Home  / 
DPRDSU, Pemkab, Polres Karo dan Mahasiswa Bahas Perambahan Hutan Karo
* Hentikan Aksi Illegal Logging Deleng Cengkeh dan Segera Tangkap Pelakunya
Senin, 22 Oktober 2018 | 16:37:26
Medan (SIB) -Komisi B DPRD Sumut mendesak instansi terkait baik kepolisian maupun Dinas Kehutanan Sumut  segera menghentikan aksi illegal logging di hutan Deleng Tongkoh (Deleng Cengkeh) Desa Lingga Muda Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo, karena  areal itu masuk kawasan hutan lindung dan segera tangkap pelakunya untuk diproses secara hukum. 

Desakan itu diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut Richard P Sidabutar, Siti Aminah Peranginangin, Wasner Sianturi, Lidiani Lase dan Robbi Anangga dalam rapat dengar pendapat dengan Pemkab Karo, Polres Karo,  Ikatan Mahasiswa Kecamatan Laubaleng (IMKL) Karo, Dishutsu (Dinas Kehutanan Sumut), Camat dan Kades Lingga Muda beserta sejumlah instansi yang menangani kehutanan, Selasa (16/10) di DPRD Sumut membahas aksi perambahan hutan di Deleng Tongkoh Karo.

"Kita mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera menghentikan aksi perambahan hutan di kawasan Deleng Cengkeh.  Begitu juga pelakunya, harus segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," ujar Richard Sidabutar ketika memimpin rapat dengar pendapat tersebut.

Ditambahkan, Dinas Kehutanan Sumut dan seluruh instansi yang menangani kehutanan, aparat penegak hukum  maupun Polhut (Polisi Kehutanan) untuk tetap melakukan koordinasi  dalam upaya pengamanan hutan sekaligus meningkatkan aktivitas penjagaan di kawasan hutan lindung khususnya di Deleng Cengkeh.
Dalam kesempatan itu, Siti Aminah dan Wasner Sianturi juga mengungkapkan rasa herannya, mengapa Polres Karo belum juga menangkap pelaku perambah hutan tersebut, padahal masyarakat, Karang Taruna dan IMKL Karo telah berulang-kali mengadukannya, karena masyarakat merasa resah, akibat illegal logging tersebut telah merusak lingkungan dan sumber mata  air.

Sebelumnya, juru bicara IMKL Karo Natanael Peranginangin mengungkapkan, akibat perambahan hutan secara liar di Deleng Tongkoh dikuatirkan Desa Perbulan, Linggamuda dan Martelu Kecamatan Laubaleng terancam terkena banjir bandang, sehingga harus segera dihentikan.

"Kami sudah turun ke lokasi perambahan hutan dan menemukan kayu gelondongan berserakan, satu uni alat berat, truk  dan empat orang perambah sedang melakukan aksinya yang salah satunya disebut-sebut mantan anggota DPRD Karo," ujar Natanael sembari menambahkan, pihaknya sudah mengadukan masalah ini ke Polsek Laubaleng  dan Polres Tanah Karo, tapi tersangkanya belum juga ditangkap. Hanya alat berat saja yang diamankan. 

Berkaitan dengan itu, Bupati Karo yang diwakili Kabag Pemerintahan Umum Safredus Barus,  Camat Laubaleng Asmono Peranginangin dan Kepala Desa Lingga Muda Natang Peranginangin  senada meminta, aksi perambahan hutan itu segera dihentikan dan pelakunya diproses secara hukum yang berlaku, karena dikhawatirkan 10 tahun ke depan, desa mereka akan terkena  banjir dan longsor. 

Sementara itu, Kabid Perlindungan Hutan Dishut Sumut Yuliani Siregar mengatakan, kawasan Deleng Cengkeh tersebut masuk dalam hutan lindung dan tidak ada izin apapun untuk kawasan itu. "Kita akui  ada kelalaian personel Dinas Kehutanan serta minimnya personel polisi hutan untuk mengawasi kawasan hutan tersebut," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Rasmanju Tarigan didampingi Kanit Tipiter Anggiat Nainggolan membenarkan telah terjadi penebangan hutan secara liar di areal hutan lindung Deleng Tongkoh dan polisi saat ini sudah bekerja atas fakta dan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.
Menurut Tarigan, setelah menerima laporan masyarakat, pihak kepolisian bersama pelapor langsung ke lapangan dan mengamankan alat berat di TKP (tempat kejadian perkara).  Namun, pihaknya tidak bisa menindak oknum mantan anggota dewan yang ada di lokasi, karena dari 14 orang saksi yang diperiksa termasuk pelapor,  tidak ada yang mengaku melihat penebangan.

"Kendala kita tidak ada saksi yang langsung melihat penebangan.  Terduga pelaku perambahan hutan yang berada di TKP mengaku pengangkatan kayu dilakukannya berdasarkan permintaan oknum aparat berseragam di jajaran Kodim Lau Balang dan menunjukkan bukti surat.  Kami sudah layangkan surat ke Kodim untuk mempertanyakan kebenaran surat itu,  namun belum ada respons.  Itu yang jadi kendala kami," jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Richard dan Siti Aminah berjanji akan menyurati Pangdam I/BB untuk meminta segera menindak oknum-oknum TNI yang diduga ikut terlibat dalam aksi perambahan hutan ini dan dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan ke lapangan, guna melihat langsung areal hutan yang dirambah.(A03/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU