Home  / 
Warga Gang Hiligeo Pulobrayan Keluhkan Banjir
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:53:30
Medan (SIB)- Warga Jalan Purwosari Gang Hiligeo Kelurahan Pulobrayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur mengeluhkan banjir yang selalu melanda wilayah tersebut setiap kali hujan turun. Menurut warga, kurang lebih 15 menit saja hujan turun, namun luapan air mencapai setinggi betis orang dewasa. 

Salah seorang tokoh masyarakat, Ama Moni Zega kepada SIB, Selasa (9/10) mengatakan, hujan bukan saja menggenangi sepanjang jalan gang tersebut, tetapi juga  memasuki rumah warga. 

"Biasanya kalau hujan deras tidak sampai masuk ke rumah-rumah warga, gang pun tidak pernah banjir. Tapi herannya sejak dibangun parit di sepanjang Jalan Purwosari, justru menimbulkan kebanjiran parah di hampir seluruh rumah warga di gang ini," katanya. 

Ia berpendapat, parit yang dibangun selama ini percuma apabila selokan di gang tersebut tidak diperbaiki.

"Sia-sia kalau yang dibangun itu hanya parit sepanjang jalan,  tapi selokan di tiap gang dibiarkan begitu saja, jadi air yang turun justru meluap ke gang-gang dan permukaan rumah warga,  karena tidak adanya tempat menampung air hujan yang turun," katanya. 

Ia berharap, Pemko Medan memberi perhatian kepada warga Gang Hiligeo, sehingga banjir tidak lagi terjadi di kawasan tersebut. 

"Anehnya, ada beberapa gang yang ada di Jalan Purwosari ini, tapi satu-satunya gang yang kerap dilanda banjir cuma di Gang Hiligeo. Kami berharap Pemko Medan segera melakukan penanggulangan dan pencegahan. Sebab bila tiap kali hujan turun warga harus merasakan rumahnya digenangi air setinggi betis sehingga sangat mengganggu aktivitas warga, belum lagi banyaknya penyakit yang ditimbulkan," kata Ama Moni Zega. 

Hal senada disampaikan warga lainnya ibu Ade. Ia mengatakan, akibat banjir yang kerap terjadi, tak jarang muncul ular kecil. "Aduh,  kesallah pokoknya. Begini-begini saja kerjaan saya, kalau sudah hujan pasti rumah banjir, selalu muncul ular kecil, perabotan di dalam rumahpun menjadi rusak. Herannya justru karena ada pembangunan parit di depan gang ini malah membuat banjir rumah warga," katanya.

Ia juga menyesalkan perilaku-perilaku beberapa warga yang membangun usaha warungnya di atas parit yang sebelumnya telah dibangun Pemko Medan. 

"Tidak masalah kalau kebersihan tetap dijaga  dan tidak menimbulkan macet. Ini sampah warungnya dibuang di parit, jadi kalau hujan turun parit meluap dan sampah-sampah itu membuat tersumbat parit, sehingga air hujan tidak bisa tertampung lagi di parit itu, sehingga rumah-rumah warga yang berada di dalam gang menjadi korbannya," kata ibu Ade. 

Ia berharap Pemerintah Kota Medan menanggapi keluhan warga dengan segera. Jika hanya mengandalkan gotong-royong warga tidak bisa, sebab tidak ada alat berat yang ada hanya cakar seadanya. (A21/q)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU