Home  / 
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Senin, 24 September 2018 | 13:43:49
SIB/Dok
WAKIL DUBES AS : Wakil Dubes Amerika Serikat, Heather Variava foto bersama Konsul dan Wakil Konsul AS untuk Sumatera, Juha Salin dan Jessica Panchatha serta sejumlah tokoh perempuan Sumut, usai berdiskusi di Medan, Rabu (19/9).
Medan (SIB) -Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Heather Variava menyatakan perhatiannya atas persoalan-persoalan perempuan dan anak, termasuk perkembangan politik dan investasi serta pembangunan di wilayah Sumatera Utara. Hal itu diungkapkannya saat diskusi dengan enam  tokoh perempuan di Sumatera Utara, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Medan, Rabu (19/9).

"Saat ini banyak hal yang harus ditindaklanjuti terkait persoalan perempuan dan anak. Persoalan seperti yang muncul di Medan dan Sumatera Utara, juga dapat terjadi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Tentunya hal ini harus disikapi dengan baik sehingga kasus-kasus yang ada dapat menurun dan berbagai perbaikan dapat dilakukan," ujar Heather sembari menegaskan pentingnya keseriusan dalam melakukannya.

Hal tersebut disambut baik oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan Lanjut Usia (LPPLU) Sumut, Hj Halimah Hutagalung; Ketua Forum Pemerhati dan Penulis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Forum P5A) Sumut Saurma MGP Siahaan M.IKom, MIPR, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu),  Sumut, Syafrida Rasahan; Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumut, Nurhasanah, M.IKom dan Pengurus Wilayah Muslimat Al Washliyah Sumut, Nurliati Ahmad. 

Menurut Hj Halimah Hutagalung, saatnya kaum Lansia (lanjut usia)  di Sumut diberi perhatian dan tidak sekadar menjadi orangtua yang mengurusi cucu saja tetapi dapat tetap berperan di masyarakatnya. Sebagaimana dinyatakan Nurliati Ahmad bahwa para pembimbing (Lansia-red) patut diberi bekal sehingga mampu membawa generasi muda menjadi  sumber daya manusia yang berkualitas.

Saurma Siahaan yang juga Ketua Forum Peduli Anak Dengan HIV/Aids (FP ADHA) menyatakan keprihatinannya terkait meningkatmya jumlah ADHA di Sumut. 
"Perlu perhatian semua pihak, dan kami telah pernah menerima hadiah buat ADHA di Medan di kediaman Wakil Dubes AS di Jakarta, kerjasama dengan Yayasan Maria Monique Lastwish. Diharapkannya, ke depan dapat terjalin kerjasama dengan membuat program-program yang terkait efek dari peredaran narkoba yang semakin meluas," katanya.

Saurma, yang secara khusus "mangulosi" Wakil Dubes AS didampingi Konsul dan Wakil Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera, Juha P Salin dan Jessica Panchatha di Rumah Tjong A Fie, lebih lanjut mengatakan keberagaman di Sumut menjadi kekayaan tersendiri dengan berbagai nilai-nilai kearifan lokal yang masih terus dilestarikan masyarakatnya.

Sementara Safrida dan Nurhasanah mempertanyakan peran perempuan dalam sistem politik di Amerika Serikat, yang menurut Heather tidak diatur terkait kuota keberadaan perempuan. Juga tidak ada pembiayaan atau dukungan dana khusus kepada para perempuan yang akan menjadi legislator.

"Tetapi kami memberikan berbagai pelatihan, termasuk mempersiapkan mereka untuk dapat membuat program, proposal dan hal lain yang terkait dukungan tersebut," pungkas Heather, sembari mengungkapkan bahwa di Amerika Serikat semua orang punya kesempatan yang sama untuk bekerja, tanpa memandang katagori jenis kelamin, kelompok usia dan sebagainya. Di bincang penutup, ia sepakat tentang ketergantungan anak yang tinggi atas handphone dan internet harus diatur sedemikian  rupa untuk tidak terkena imbas negatifnya. (rel/R15/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Percut Sei Tuan Amankan 1 Pelaku Penganiaya dan Pengeroyok
Polsek Patumbak Diduga "Tangkap Lepas" Bandar Narkoba
KPAI: 85 Persen Kenakalan Anak Akibat Pengasuhan Orangtua Kurang Baik
Akbar Tandjung Sebut Golkar Sumut Sudah Laksanakan AD/RT dengan Benar
GKPI Gang Sado Gelar Festival Vocal Solo Sekolah Minggu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU