Home  / 
Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum:
73 Tahun Indonesia Merdeka, Penegakan Hukum Masih Tumpul ke Atas dan Tajam ke Bawah
* Wara: Jalan Pedalaman Masih Seperti Kubangan Kerbau dan Belum Berlistrik
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:08:53
Medan (SIB) -Pengamat hukum Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum mengomentari 73 tahun Indonesia merdeka mengatakan, dari sisi penegakan hukum kita masih belum seperti yang diharapkan, yang digambarkan dengan tumpul ke atas dan tajam ke bawah dan masih menjadi alat kepentingan kekuasaan politik.

"Memang, cukup banyak prestasi yang ditorehkan anak bangsa. Namun, masih banyak pula kekurangan dan kelemahan, misalnya kita dalam darurat masalah narkoba, darurat guru besar (profesor) dan Doktor kurang. Sumber Daya Manusia (SDM) kita semakin rendah daya saingnya," kata Abdul Hakim di Medan, Senin (13/8).

Dikatakannya, utang luar negeri dan swasta kita juga cukup mengkhawatirkan. Kemudian pengamalan Pancasila dan UUD 45 pasal 33 semakin jauh, karena kesenjangan antara yang kaya dan yang tak punya (miskin) sudah sangat mengerikan. Artinya pemerataan belum terlaksana dengan baik.

Di sisi lain, atas raihan prestasi putra-putri bangsa ini, dia minta kepada pemerintah agar memberi penghargaan pada mereka, misal gelar pahlawan nasional dan lain sebagainya. Untuk penegakan hukum, agar tidak tumpul ke atas, kita minta Presiden ikut memberi contoh dan tauladan atau memimpin langsung penegakan hukum sesuai dengan sumpah jabatannya. Karena semua pejabat termasuk Presiden akan menjalankan dan mematuhi peraturan dengan selurus-lurus dan seadil-adilnya.

"Hukum kita sekarang bukan sekedar tidak lurus tapi dibengkok-bengkokkan untuk berbagai kepentingan. Misalnya sudah ratusan orang bandar narkoba yang dihukum mati, namun belum dieksekusi. Juga pemberantasan KKN, kejahatan lingkungan dan penyeludupan, pemalsuan dan monopoli, kartel. Dampaknya, benar cukup banyak peningkatan kesejahteraan bagi segelintir orang, namun kesenjangan tetap masih banyak terjadi. Masih banyak yang miskin."

Kesenjangan, katanya dapat menimbulkan konflik sosial. Itu perlu diwaspadai, diantisipasi dan dibenahi.

Secara terpisah Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, tidak terasa sudah 73 tahun Indonesia merdeka, tentu belum sempurna dan masih banyak yang belum menyentuh pembangunan terutama di daerah pedalaman. Infrastruktur (jalan) masih seperti kubangan kerbau dan belum berlistrik, ini menjadi tantangan ke depan. Kalau di kota sudah memadai sarana dan fasilitasnya dibanding di daerah pedalaman.

Karena jalanan masih seperti kubangan kerbau sangat menyulitkan rakyat menjual hasil pertaniannya. Memang pemerintahan Jokowi sudah mencanangkan tiap desa dapat Rp1 miliar. Namun apakah orang desa sudah mampu mengelolanya, itu harus diawasi secara ketat. Apalagi kalau dana itu dikorup sehingga tujuan membangun desa gagal. Kepala desa harus dididik agar dana desa itu dimanfaatkan secara tepat.

Selain itu, kata Wara, pemerintah perlu terus menciptakan lapangan kerja, agar tenaga kerja bisa diserap. Pemerintah harus efektif menciptakan situasi aman dan kondusif agar investor mau menanamkan modalnya membangun sekaligus membuka lapangan  kerja. Ke depan bangsa ini harus aman sehingga investor tidak takut menanamkan modalnya. Apalagi saat ini kita dalam tahun politik, karenanya selain pemerintah, kepada anak bangsa harus ikut menciptakan situasi kondusif.      

Dikatakannya, dari sarana infrastruktur kita masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga. Kita harus membangun sarana jalan dan akan membuat kehidupan anak cucu kita bisa lebih baik. Selama 73 tahun kita sebagai bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika harus terus menciptakan harmoni kebangsaan dan perlu tetap menjaga persatuan dan kesatuan, kata Wara. (A01/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU