pengajaran non formal di gereja. Jangan justru RUU ini akan beralih pada model intervensi negara pada agama. 

Oleh karena itu, kita akan menolak dengan keras apabila  pendidikan non-formal agama Kristen diatur dalam Undang-Undang karena hal itu akan berpotensi menjadi pedang bagi kelompok-kelompok radikal untuk menghalangi, membubarkan, mempersekusi gereja," kata Roy Ginting.

Sebelumnya, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas angkat bicara mengenai protes Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) terhadap aturan Sekolah Minggu di Pasal 69 dan 70 di RUU Pesantren dan Pendidikan Agama. Dia menyarankan PGI juga menyampaikan keberatannya ke pemerintah.

Oleh karena itu lembaga pendidikan agama,  apakah itu lembaga keagamaan Kristen, PGI maupun KWI dan lain-lain, hendaknya segera menyampaikan koreksi dan perbaikan atas RUU itu untuk disempurnakan sesuai dengan kenyataan bahwa Sekolah Minggu adalah bagian dari ibadah anak anak dan remaja. (A01/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU