Home  / 
IDI Medan : Waspadai Penyakit Akibat Banjir
Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:02:20
Medan (SIB) -Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan mengimbau masyarakat mewaspadai beberapa penyakit yang kerap muncul di saat banjir.
Imbauan itu disampaikan Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL kepada wartawan, Rabu (17/10) menanggapi prediksi BBMKG Wilayah I tentang wilayah Sumut yang masih berpotensi banjir disebabkan curah hujan yang tinggi di beberapa kabupaten/kota.

Dia menyebutkan, penyakit yang berpotensi muncul adalah diare, karena sumber air minum masyarakat, khususnya dari sumur dangkal yang akan ikut tercemar.

Di samping itu, pada saat banjir, banyak yang mengungsi. "Kalau mengungsi fasilitas dan ketersediaan air terbatas. Itu memicu munculnya penyakit diare disertai penularan yang cepat," ungkap dr Wujaya Juwarna.

Selanjutnya, pada saat musim hujan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti atau nyamuk penular penyakit demam berdarah. "Musim hujan banyak sampah, misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air tersebut menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Hal ini meningkatkan risiko penularan DBD seiring meningkatnya populasi nyamuk," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, penyakit yang rentan adalah leptospirosis yang disebabkan bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang terutama adalah tikus melalui kotoran atau air kencingnya. "Saat musim hujan ini tempat tinggal tikus kena banjir, maka dia keluar dari persembunyian," katanya lagi.

Penularan penyakit tersebut, jika seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

Selain itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi akibat bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. "Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat mungkin disertai sesak nafas, nyeri dada dan lain-lain," terangnya.

Kemudian, penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik.  Kemudian penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid.

Selanjutnya, penyakit yang muncul saat musim banjir atau hujan yakni memburuknya penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari. "Pastikan untuk selalu cuci tangan dan kaki dengan bersih, jaga kebersihan lingkungan, makanan dan tempat tinggal," tambahnya. (A17/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Paripurna RPJMD Hanya Dihadiri 10 Anggota Dewan
Wali Kota Medan dan Kapoldasu Raih Gelar Magister Hukum di Medan
Anggota DPRD Medan Nilai, Pemko Masih Tebang Pilih Tertibkan Reklame
Melindungi Anak-anak Dari Bahaya Rokok
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU