Home  / 
Hasil Sementara Cabang Syarhil Quran, Peserta Puteri Provinsi Aceh Unggul
* Qiraat Sab?ah Mujawwad Golongan Paling Bergengsi di MTQN 2018
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:55:37
SIB/Dok
TAMPIL: Intan Novia, Mildawati dan Izzatul Munnah, tampil percaya diri dengan intonasi suara yang sempurna, untuk cabang Syarhil Quran di UINSU Sutomo, Selasa (9/ 10).
Medan (SIB) -Menyaingi peserta sebelumnya untuk cabang Syarhil Quran di UINSU Sutomo, Selasa (9/10), peserta puteri nomor 037 dari Provinsi Aceh berhasil memperoleh skor 91,5. Dengan begitu untuk sementara, peserta ini berada di puncak mengungguli peserta nomor 012 dari Provinsi Banten yang meraih skor 90,33 dan peserta nomor 026 Provinsi Sumatera Utara dengan skor 90,17.

Dengan membawakan tema "Keberagaman Dalam Perspektif Islam", peserta puteri yakni Intan Novia sebagai Pensyarah, Mildawati sebagai Qari dan Izzatul Munnah sebagai saritilawa. Ia tampil percaya diri dengan intonasi suara yang sempurna dan menyelesaikan penampilan dengan waktu 19 menit.

Dikatakan Intan, persiapan yang dilakukan dengan sebaiknya lewat latihan rutin selama hampir sebulan lebih. "Kami latihan setiap hari dan Alhamdulillah sudah selesai dan memberikan penampilan terbaik," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/10).

Untuk perolehan skor tertinggi pada hari ketiga perlombaan cabang Syarhil Quran, Intan mensyukurinya dan hasil akhirnya diserahkan pada Allah SWT. "Kami berserah diri pada Allah, karena mendapatkan skor tertinggi ini pun kami tidak menduga sebelumnya. Yang pasti kami hanya ingin memberikan penampilan terbaik sesuai dengan arahan pelatih dan Pemerintah Provinsi Aceh," ungkapnya.

Diakui Intan, dengan membawakan materi yang terpilih tersebut memang sangat dikuasinya dan tim, karena melihat kondisi negara Indonesia yang memiliki keberagaman baik agama, suku dan adat istiadat. Dimana Islam sangat menjunjung tinggi toleransi dan silaturahmi. Sehingga jangan sampai ada perpecahan akibat perbedaan.

"Kami menguasai isi materi sehingga tidak membuat gugup saat tampil tadi," ucapnya.

Pelatih peserta Syarhil Quran Provinsi Aceh, Fakhruddin menyatakan rasa bahagia dan syukurnya, karena salah satu peserta binaannya dapat melampaui peserta lain untuk sementara ini. Hasil tersebut diperoleh dari kerjasama, latihan hingga seleksi yang sangat ketat hingga peserta dapat tampil maksimal.

"Dari seleksi peserta kami sudah sangat selektif hingga akhirnya terpilih peserta-peserta terbaik ini. Latihan juga kami lakukan tiap hari dengan mengutamakan penguasaan isi materi dan power suara," paparnya.

Sementara untuk hasil akhir pada perlombaan cabang Syarhil Quran ini, menurut Fakhruddin diharapkan bisa masuk final dan menjadi pemenang. "Tapi tetap semuanya kami serahkan pada Allah SWT. Apapun hasilnya harus kami syukuri terpenting sudah memberikan penampilan terbaik," pungkasnya.

Untuk hari ketiga cabang Syarhil Quran di UINSU Sutomo, diperlombakan sebanyak 16 peserta yakni Provinsi Lampung, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Jambi, Jawa Tengah, Papua, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Gorontalo, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Provinsi DI Yogyakarta.

Paling Bergengsi
Sementara itu, cabang Qiraat Sab'ah Mujawwad Dewasa adalah cabang paling bergengsi dari sejumlah cabang dipertandingkan. 

"Jika diurutkan dari kelas remaja hingga cabang qiraat sab'ah mujawwad ini memang memiliki kedudukan tinggi, sebab lebih mendalam dan luasnya pengetahuan tentang teknik membaca AlQur'an. Setidaknya peserta harus melewati beberapa cabang lebih dulu, mulai dari tingkat remaja, tilawah murrotal hingga pengetahuan membaca qiraat sab'ah," jelas Prof Dr H M Roem Rowi MA selaku Ketua Dewan Hakim pada penjurian MTQN XXVII 2018, di sela waktunya mengawasi perlombaan cabang Qiraat Sab'ah Mujawwad, Rabu (10/10).

Dia juga menyampaikan, pelaksanaan MTQN dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Terutama menggunakan teknologi terkini yang memudahkan proses perlombaan, mulai dari penilaian, efisiensi waktu hingga informasi penilaian yang mudah diakses. 

Dia mengatakan, ada 12 orang dewan hakim yang bertugas menjadi juri pada cabang Qiraat Sab'ah Mujawwad. Yang menurut Dosen UIN Surabaya ini harus memiliki sikap jujur, amanah, adil, obyektif, bertanggungjawab, berkelakuan tidak tercela, dan berdedikasi tinggi. "Tentunya para juri juga memiliki ilmu yang memadai tentang obyek yang dinilai. Biasanya mereka memiliki pengalaman baik pengalaman pernah menjadi peserta," jelasnya.

Memasuki hari kedua babak penyisihan perlombaan cabang Qiraat Sab'ah Mujawwad, hasil sementara muncul nama baru peserta yang akan memasuki babak final. Seperti Ahmad Fauzi no peserta QS.036 sementara menduduki peringkat pertama dengan skor 93.33 menggeser posisi Syahroni dari Kafilah Kalimantan Timur menjadi posisi kedua dengan skor 91,83. Sedang urutan ketiga berasal dari Kafilah Riau, Riski Alwi dengan nilai 91,17. 

Sayangnya peserta pria asal Sumut harus gugur, peserta dengan nomor QS.026, Jakpar hanya mendapat nilai 91,00. Tapi harapan masih bisa diraih lewat kelas putri, peserta asal Sumut bernama Hj Rika Harnita SE, masih memiliki kesempatan untuk maju ke final, meski posisinya tergeser diurutan kedua. (A11/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus dan Kader PKS Binjai Mundur Massal
Pemprovsu Tak Bisa Bantu Keberangkatan Tim ke Pesparani Katolik di Ambon
Biaya Kampanye Politik di Indonesia Sangat Mahal
Kapolda: Terduga Teroris yang Tewas di Tanjungbalai Jaringan Syaiful
Pemilih Milenial Dinilai Cenderung Cuek Pada Politik
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU