Home  / 
Sekira 10.000 Warga Hadiri Tabliq Akbar JUB di Lapangan Benteng
Sabtu, 8 September 2018 | 11:02:07
SIB/Dok
TABLIK AKBAR: Sekira 10.000 massa yang berasal dari berbagai majelis taklim, ormas Islam dan santri berbagai pesantren di Sumatera Utara memadati Lapangan Benteng Medan, mengikuti Tablik Akbar yang diadakan Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB) Sumatera Utara, ba?da shalat, Jumat (7/9).
Medan (SIB)- Sekira 10.000 warga yang berasal dari berbagai majelis taklim, ormas Islam dan santri berbagai pesanteren di Sumatera Utara memadati Lapangan Benteng Medan, mengikuti Tabliq Akbar yang diadakan Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB) Sumatera Utara, Jumat (7/9).

Massa dengan antusias mengikuti dan mendengarkan tausiah yang disampaikan ustad-ustad kondang yang didatangkan dari Jakarta seperti, Ustad Solmed dan Ustad Fikri Haikal MZ serta dibarengi dengan lantunan-lantunan lagu religi yang dibawakan Hadad Alwi, serta diikuti 50-an kyai-kyai dan habaib pimpinan pesantren dari Jawa Timur, Malang, Banten, Jakarta dan Sumatera Utara.

Ketua Dewan Pembina Muzakarah Alim Ulama dan Tabliq Akbar, KH Syekh Ali Akbar Marbun menyatakan, kegiatan Tabliq Akbar yang sebelumnya diawali dengan Muzakarah sekitar 300 Alim Ulama pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, tokoh-tokoh ormas Islam serta para Kyai dan Habaib dari pulau Jawa dan Sumatera ini diadakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Selain itu, kata Syekh Ali Akbar, sebagai upaya untuk menghimpun buah pikiran dan meminta masukan dari para alim ulama dalam mensikapi situasi bangsa yang saat ini sedang memasuki tahun politik.

Dalam muzakarah alim ulama itu menghasilkan tiga buah rekomendasi yang dibacakan oleh Sekretaris Panitia Muzakarah dan Tabliq Akbar, M Ikhyar Velayati Harahap.

Ketiga rekomendasi itu yakni, Pertama : Negara RI merupakan hasil ijtihad dari alim ulama, kyai dan habaib yang diperjuangkan melalui tetesan keringat dan darah. Kedua: Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan hasil ijtihad para alim ulama Indonesia yang harus dikawal untuk mewujudkan negara makmur, baldatun thayibatun warabbun ghaffur. Ketiga : Menyerukan kepada seluruh Umat Islam di Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari adanya perpecahan umat dengan terus mengikuti arahan dan bimbingan para ulama.

Pada acara muzakarah, kata Ikhyar, sebelumnya diadakan diskusi secara paripurna dengan menghadirkan pembicara Ketua PBNU KH Dr Marsudi Syuhud, mantan Rektor dan Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, Rektor UIN Sumut, Prof Dr Saidurrahman Harahap dan Ketua MUI Medan Prof Dr H Muhammad Hatta yang dimoderatori M Ikhyar Harahap.

Pada acara muzakarah juga dilakukan pemberian ulos kepada para kyai dan habaib yang datang dari Pulau Jawa dan Jakarta, sebagai tanda ucapan selamat datang dan tanda ikatan silaturrahmi. 

Penyematan ulos kepada para kyai dan habaib dilakukan Bambang Eka Tjahyana, yang turut mendukung acara ini didampingi Syekh Ali Akbar Marbun, Ketua Panitia Aulia Hanif Parinduri dan Sekretaris Panitia M Ikhyar.

Kegiatan Tablig Akbar berakhir sekira pukul 16.00 WIB, dan jamaah membubarkan diri dengan tertib. 

Kegiatan juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dibantu TNI. (A11/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU