Home  / 
Pj Gubsu: Perintis dan Pejuang Kemerdekaan Merupakan Anak Bangsa Terbaik
Sabtu, 11 Agustus 2018 | 13:51:57
Medan (SIB)- Pj Gubsu Drs Eko Subowo MBA mengatakan perintis dan pejuang kemerdekaan merupakan anak bangsa terbaik yang telah berkoban jiwa dan raga. Hal itu dilakukan demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Pj Gubsu pada acara ramah tamah dan silaturahmi dengan janda perintis dan pejuang kemerdekaan dalam rangka menyambut HUT ke-73 Republik Indonesia tahun 2018. Sekaligus peringatan Hari Veteran Nasional, di halaman kantor Gubsu, Medan, Jumat (10/8).

Untuk itu, kata dia, Pemprovsu mengadakan agenda peringatan pejuang kemerdekaan tahunan ini perlu dilakukan. "Ramah tamah ini merupakan agenda tahunan Pemprovsu untuk mengenang, menghormati, menimba pengalaman dan kepeloporan, serta keperintisan jasa para pejuang," ujar Eko didampingi  Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus.

Dikatakannya, agenda ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan kepada pahlawan nasional yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk menjaga NKRI. "Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya," katanya.

Eko yakin, keluarga perintis kemerdekaan dan para pejuang tidak pernah berhenti berkontribusi untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. "Meski sudah tidak muda lagi, kita semua bisa berkontribusi di bidang apa saja, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing," ujarnya.

Diharapkan, ke depan, lanjut dia, para pejuang di Sumut dapat terus berkiprah di berbagai lapangan kehidupan, terutama dalam penerusan nilai-nilai kejuangan dan keperintisan kepada generasi muda. Menggelorakan semangat baru untuk membangun Indonesia, khususnya Sumut. "Hal itu sejalan dengan yang telah dicita-citakan oleh para pendahulu," harapnya.

Sementara Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia wilayah Sumatera Utara Alaudin AE mengapresiasi agenda tahunan yang diadakan Pemprovsu tersebut. Keluarga perintis dan pejuang kemerdekaan punya hubungan emosional dengan perjuangan di Indonesia. "Tidak hanya perjuangan di Sumatera Utara, tentu kita semua punya hubungan emosional dengan semua pejuang di Indonesia yang telah mendahului kita," ujarnya. (A11/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Bertengkar dengan Suami, Ibu di Bolivia Gantung 3 Anaknya
Malaysia Cabut Undang-undang Anti-hoax yang Kontroversial
5 Tahun Beraksi, Anggota Jaringan Selundupkan 500 Ekor Cenderawasih
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU